Beda Konsentrasi Sastra dan Linguistik Di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris

Beda konsentrasi sastra dan linguistik itu apa sih? Pertanyaan ini sebenarnya sudah saya jawab di beberapa postingan khususnya pada kolom komentar tetapi karena masih sering ditanyakan oleh calon mahasiswa baru saya memilih untuk membuat postingan tersendiri untuk menjawab pertanyaan ini.

beda konsentrasi sastra dan linguistik membuat dilema mahasiswa sastra
sumber gambar shohibessir.blogspot.com

Tidak seperti jurusan kuliah yang lain, jurusan bahasa dan sastra inggris mempunyai dua cabang yang dapat diambil oleh mahasiswa di tahun ketiga (dengan catatan kuliahnya lancarnya). Cabang sastra itu dibagi atas konsentrasi sastra dan konsentrasi linguistik.

Nah, apa perbedaan antara dua konsentrasi atau program pendidikan tersebut?

Beda konsentrasi sastra dan linguistik terletak dari mata kuliah yang akan dijalani. Jika anda memilih konsentrasi sastra maka anda akan lebih banyak membaca karya sastra sedangkan jika anda memilih konsentrasi linguistik anda akan banyak menganalisa bagaimana bahasa bisa dibentuk.

Sebelum memilih sastra dibanding linguistik sebagai konsentrasi pendidikan saya waktu kuliah, saya pun merasa bingung harus memilih konsentrasi yang mana. Teman-teman saya kala itu menghindari konsentrasi sastra dengan alasan dosennya yang terlalu killer.

Saya sendiri suka membaca karya sastra khususnya manga atau komik jepang. Saya bisa membaca komik seharian penuh di taman bacaan (semacam tempat penyewaan novel dan komik di tempat asal saya). Selain suka membaca saya juga menyadari kemampuan saya dalam menyerap materi kuliah linguistik terbatas. Bagi saya linguistik terlalu njelimet, tidak terlalu saya sukai.

Akhirnya kebimbangan saya diputuskan saat hasil mata kuliah introduction to literature dan introduction to linguistik keluar. Nilai mata kuliah introduction to literature saya ternyata lebih tinggi dibandingkan introduction to linguistik.

Jadi …

Bagi yang suka membaca karya sastra memilih konsentrasi sastra adalah pilihan yang terbaik. Dengan memilih konsentrasi sastra anda akan memuaskan dahaga untuk membaca semua karya sastra tanpa merasa terbebani.

(Padahal beban membaca itu sudah ada di dalam masyarakat Indonesia secara kultural. Buktinya budaya baca masyarakat Indonesia masih rendah.)

Mungkin anda mengenal karya sastra itu hanya berbentuk novel, cerita pendek, puisi, naskah drama dan lain sebagainya. Tetapi perkembangan ilmu sastra telah meningkat sejak pertama kali sastra menjadi salah satu kurikulum di perguruan tinggi.

Komik, film, video clip, lirik lagu (lagu) dan budaya populer lainnya dapat masuk dalam kategori karya sastra. Mahasiswa sastra dan para akademisi lainnya mempunyai kewajiban untuk menjelaskan kepada masyarakat umum tentang karya sastra.

Linguistik merupakan konsentrasi pendidikan bahasa yang membahas bahasa itu sendiri. Mulai dari makna bahasa, bentuk bahasa hingga konteks bahasa itu sendiri. Dalam sastra inggris berarti anda akan membahasa makna bahasa inggris yang digunakan seseorang, bentuk bahasa inggris tersebut, dan konteks bahasa inggris dalam pemakaiannya.

Contohnya adalah dialek yang digunakan oleh orang-orang Afrika-Amerika. Atau jika anda pernah mendengar dengan seksama bahasa inggris orang yang tinggal di Inggris Raya mempunyai perbedaan dengan bahasa inggris orang yang tinggal di Amerika Serikat.

Kalau dicontohkan ke konteks Bahasa Indonesia maka anda akan belajar bagaimana orang minang membentuk Bahasa Indonesia, dan bagaimana orang betawi membentuk Bahasa Indonesia. Hal pertama yang dapat anda perhatikan adalah dialek yang digunakan baik oleh orang minang dan orang betawi. Bahkan anda bisa menebak daerah asal seseorang (atau dalam konteks ini suku seseorang) dari cara penggunaan bahasa mereka.

Meskipun beda konsentrasi sastra dan linguistik, sebagai mahasiswa anda akan mendapatkan dasar-dasar dari sastra dan linguistik sejak semester pertama kuliah.

Advertisements