14 Pertanyaan Saat Wawancara Kerja Yang Akan Membuat Anda Diterima Lebih Besar

Generic Banner

Pada setiap wawancara kerja yang saya lakukan, staf HRD yang saya temui selalu menanyakan pertanyaan berikut

apakah anda punya pertanyaan? (maksudnya saya, si calon karyawan, ada yang mau ditanyakan gak ke perusahaan?)

Jawaban yang selalu saya sampaikan adalah tidak.

Dan ternyata …

Saya tahu kenapa proses lamaran saya tidak berhasil.

Saya tidak memberikan pertanyaan yang relevan yang membuat saya memperbesar peluang untuk diterima.

Kesalahan ini mungkin juga anda alami.

Saya baru menyadari kesalahan ini setelah membaca sebuah tulisan menarik dari blog hubspot.

Mungkin anda telah mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang kira-kira ditanyakan oleh HRD ketika wawancara, tetapi ada hal lain yang belum dipersiapkan..

…yaitu pertanyaan mengenai perusahaan.

Pertanyaan Kandidat kepada HRD saat Wawancara Memperbesar Peluang Diterima

Memberikan pertanyaan kepada HRD (yang mewakili perusahaan) ternyata dapat memberikan calon karyawan sebuah keuntungan.

Menurut Lindsay Kolowich, seorang kandidat yang memberikan sebuah pertanyaan yang bagus akan memperbesar peluang kandidat tersebut untuk mendapatkan posisi yang dilamar.

Pertanyaan yang anda ajukan tersebut akan membuat anda berbeda dibandingkan calon karyawan lainnya.

Semoga daftar 14 pertanyaan wawancara dibawah ini dapat membantu anda agar stand out of the crowd.

14 Pertanyaan Yang Dapat Anda Ajukan Kepada HRD/User pada saat wawancara

 

1) Bagaimana posisi ini berkontribusi pada Target perusahaan?

Pertanyaan ini dapat anda gunakan jika perusahaan tidak terlalu jelas dalam memberikan deskripsi pekerjaan yang anda lamar.

2) Apa yang dilakukan karyawan baru dalam bulan pertama disini agar bisa sukses?

Pertanyaan ini dapat anda berikan agar anda mendapatkan gambaran tentang bagaimana budaya yang terjadi di perusahaan tersebut. Apalagi anda menanyakannya pada orang dalam yang pastinya mengetahui bagaimana budaya kerja perusahaan tersebut. Tujuannya adalah agar anda tidak mengalami kejutan budaya (culture shock) ditempat baru.

3) Apa indikator yang anda gunakan untuk mengukur performa seseorang di posisi ini?

Kadang indikator kerja seseorang itu baik atau buruk tidak jelas. Anda bisa berpikir jika anda telah bekerja dengan baik akan tetapi pada saat penilaian ternyata atasan anda berpikiran sebaliknya, maka mengajukan pertanyaan ini diawal akan memaksa atasan anda memberikan kategori-kategori yang ia tetapkan untuk mengukur performa anda.

4) Apa saja tantangan yang akan saya hadapi saat berada di posisi ini?

Jawaban yang diberikan ketika anda menanyakan hal ini adalah membuat anda mengetahui ada yang tidak seharusnya dilakukan ketika anda menerima pekerjaan yang anda lamar sekarang. Contohnya birokrasi yang berbelit-belit, persaingan antar karyawan, politik kantor dan lain sebagainya. Dari penjelasan yang akan diberikan oleh pihak HRD/User anda dapat memutuskan melanjutkan proses atau mengundurkan diri.

5) Apa tantangan terbesar yang dihadapi tim ini tahun lalu?

Pertanyaan ini akan membuat anda mengetahui ada permasalahan yang selalu ditemui oleh karyawan lain di perusahaan tersebut. Dengan mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh karyawan di kantor anda setidaknya bisa mempersiapkan diri untuk mendapatkan solusi atau minimal mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah bersama tersebut.

6) Kenapa anda bekerja di perusahaan ini?

Pertanyaan ini akan membuat anda mengetahui apa saja manfaat yang diberikan oleh perusahan untuk karyawannya. Jika ternyata manfaat yang diberikan oleh perusahaan ternyata tidak sesuai dengan apa yang anda harapkan, setidaknya anda bisa mengetahui ada motivasi lain atau ada kondisi lain bagi orang tersebut bekerja di perusahaan bersangkutan.

7) Apa yang membuat anda tetap berkarir di perusahaan ini?

Tergantung pada jawaban yang diberikan oleh pewawancara. Anda mungkin akan mengetahui fasilitas-fasiltas pelatihan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya, peluang untuk meningkatkan karir di perusahaan, dan lain sebagainya.

8) Biasanya karyawan disini makan siang dimana?

Pertanyaan sederhana ini dapat memberikan informasi dan prediksi kepada anda gaya hidup karyawan di perusahaan tersebut dan juga kesempatan untuk beradaptasi dengan rekan-rekan yang baru.

9) Apa filosofi perusahaan anda terhadap layanan pelanggan?

