cerita kantor

Tipe Karyawan di sebuah perusahaan, No. 3 dan 16 Hindari Deh

hindari tipe karyawan seperti ini

Bagaimana rasanya menjadi seorang karyawan? Saya beberapa kali pernah memposting curhatan saya di blog pencaricerah.com. Walaupun tidak penting coba deh kamu baca-baca. Yah minimal kamu bakalan tahu bagaimana rasanya jadi seorang karyawan.

Meskipun saat ini pandangan masyarakat terhadap dunia bisnis sudah mulai berubah, tapi bagi kebanyakan mahasiswa atau malah orang tua, menjadi karyawan tetap menjadi primadona. Kalau tidak jadi karyawan di instansi pemerintahan atau perusahaan milik Negara ya menjadi karyawan di sebuah perusahaan tidak apa-apa.

Karyawan teladan tentu disukai oleh bos dan perusahaan. Tipe perusahaan ini kalau bisa dipelihara dan dibiakkan oleh perusahaan. Saya sih berusaha untuk tidak jadi karyawan teladan. Alasannya…

… saya ga mau kasih tahu ah.

Saya rasa kamu tahu pengertian karyawan secara umum. Karyawan adalah orang yang bekerja untuk orang lain dan berada di dalam struktur organisasi perusahaan.

Tipe-tipe karyawan di Indonesia itu beragam paling tidak menurut kontributor hipwee. Kira-kira kamu akan menjadi karyawan yang tipe seperti apa dengan gaya kuliah kamu saat ini.

1.      Karyawan yang suka ngasih kode

Maksudnya disini kode berupa bonus atau tambahan lainnya. Biasanya sih setelah diadakan audit terhadap laporan keuangan perusahaan, karyawan bakalan berharap jika sedikit keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan bisa mereka dapatkan.

Saya dan teman-teman di kantor pasti begitu.

Audit eksternal dating, nanya-nanya terus setelah mereka selesai dengan tugasnya mulailah desas-desus ada uang tambahan yang akan diterima. Sayang tidak semua karyawan mendapatkan uang tambahan ini. Saya selalu mendapat bagian “apesnya”.

Jadi nanti kalau jadi karyawan perusahaan jangan suka berharap sesuatu yang lebih ya. Supaya ga sakit hati.

2.      Karyawan kopi paste

Maksudnya karyawan tipe ini tidak punya inisiatif. Yang paling penting tugas yang diberikan oleh atasan ia lakukan dengan baik. Prinsip ini bagus sebenarnya tetapi lihat tipikal bos dan budaya perusahaannya dulu.

Tidak semua orang suka dengan ide-ide baru. Beberapa menganggap kalau ide baru berarti tambahan pekerjaan baru. Hasilnya tenaga akan lebih banyak terkuras untuk mengerjakan proyek-proyek baru dari gagasan tersebut.

Saya sendiri memiliki tipe karyawan kopi paste. Soalnya saya lebih suka membuat proyek sendiri terwujud dibandingkan hanya mengutarakan ide yang belum tentu disetujui. Iya kalau jadi nilai plus kalau enggak?

….

3.      Karyawan tukang ngadu

Ini tipikal karyawan yang harus diketahui. Soalnya bahaya. Dikit-dikit ke atasan memberi tahu kabar-kabar yang ga penting. Saking bahayanya sebaiknya kamu telisik dulu pada siapa kamu akan memberi tahu informasi rahasia milik kamu.

Mungkin niatnya Cuma curhat sama teman atau senior di perusahaan tempat kamu bekerja. Tapi kalau orangnya comel bisa seumur hidup kamu bakal di omongin oleh orang sekantor. Believe me its not worthed.

Ingat bahkan dinding pun mendengar dan menyampaikan kabar.

4.      Karyawan yang malas dihubungi di luar jam kerja

Siapa sih yang mau diganggu saat bersama keluarga atau sedang menikmati harinya yang bebas dari rutinitas pekerjaan yang membosankan?

