Computer Assisted Language Learning/CALL

Salah satu mata kuliah (atau hanya program?) yang paling saya tunggu ketika kuliah sastra Inggris adalah CALL singkatan dari Computer Assisted Language Learning.

Sekarang dosen yang mengajar telah meninggal dunia, semoga beliau diringankan dalam kubur.

Al-Fatihah…

Saya sendiri sudah lupa siapa nama dosen tersebut.

Beliau punya basic kependidikan bahasa Inggris dan juga ketertarikan terhadap teknologi.

Maka belajar bahasa Inggris dengan CALL sangat membantu saya dalam mempelajari bahasa Inggris dan komputer.

Dalam mata kuliah CALL saya dapat menonton film yang disediakan di labor komputer.

Tidak hanya menonton film dalam bahasa asing atau sembarang film, karena mata kuliah tentu ada tugas yang menanti setelah mengikuti program CALL.

Tugasnya berupa makalah yang sering kali berupa ringkasan dari film yang ditonton atau penggunaan aplikasi komputer yang dipersiapkan untuk belajar.

Computer Assisted Language Learning baru saya ketahui ternyata adalah metoda belajar bahasa Inggris dengan menggunakan perangkat multimedia yang saat ini menjamur.

Dalam penjelasan wikipedia ada berbagai macam fitur yang disediakan program CALL ini seperti lingkungan belajar virtual, dan belajar jarak jauh dengan perantaraan situs.

Konsep dari computer asissted language learning atau call ini adalah membuat siswa dapat belajar sendiri.

Hal ini berawal dari perubahan konsep mengajar dari pendekatan terpusat dari guru menjadi pendekatan terpusat dari siswa.

Maksudnya jika cara mengajar dahulunya guru yang menjadi titik pusat atau punya wewenang untuk mengatur cara belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa maka CALL lebih menitik beratkan cara belajar siswa.

Saya sendiri menyadari cara belajar saya berbeda dengan orang kebanyakan.

Dalam belajar bahasa inggris saya lebih suka menonton dan mengulang sendiri kata-kata yang diucapkan oleh pemeran/aktor.

Hal ini berawal dari sebuah film kartun ketika era TPI masih menjadi Televisi Pendidikan Indonesia.

Kartun tersebut menceritakan makhluk planet yang suka makan jam membantu makhluk planet bumi dari kejahatan terorganisir.

Kisahnya semacam konspirasi yang membuat seseorang yang berhak atas tahta yang dikudeta.

Dalam tayangan tersebut saya belajar beberapa kata dalam bahasa Inggris dan juga cara pengucapannya ketika berdialog.

Inilah yang membuat saya menyenangi mata kuliah CALL (Computer Assisted Language Learning), saya belajar bahasa Inggris melalui film yang disediakan di labor bahasa.

Saya pada dasarnya memang suka menonton film dari pada membaca buku teks.

Program Computer Assisted Language Learning (CALL) adalah bantuan dari pemerintah Amerika (seingat saya) yang diberikan kepada Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.

Selain CALL bantuan tersebut juga mengadakan dosen-dosen yang berasal dari Amerika.

Saya berkesempatan mendapatkan tiga dosen sewaktu bantuan tersebut diberikan.

Dua diantara mereka masih ingat dengan mahasiswa yang suka melupakan dosen ini dengan menjadi teman facebook saya.

Saya bertanya-tanya apakah fasilitas Computer Assisted Language Learning ini dimiliki oleh lembaga-lembaga pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia?

Saya berharap semoga ada, karena metoda belajar Bahasa dengan menggabungkan komputer dan bahasa asing sangat membantu perkembangan kemampuan bahasa saya.

Advertisements

Apa itu Humanistic Studies

humanistic studies itu apa? Pertanyaan ini disampaikan oleh salah seorang komentator dalam postingan saya berikut ini.

Humanistic Studies adalah sebuah cabang ilmu baru dan saya tidak bisa memastikan apakah ilmu ini diajarkan pada jurusan bahasa dan sastra inggris. Sejujurnya saya sendiri tidak mendapatkan ilmu ini ketika kuliah.

Dari situs saintmarys diketahui bahwa Humanitic studies merupakan sebuah disiplin ilmu yang menggabungkan beberapa disiplin ilmu seperti sastra, seni, dan sejarah kebudayaan Barat sebagai sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Jika dilihat dari akhir paragraf pertama di situs saintmarys saya berasumsi jika ilmu Humanistic Studies yang dipelajari lebih kearah mempelajari sejarah kristen Eropa. Berikut petikan paragraf terakhir tersebut,

..history of Western Culture as an integrated whole, from ancient Greece and Rome to the present, emphasizing Christianity’s dynamic role.

Jika melihat dari situs saintmarys tersebut, Human Studies bukanlah sebuah jurusan sebagaimana jurusan saya bahasa dan sastra inggris. Tetapi lebih besar dari itu, Human Studies adalah sebuah Fakultas atau seperti yang disampaikan dalam situs a Department. Jadi di perguruan tinggi saintmarys Humanistic Studies bukan bagian dari ilmu sastra, namun sebaliknya. Ilmu kesusasteraan adalah bagian dari ilmu Humanistic Studies.