Bagaimana perusahaan memberikan pelayanan kepada pelanggannya dapat anda lihat di situs resmi perusahaan tersebut. Menanyakan pertanyaan ini pada saat wawancara berarti anda telah mendapatkan gambaran bagaimana karakter pelanggan yang akan anda hadapi dan penerapan filosofi perusahaan langsung di lapangan. Apalagi jika anda melamar sebagai customer service yang pastinya selalu berhadapan dengan pelanggan.

10) Apa saja ciri-ciri yang tak terlihat dari orang yang sukses di perusahaan ini?

Pertanyaan ini akan memaksa HRD/User untuk membuka faktor X yang mereka cari dalam sebuah proses wawancara.

11) Bisa anda beri contoh sikap apa yang dimiliki anggota yang sukses di perusahaan ini?

Jawaban yang seharusnya anda dapatkan adalah contoh nyata seorang karyawan yang dianggap sukses oleh perusahaan. Oleh karena itu anda akan mendapatkan gambaran siapa yang harus anda dekati dan teladani agar bisa sukses di perusahaan baru anda.

12) Bisakah anda berikan contoh bagaimana sikap anggota tim yang mendapat tekanan untuk menyelesaikan tugas?

Anda akan mendapatkan informasi bagaimana sebuah performa yang dianggap jelek oleh perusahaan dan anda akan mendapatkan gambaran bagaimana menghindarinya.

13) Bagaimana perusahaan menanggapi masukan dari karyawan?

Pertanyaan ini akan membuat anda mengetahui bagaimana anda bersikap nantinya jika anda diterima diperusahaan yang anda lamar. Ada perusahaan yang tidak menerima masukan yang dianggap kritik, tapi ada perusahaan yang menganggap kritik sebagai sebuah masukan dan bersedia untuk berdiskusi tentang masukan anda.

14) Apa anda punya pertanyaan lain atau pertimbangan lain tentang kualifikasi yang saya miliki?

Kesimpulan

Dengan menanyakan hal ini anda akan mendapatkan gambaran apakah peluang anda besar atau kecil untuk diterima.

Mengajukan pertanyaan kepada HRD atau user pada saat wawancara akan membuat anda mengetahui apa yang akan anda hadapi ketika anda diterima atau peluang anda untuk diterima diperusahaan tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin dapat anda tanyakan dengan redaksi berbeda tapi intinya anda harus bijak untuk memilih kata-kata.

Kira-kira anda masih ingat pertanyaan yang anda ajukan kepada HRD perusahaan saat interview untuk posisi yang anda dapatkan sekarang?

Jika anda masih ingat, ayo berbagi dengan yang lain dengan cara menuliskan pengalaman tersebut di kolom komentar.

Advertisements

18 Pertanyaan Yang Ditanyakan Pada Saat Wawancara

Generic Banner

18 pertanyaan yang ditanyakan pada saat wawancara ini saya ambil dari blog hubspot. Setelah membaca daftar pertanyaan wawancara hubspot ini, saya jadi ingat bahwa saat wawancara dulu pertanyaan-pertanyaan ini yang saya terima dari tim personalia perusahaan.

18 daftar pertanyaan wawancara ini digunakan oleh Director of Global Sales Development hubspot, Justin Hiatt, dalam mencari kandidat terbaik untuk bergabung dalam Sales Development Representatives.

Sales Development Representatives adalah sebuah posisi di hubspot yang merupakan perpaduan antara posisi sales dan marketing.

Walaupun digunakan untuk mencari seorang Sales Development Representatives (SDR) ketika saya membaca pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan saya merasa pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat menggambarkan pertanyaan yang ditanyakan pada saat wawancara kerja. Mungkin cara tim personalia bertanya tidak persis sama, tetapi konteks yang dikandungnya sama.

Jadi harapan saya, pengunjung blog pencaricerah dapat sebuah pencerahan tentang bagaimana cara menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh Tim Personalia dari perusahaan yang anda lamar.

Berikut 18 Pertanyaan yang ditanyakan pada saat wawancara :

  1. What is your greatest achievement? (Apa pencapaian yang membanggakan saudara?)
  2. What puts that above the others? (Kenapa pengalaman tersebut yang menjadi istimewa?)
  3. What did you learn from that experience? (Apa yang anda pelajari dari pengalaman tersebut?)
  4. What goals have you set for yourself this year? (Apa resolusi anda tahun ini?)
  5. What have you done to hit them? (Apa yang harus anda lakukan untuk mencapainya?)
  6. How did you go about setting these goals? (Bagaimana cara anda menentukan resolusi anda?)
  7. Why is sales a career you’re interested in pursuing? (Kenapa memilih sales menjadi pilihan karir anda?)
  8. If you get this position, where do you want to take your career? (Jika anda diterima, apa yang ingin anda capai di karir anda?)
  9. What are two strenghs you have that will lead you to success? (Sebutkan 2 kelebihan anda yang akan membantu anda untuk sukses?)
  10. What do you feel will be most enjoyable about the position? (Menurut anda apa yang menarik dari posisi anda nanti?)
  11. What do you feel will be most challenging? (Menurut anda apa saja tantangan yang akan anda hadapi?)
  12. Who’s the best coach you’ve ever had in your life and why? (Siapa yang berpengaruh dalam hidup anda dan kenapa?)
  13. What did they teach you? (Apa yang mereka ajarkan kepada anda?)
  14. How can you apply those lesson in your job? (Bagaimana cara anda mengaplikasikan pelajaran-pelajaran tersebut dalam pekerjaan anda nantinya?)
  15. What is the last thing you taught yourself? (Hal apa yang anda pelajari akhir-akhir ini?)
  16. Why do you decide to learn it? (Kenapa anda mempelajarinya?)
  17. How would you apply this skill to your position? (Bagaimana cara anda mengaplikasikan pelajaran tersebut ke posisi anda nantinya?)
  18. Tell me about a time you failed or something didn’t quite go your way (Coba ceritakan tentang kegagalan anda atau sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan anda?)

Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan tim personalia pada saat wawancara secara garis besar ingin mengetahui 6 atribut kunci dari kandidat (yaitu ANDA). 6 Atribut Kunci tersebut yaitu:

  1. Track Record of Achievement (Prestasi yang pernah anda raih)
  2. Result and Goal-Oriented (Hasil dan Berorientasi target)
  3. Sales Desire (Hasrat untuk Menjual)
  4. Coachability (Mau Dilatih)
  5. Commitment to Learning (Komitmen Belajar)
  6. Self Awareness (Pengenalan Jati Diri)

Kenapa tim personalia ingin menanyakan hal-hal yang tersebut diatas?

Penjelasannya sebagai berikut:

1. Track Record
Perusahaan mencari seseorang yang sangat spesial untuk menjadi bagian dalam keluarga besarnya. Orang tersebut tidak harus mempunyai pengalaman pekerjaan dibidang yang sama tetapi paling tidak kandidat harus mempunyai bakat dan “faktor X” untuk diterima.

2. Result and Goal-Oriented
Pertanyaan ini menyiratkan bahwa perusahaan ingin mengetahui dedikasi calon karyawan dalam mencapai tujuan yang telah ia tetapkan sebelumnya. Determinasi dan semangat pantang menyerah adalah dua kunci untuk menjadi seorang penjual sukses.
Perusahaan juga mencari orang-orang yang mempunyai ambisi untuk promosi dan mengembangkan karir. Kandidat tidak bergantung pada orang lain seperti manager untuk menetapkan tujuan bagi mereka.

3. Sales Desire
Motivasi menjadi bagian penting dari posisi sales development representative hubspot.
Tidak hanya hubspot dan posisi SDR juga. Hampir semua perusahaan menanyakan hal yang sama. Kenapa?
Karena motivasi akan selaras dengan performa karyawan itu sendiri.
Pertanyaan tentang tantangan atau apa yang tidak disukai oleh karyawan juga memberikan gambaran kepada perusahaan untuk memfilter kandidat. Contohnya, saat kandidat SDR hubspot mengatakan mereka tidak menyukai tugas yang berhubungan dengan menjawab telpon, tim personalia hubspot langsung menandai mereka dengan nilai minus. Menurut Justin Hiatt, seorang yang tidak suka mengangkat telpon tidak cocok berada di bidang sales.

4. Coachability
Perusahaan mencari kandidat yang bisa dilatih untuk posisinya dan belajar kemampuan-kemampuan yang diperlukan dalam waktu yang singkat.

5. Commitment to Learning
Kandidat yang ideal adalah kandidat yang mempunyai rasa haus untuk selalu belajar. Kalau Anda tidak menjelaskan apa saja yang telah dipelajari atau apa yang INGIN anda pelajari maka anda telah memberikan pertanda buruk kepada perusahaan.
Pertanyaan yang diberikan dalam Commitment to Learning juga menunjukkan intelektualitas anda. Orang yang menunjukkan rasa ingin tahu pastinya akan banyak bertanya dan dari sana akan digali informasi-informasi penting tentang hal yang ingin ia ketahui.

6. Self Awareness
Jika pertanyaan ini diberikan oleh tim personalia tujuannya adalah untuk mengetahui sejauhmana usaha yang telah anda lakukan untuk mencapai tujuan anda. Tidak semua keinginan manusia dapat diwujudkan. Oleh karena itu perusahaan ingin tahu bagaimana anda memotivasi diri anda sendiri untuk tidak menyerah pada kegagalan yang anda alami dalam mencapai tujuan anda.

Kesimpulan

Wawancara adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh tim personalia sebuah perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai kandidat untuk mengisi posisi yang kosong.

Seorang kandidat harus berhati-hati dalam memilih jawaban yang akan ia berikan karena dari jawaban tersebut perusahaan (baca: tim personalia) akan melihat cocok atau tidak kandidat tersebut untuk posisi yang sedang kosong.

Dengan adanya 18 pertanyaan yang ditanyakan pada saat wawancara ini semoga dapat membantu rekan-rekan dalam mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang dituju.

Jika ada tanggapan mengenai artikel ini silahkan tulis di kolom komentar, dan tolong bantu sebarkan agar rekan-rekan yang masih dalam tahap mencari pekerjaan dapat terbantu.