Frustasi Mou, Frustasi Kita Semua (Yang Nge-Fans Man United)

Generic Banner

berita mu, pencaricerah.com – Imbang. Laga tandang Manchester United ke Goodison Park, kandang Everton FC berakhir imbang 1-1. Setelah Ibrahimovic membawa tim setan merah memimpin dengan gol indahnya menjelang babak pertama berakhir, Everton mendapatkan penalti yang sukses dieksekusi Leighton Baines.

gambar dari manutd.com
gambar dari manutd.com

Apakah Manchester United setelah ditinggal Ferguson akan sulit untuk menjadi juara Liga Domestik, sebagaimana Liverpool FC? Pertanyaan ini akan terjawab di akhir kompetisi dan diakhir kontrak Manajer.

Performa yang bagus, hasil yang buruk

Jose Mourinho mengatakan pada manutd.com dan Skysports bahwa hasil imbang di kandang Everton merupakan hasil yang buruk. Bermain di Goodison Park dibawah tekanan penonton fanatik dan juga melawan tim dengan pemain yang bagus Manchester United sudah menampilkan permainan terbaik, kata Mou. Jika keadaan tim tidak sebagus saat ini, hasil imbang di Goodison Park merupakan hasil yang memuaskan, lanjut sang manager.

Mengontrol permainan sepanjang waktu merupakan hal yang sangat sulit dilakukan tetapi tim MU sudah melakukannya dalam 80 menit. Taktik memainkan umpan-umpan panjang ke jantung pertahanan yang digunakan Everton sangat sulit untuk dipatahkan menurut Mou. “Anda dapat memberi tekanan pada permainan umpan-umpan pendek, tetapi anda tidak bisa menghentikan aliran bola di udara.”

Ini yang menjadi alasan Mourinho memasukkan Mourane Fellaini. “Everton bermain dengan umpan-umpan panjang,” tegas Mou, dan saat tim kalah berebut bola di udara dan MU mempunyai pemain dengan tinggi hampir 2 meter. Jadi memasukkan Fellaini untuk membantu pemain bertahan adalah alasan yang sangat logis.

Sedikit mengulas pilihan mister Mourinho. Fellaini memiliki kemampuan yang sangat bagus untuk merebut umpan lambung. Sebelum Zlatan datang ke Old Trafford beberapa kali pelatih seperti van Gaal dan Moyes menggunakan pemain ini sebagai target man untuk menahan bola dan juga mengalirkannya saat tercipta peluang untuk counter-attack.

Secara pribadi saya kurang setuju saat Manchester United membeli mantan pemain Everton ini. Fellaini memang kuat untuk duel udara tetapi kecepatannya hampir tidak ada (jika anda bandingkan dengan scholes, giggs, dan rashford). Setelah Zlatan datang, peran Fellaini sebagai target man di ganti oleh pemain asal Swedia ini. Zlatan tidak hanya tinggi tetapi juga mempunyai skill olah bola yang ciamik dan juga naluri mencetak gol.

Ada baiknya Mou lebih memampatkan lagi peran dari Fellaini di pertandingan mendatang. Maksudnya jika ada Zlatan yang bagus saat menyerang, Fellaini diplot sebagai jangkar untuk menghadang umpan-umpan panjang counter tim lawan. Yah, itu kalau umpan lambung, kalau bola daerah pemain ini mesti dibantu oleh pemain belakang.

Lanjut.

Frustasi karena ga menang?

Mourinho melepaskan rasa frustasinya kepada wartawan yang menanyakan kekhawatiran sang manajer dengan dua hasil imbang di Liga premier Inggris. “Saat tim saya memainkan sepakbola prakmatis dan memenangkan pertandingan dan memenangkan Liga, Anda (baca: media) berkomentar hasil itu tidak bagus dan tidak menarik. Saat tim saya seperti saat ini, mereka bermain dengan sangat..sangat..bagus dan ada perubahan besar dalam dua atau tiga tahun terakhir. Sekarang anda bilang yang dibutuhkan adalah hasil, bagaimana pun caranya. Anda harus putuskan”

Manchester United F.C semasa dipegang oleh Sir Alex merupakan tim yang mudah untuk beradaptasi. Tim yang ditangani oleh Sir Alex adalah tim dengan serangan yang mematikan, tapi di lain waktu Sir Alex dapat mengubah taktik dengan menjadikan tim bermain secara defensif dan hanya mengandalkan kecepatan dalam serangan balik.