Saya melihat jika Humanistic Studies merupakan sebuah fakultas tersendiri, jika di Indonesia humanistic studies lebih dikenal dengan Fakultas Ilmu Budaya.

Fakultas Ilmu Budaya ini terdapat berbagai jurusan seperti jurusan seni rupa, jurusan bahasa  dan sastra Inggris, jurusan bahasa dan sastra Indonesia, dan Desain Komunikasi Visual atau yang lebih dikenal dengan singkatan DKV.

Dulu kampus saya Fakultas Bahasa Sastra dan Seni, dan jurusan yang saya sebutkan diatas ada di kampus.

Lain halnya di sebuah universitas di Belanda yang saya temukan di google. University of Humanistic Studies yang menurut situs resmi mereka terletak di kota Utrecht. Disini ilmu tentang Humanistic Studies tidak lagi sebuah departement khusus akan tetapi sebuah universitas.

Humanistic Studies menurut UVH adalah

a multidisciplinary science that draws on various disciplines that are used in conjunction whenever appropriate.

(sebuah cabang ilmu yang menggabungkan berbagai disiplin (ilmu) yang digunakan secara bersamaan kapanpun diperlukan)

Lebih lanjut disebutkan beberapa cabang ilmu yang akan dipelajari di Universitas ini adalah Filologi, Etika, Psikologi, Pendidikan, Sosiologi, Sejarah, Kajian Keagamaan dan Ilmu Kebudayaan, serta Filsafat Ilmu dan juga metodologi ilmiah.

Dari dua situs diatas saya mengambil kesimpulan jika Humanistic Studies adalah sebuah cabang ilmu yang membahas tentang sisi kemanusiaan dan dilihat dari beberapa disiplin ilmu yang berkaitan seperti sastra, sejarah, agama, filologi dan lainnya.

Humanistic Studies merupakan sebuah cabang ilmu baru yang mengintegrasikan beberapa cabang ilmu seperti sastra, filosofi, sejarah, dan tulisan. Saya sendiri baru mengenal “binatang” ini setelah ditanyakan dalam komentar pada postingan peluang kerja sastra inggris. Mungkin sekarang jurusan sastra inggris mempunyai mata kuliah Humanistic studies, karena ketika kuliah saya tidak mendapatkan mata kuliah ini.

Menurut Maryland Institute College of Art atau MICA, perbedaan Humanitic Studies dan Humaniora (Humanities) adalah pada subject yang dipelajari. Pada Humanitic Studies kita akan lebih banyak mengamati kehidupan sehari-hari sebaliknya pada ilmu Humaniora subjek yang akan diteliti dan cenderung untuk melihat sejarah dan melatih para cendekiawan untuk mempelajari sejarah. Humanistic Studies bertujuan agar mahasiswa dapat terlibat dalam hubungan budaya masyarakat di sekitarnya.

Secara teori manusia dianggap tidak hanya makhluk biologi namun lebih dari itu manusia diciptakan oleh sebuah kebudayaan. Pekerja seni, sejarawan, intelektual melihat manusia sebagai subjek penelitian dan penciptaan. Mereka mencipta, menulis, dan mengatur institusi sosial yang menampilkan pencapaian manusia kepada seluruh komunitas.

Tapi saya masih tidak mengerti tujuan dari cabang ilmu baru ini (ingat baru bagi saya sendiri) karena tujuannya tidak terlalu jelas. Kalau saya membahasakan Humanistic Studies ke Bahasa Indonesia maka saya membahasakannya dengan Kajian Kemanusiaan. Nah, bagian kemanusiaan dari manusia ini yang dikaji. Untuk apa? Apakah untuk disiarkan ke seluruh dunia? Apakah hanya untuk memahami bahwa sisi kemanusiaan dari manusia? lalu apa arti kemanusiaan itu sendiri?

Akhirnya saya jadi bingung sendiri. Semoga sedikit penjelasan ini dapat menjadi pencerahan bagi penanya.

Apa itu History of English Language?

History of English Language adalah sebuah mata kuliah wajib di jurusan bahasa dan sastra inggris. Mata kuliah ini kita akan mempelajari asal muasal dari bahasa Inggris. Bahasa Inggris berasal dari Bahasa West Germanic yang berasal dari dialek Anglo-Frissian. Bahasa ini dibawa ke daratan Inggris Raya oleh penakluk Jerman dan para penduduk yang kita kenal sekarang dengan nama Netherlands dan Barat Laut Jerman. Kosa kata Bahasa Inggris yang kita kenal sekarang berasal dari Bahasa Anglo-Norman. Singkatnya Bahasa Inggris merupakan “Bahasa Pinjaman” yaitu bahasa yang meminjam kosa kata dari bahasa lain sebagai alat komunikasi bagi orang-orang di dataran Inggris.

Pada perkembangannya Bahasa Inggris dapat dibagi menjadi beberapa periode sebagai berikut:

1. Proto English

2. Old English

3. Middle English

4. Early Modern English

5. Modern English

Singkatnya History of English Language mempelajari perkembangan Bahasa Inggris sebagai sebuah Bahasa dari awal hingga saat ini.