Jawabannya tentu tidak seorang pun ingin diganggu di luar jam kerja. Tetapi beberapa bos merasa hal ini tidak berlaku. Seakan-akan selama bekerja di perusahaan ini “kamu adalah milik saya.”

Ga salah juga. Gaji juga dikasi sama perusahaan. Tapi hargailah waktu bebas orang.

Alhamdulillah saya tidak pernah dihubungi di luar jam kerja oleh bos. Kalau klien langsung sih ada. Jadi yah sekedarnya saja melayani.

5.      Karyawan super siaga

Ilustrasi karyawan super siaga ini di hipwee berlebihan sebenarnya. Bayangin aja saking sangat berinisiatif laporan 2017 sudah dibuat di tahun 2015. Angkanya dapat darimana?

Saya sendiri berusaha untuk melakukan inisiatif yang terkait dengan job description yang sudah diberikan oleh perusahaan.

Soalnya takut dosa, kalau perusahaan menjadi zalim kepada karyawannya. Tahukan ada hadist nabi yang mengatakan agar membayar upah pekerja sebelum keringatnya mengering?

6.      Karyawan suka telat

Tipikal karyawan seperti ini yang tidak disukai oleh perusahaan. Bagi kamu yang rumahnya jauh dari lokasi kantor usahakan dating pada waktu yang telah ditentukan. Kalau tidak ya tanggung sendiri konsekuensinya.

CEO perusahaan saya bekerja amat sangat tidak menolerir tipikal karyawan telatan seperti ini. Buat orang yang telah pilihannya hanya dua:

·        Kerja dengan perusahaan yang dekat dengan rumah, atau

·        Beli rumah di dekat kantor

simpel kan solusinya?

7.      Karyawan teladan

Seperti yang saya bilang tadi. Saya menghindari menjadi seorang karyawan teladan karena alasan saya sendiri. Tipikalnya mirip dengan karyawan super siaga tetapi tidak selebay karyawan tipe tersebut. Karyawan seperti ini betul-betul bekerja dengan hati. Efisien dengan waktu, menyelesaikan pekerjaan yang diberikan dan menjadi contoh bagi karyawan yang lain.

Saya tipikal yang tidak bisa member contoh kepada orang lain, dan tidak bisa berada di bawah tekanan. Menjadi karyawan teladan itu tidak mudah. Kamu bakalan selalu disanjung oleh top manajemen setiap waktu. Dan setiap orang akan melihat kesalahan yang kamu lakukan.

Jadi saya memilih menjadi yang biasa-biasa saja.

8.      Karyawan hobi kelayapan

Kalau kamu menjadi karyawan di sebuah perusahaan dengan posisi sebagai marketing. Kamu bakalan sering kelayapan. Kantor kamu hanya sebuah tempat untuk kembali.

Ibaratnya kamu mempunyai dua kantor. Kantor tempat kamu kembali (layaknya rumah) dan kantor tempat kamu berproduksi.

Tapi yang dimaksud dalam artikel karir hipwee ini bukan karyawan yang menjadi marketing tersebut. Tipikal karyawan yang dimaksud di artikel ini adalah karyawan yang sering bepergian dan tidak menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

Lihat saja contohnya dalam chattingan buatan di artikel hipwee tersebut. Jadi jika kamu punya sifat yang hamper sama, usahakan untuk merubahnya.

9.      Karyawan yang minta di-PHK

Ini tipikal karyawan yang sudah jengah dengan perusahaan tempat ia bekerja dan tidak mendapatkan tawaran untuk bekerja di perusahaan lain. Tipikal karyawan seperti ini beberapa tahun yang lalu banyak di perusahaan saya.

Sayang perusahaan tidak dengan mudah memberikan kompensasi akibat PHK yang diinginkan. Biasanya karyawan yang ngarepin buat di-PHK sudah mengkalkulasi berapa pesangon yang didapatkan. Perusahaan pun mengkalkulasi besaran pesangon yang akan diberikan. Dan seringnya kalkulasi karyawan dan perusahaan itu sering tidak cocok.