Dari yang disampaikan oleh Mourinho diatas saya menyimpulkan jika pelatih dan pemain masih mencari jati diri. Mou dengan tim lamanya dikenal sebagai tim yang meraih hasil dengan taktik yang pragmatis, kini ia mengambil tantangan di MU yang harus memberikan permainan menyerang yang enak dilihat dan juga menghasilkan poin.

Menurut saya Mou bisa melakukannya. Sebagai salah satu pelatih top di Eropa, Mourinho telah membuktikan tim racikannya memenangkan gelar juara. Tapi apakah fans masih mau menunggu hasil racikan The Special One? Jujur saja, saya salah satu fans yang sudah geregetan dengan manajemen klub dan pelatih. Dengan pemain-pemain bagus yang menjadi materi klub tahun ini, seharusnya zona Liga Champion sudah ditangan. Juara Liga Premier, tahun depan.

Bagaimana menurut anda?

Advertisements

Gol Zlatan Ibrahimovic Selamatkan Manchester United dari Kekalahan

Berita MU, pencaricerah.comManchester United kembali ditahan oleh tamunya pada laga Liga Premier Inggris malam tadi. Hasil imbang 1-1 melawan West Ham united membuat persaingan untuk mendapatkan tempat di zona Liga Champion semakin jauh bagi tim setan merah.

gol zlatan ibrahimovic membuat imbang pertandingan
gambar dari manutd.com

Tim tamu lebih dahulu unggul lewat sundulan Diafra Sakho setelah menerima umpan dari tendangan bebas Dmitri Payet. Manchester United menyamakan kedudukan lewat tandukan Zlatan Ibrahimovic beberapa saat sebelum turun minum.

 

Ander Herera: Unbelieveable

 

Gelandang Manchester United asal Spanyol, Ander Herera, menyiratkan kekecewaannya pada hasil laga lawan West Ham United. Dikutip laman situs manutd.com dari skysport Herera mengatakan.

“Sekali lagi, penjaga gawang adalah pemain terbaik mereka. Hal yang sama terjadi saat melawan Burnley, Stoke, dan Arsenal. Saya tidak bisa menghitung pertandingan (musim ini) dimana kami menciptakan peluang lebih banyak daripada tim lawan.”

“Kami bermain dengan sangat baik: Menciptakan peluang, melepaskan tembakan. Kami alirkan bola dari setiap sudut dan melepaskan umpan silang – saya tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk memenangkan pertandingan. Saya juga tidak tahu apa yang harus dikatakan pada para fans, kami juga sangat frustasi ”

“Kami telah bermain dengan bagus, dan menjalankan strategi dengan baik. Saya rasa West Ham tim yang tangguh, mereka tidak menguasai bola lebih dari satu menit – jadi kami tidak percaya saat pertandingan ini tidak kami menangkan. Ini pertama kalinya dalam karir saya merasakan hal (baca: rasa frustasi) ini.”

Hasil imbang ini membuat peluang tim Manchester United semakin kecil untuk mendapatkan tempat di empat besar Liga Premier Inggris. Jika diperhatikan setelah tim berlaga di Liga Eropa hasil maksimal tidak akan didapat. Mou harus bisa melakukan rotasi pemain dengan baik karena ada beberapa besar yang masih belum mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi.

Memphis Depay, Sergio Romero, Anthony Martial adalah beberapa nama yang belum mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi di beberapa kompetisi yang diikuti oleh tim. Eks pemain Bayern, Bastian Schweinsteiger, malah belum mendapatkan kesempatan bermain sama sekali. Oke memang Schweni sudah berumur tetapi ia punya pengalaman dan setidaknya Mou bisa memanfaatkan pengalaman pemain Jerman dan mental juaranya untuk membangun tim lebih baik.

Itu menurut saya, bagaimana menurut anda?