Usai Pesta Kostum

Usai sudah perhelatan training karyawan akhir november 2015. Jadi saya akan melaporkan kegiatan yang cukup menghebohkan yaitu pesta kostum, baca di www.pencaricerah.com/2015/11/25/pesta-kostum-bikin-heboh-kantor/.

Secara keseluruhan tidak ada yang luar biasa di kegiatan akhir november tersebut. Setidaknya ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan oleh panitia. Pertama jadwal acara yang begitu padat. Acara training yang diadakan memang ditujukan agar setiap karyawan bisa termotivasi untuk memacu kelebihan dirinya sendiri dan juga kerjasama tim. Setiap orang tahu itu tetapi karyawan yang telah bekerja dari awal tahun juga menginginkan liburan dan kebersamaan dengan orang-orang kantor tanpa membicarakan masalah kantor. Ini kritikan yang kedua. Kegiatan training janganlah dipadatkan tapi berikan waktu khusus untuk bersantai.

Kegiatan training yang diadakan diluar kota membuat karyawan berpikiran selain tugas kantor mereka juga mendapatkan liburan gratis dari kantor. Tapi jadwal acara yang padat hingga balik ke Jakarta membuat kesan ini tidak didapat oleh karyawan. Tidak salah rasanya jika ada satu hari untuk bersantai di luar kota Jakarta yang sering macet dan polusi bersama teman-teman sekantor.

Saya berjanji untuk memberikan gambaran keseruan pesta kostum kantor tetapi untuk saat ini cukuplah dulu foto bareng karyawan ketika baru nyampe tempat acara. Soalnya tidak ada yang mengumpulkan foto-foto keseruan acara tersebut di satu orang. Jadinya saya harus menelusuri media sosial yang saya miliki untuk mengumpulkan foto-foto kegilaan pesta kostum di acara training kantor.

Kisah lain setelah pesta kostum karyawan ini hampir sama dengan tahun yang lalu. Capek dan realisasi janji yang tidak seperti yang diharapkan membuat satu per satu teman-teman saya mulai mencari penghidupan di tempat lain. Janji yang saya maksud adalah bonus tahunan untuk karyawan. Saya berpikir jika saja pihak yang berwenang tidak mewacanakan bonus tahunan pada saat acara training tentu kerusakan terhadap mental karyawan tidak separah yang saya rasakan. Dan saya tidak akan kehilangan teman-teman kantor yang menyenangkan.

Sebagian teman memahami bahwa bonus adalah hak kantor untuk diberikan kepada karyawan yang berprestasi tapi bonus limited seharusnya tidak pernah terucap ketika acara berlangsung. Efek adanya wacana pemberian bonus dari perusahaan ke karyawan membuat rekan-rekan saya agak terobati capeknya mengikuti acara, tapi realisasi wacana bonus yang sangat tidak merata membuat capek tersebut datang dan mematahkan semangat kerja. Belum lagi soal penilaian bonus yang diberikan tersebut terindikasi tebang pilih.

Rekan-rekan saya sudah dalam tahap mental tidak-ada-bonus-tahun-ini, dan sikap mental itu dirusak oleh sebuah janji. Jadi jika ada yang marah, dan meluapkannya dengan beberapa aksi yang menurut mereka (baca:karyawan) “layak” seharusnya perusahaan tidak ambil pusing.

Untuk menutup tahun kali ini saya mengucapkan Selamat Menyambut Tahun Baru Masehi 2016, semoga di tahun baru anda mendapatkan apa yang anda inginkan.

Advertisements

Tinggalkan Balasan