Itu kerugian yang pertama. Kerugian yang kedua, perusahaan lain belum tentu mau memperkerjakan seorang karyawan yang di PHK. Status tersebut akan memberikan informasi gelap atas karyawan yang bersangkutan. Pertanyaan dari pegawai personalia yang pertama tentu “Kenapa ini orang diberhentikan dari perusahaan lamanya?”

10.   Karyawan yang Ga tahu diri

Liat sendiri deh gimana karakternya di hipwee

11.   Karyawan yang suka cari muka

Ini tipikal karyawan yang ambisius. Pencari karir. Yang di-mau-in cuma yang enaknya saja. Kalau yang ga enak kasi ke orang lain.

Kamu bakal nemuin orang macam ini di perusahaan. Makanya ada sebuah buku, kalau tidak salah, yang membahas tentang politik kantor. Ini karyawan sukanya bos melihat dia itu oke dalam segala hal. Kalau dirinya melakukan kesalahan dengan cepat ia melemparkan kembali kesalahan tersebut pada orang lain.

Tidak semua orang suka dengan tipe karyawan yang suka cari muka, kalau kamu menemukan spesies karyawan ini lebih baik berhati-hati saja.

12.   Karyawan yang tukang komplain

Karyawan tipe ini senengnya ngomong negative mulu tentang perusahaan. Kalau kata mas Saptuari di bukunya diatas, itu ibarat mengencingi sumur yang airnya diminum sendiri. Kalau bisa ini tipikal karyawan hindari saja deh. Atau kalau kepaksa mendengar keluh kesahnya, masukin kuping kiri keluarin kuping kiri lagi, jadi mental uneg-unegnya.

Kalau masuk kuping kiri keluar kuping kanan, tentu ada sedikit aura negative yang kamu dengar bakal ketinggalan di otak. Dan itu berbahaya. Bakal membuat kamu bersikap seperti si karyawan tukang komplain tersebut.

13.   Pegawai yang sukses Move-On

Ini tipe karyawan yang sudah memutuskan untuk berhenti bekerja dan komplain terhadap keadaan yang tidak ia sukai. Banyak tipe pekerja seperti ini.

Di beberapa perusahaan bahkan pegawai yang sukses move-on ini bisa beberapa orang dan kamu bakal ketahui di akhir bulan. Ada loh setiap bulan karyawannya ganti terus.

14.   Karyawan yang suka curhat

Ini tipikal saya beberapa tahun lalu sebelum nikah. Bawaannya curhat melulu. Enggak ke bos, ke temen, ke ortu. Namanya juga jones butuh perhatian dan pelampiasan rasa yang terpendam.

Sekarang mah jadi penerima curhat. Khususnya istri yang kebetulan juga bekerja. Kalau saya bagiin disini bisa-bisa dirumah saya diomelin. Dan omelin istri itu bukanlah hal yang menyenangkan,

… Itu.

15.   Karyawan yang naksir bos

Saya ga mau bagiin cerita karyawan tipe ini. Buaahaya. Lihat saja deh ilustrasinya di sumber.

16.   Karyawan yang lagi PMS

Ini pastinya cuma cewek yang punya. Bos cowok atau bos cewek pasti menghindari karyawati yang lagi PMS. Coba tanya aja ibu atau saudara perempuan kamu. Saya baru mengerti setelah menikah. Cewe yang lagi dapat di hari pertama sebaiknya dihindari, kalau ketemu sebaiknya perbanyak zikir. Biar kamu ga banyak dosa dengan membalas keanehan hari pertama PMS seorang cewek.

Macam-macam tipe karyawan diatas mungkin sudah kamu temui selama ini. Atau malah beberapa karakter dari macam-macam karyawan diatas ternyata ada pada diri kamu. Jadi lebih baik mawas diri.

Perbaiki sikap yang bisa diperbaiki dan hindari tipikal yang membawa masalah buat kamu kedepannya. Jadilah diri kamu sendiri jangan jadikan karakter orang lain menjadi karakter kamu. Nanti jadi capek sendiri.

Advertisements

Leave a Reply