Kuliah Itu Berapa Tahun Sih? Ini Jawabannya

Saya sering mendapat pertanyaan dari pengunjung blog

“kak, kuliah itu berapa tahun?” atau

“om, Kuliah S1 sampai berapa semester?” atau

“bang, semester kuliah ada berapa?”

Saya sangat senang mendapatkan pertanyaan-pertanyaan diatas.

Artinya kamu yang saat ini baru mulai kuliah, sudah mempersiapkan masa depan kamu dengan tidak ingin berlama-lama di kampus.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pembaca pencaricerah.com diatas saya sedikit mengalami kesulitan.

Apa itu?

Soalnya saran yang saya berikan di tulisan kuliah itu berapa tahun? berbeda sedikit dengan pengalaman.

Jangan lewatin 7 Cara Berpakaian Untuk Mahasiswa Baru

Namun saya berharap kamu bisa belajar dari pengalaman saya yang tidak sesempurna tulisan ini.

Mungkin yang bertanya sedang menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan saat kuliah atau mungkin juga sedang merencanakan apa yang bisa ia lakukan disela-sela perkuliahan.

Berdasarkan pertanyaan yang beberapa kali muncul di kolom komentar beberapa postingan saya dua kategori tersebut yang dapat saya simpulkan. Oleh karena itu saya mencoba untuk menjawab dengan sepengetahuan saya dan juga pengalaman saya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi berapa semester dalam kuliah dijalani oleh seseorang. Contohnya apakah jurusan yang diambil oleh mahasiswa tersebut sesuai dengan minat dan bakatnya, Apakah mahasiswa itu tok hanya kuliah atau ia juga mencari nafkah sembari kuliah, Bagaimana kemampuan seseorang dalam mengikuti perkuliahan, dan lain sebagainya.

Bonus: Pekerjaan admin pencaricerah selain nulis di blog pencaricerah.com apa sih? Jawabannya Marketing Support. Temukan lika-liku perjalanan saya sebagai pegawai kantoran berdasi di link tersebut.

Seperti yang telah saya sebutkan diatas berapa lama kuliah seseorang itu banyak faktor yang mempengaruhinya. Makanya sebagai seorang calon mahasiswa saya sarankan banyak mencari informasi tentang perkuliahan. (baca: informasi kuliah sastra inggris)

Selain pertanyaan semester kuliah ada berapa untuk lulus sarjana bagi calon mahasiswa perlu tahu juga apa itu sks dalam kuliah. Idealnya dengan tidak ada ospek calon mahasiswa harus banyak mencari informasi agar bisa membantu percepatan proses belajar di perguruan tinggi dan juga merancang rencana masa studinya.

Kuliah S1 berapa semester idealnya untuk diselesaikan? Menurut pendapat saya sebaiknya kuliah untuk gelar sarjana S-1 diselesaikan dalam 4 tahun atau 8 semester. Jika terpaksa maka usahakan untuk menyelesaikan kuliah maksimal dalam 6 tahun.

Jika anda terpaksa menyelesaikan kuliah selama 6 tahun anda harus bertekad untuk menjadi lulusan terbaik di kampus. Mungkin anda akan merasa bingung karena ada orang disekitar anda yang kuliah lebih dari durasi waktu yang saya sebutkan. Hal ini membuat anda menjadi galau dan bertanya-tanya “kuliah itu sampai berapa semester sih?”

15 Hal Yang Perlu diketahui oleh Mahasiswa Baru

Pembahasan kuliah itu berapa tahun saya coba fokuskan dipendidikan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana S-1. Dengan memfokuskan di satu proses ini saya bisa dengan mudah menyampaikan apa yang saya alami dalam menyelesaikan kuliah sastra inggris.

Baca: Kuliah di Jurusan Akuntansi itu Susah Ga Sih?

Jumlah semester dalam kuliah sastra inggris yang saya jalani totalnya adalah 10 semester. Saya masuk ke jurusan bahasa dan sastra inggris Universitas Negeri Padang di tahun 2002 dan saya lulus di tahun 2007. Jadi anda bisa menyimpulkan jawaban atas pertanyaan semester kuliah itu berapa bulan.

Jika anda tidak menyelesaikan dalam jangka waktu yamg diberikan maka kemungkinan besar anda akan diberi 3 pilihan

  1. Memperpanjang studi dalam 1 atau 2 semester. Artinya anda harus selesai kuliah dalam semester ke 7 atau 8
  2. Mengundurkan diri
  3. Drop out

Untuk menyelesaikan satu gelar sarjana anda akan mengikuti 145 sampai 147 mata kuliah. Saya sendiri menyelesaikan kuliah sastra inggris setelah menyelesaikan 57 mata kuliah sastra inggris.

Sebelum menjawab pertanyaan kuliah itu berapa tahun, saya ingin anda menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini,

  1. kenapa anda ingin kuliah?
  2. Apakah anda kuliah karena orang tua?
  3. Apakah anda kuliah karena teman anda kuliah?
  4. Apa anda kuliah untuk mendapatkan pekerjaan yang meningkatkan taraf hidup keluarga?

Kenapa saya menanyakan hal-hal diatas kepada anda? Bukan langsung menjawab pertanyaan yang mudah itu? Pertama saya ingin anda kembali pada tujuan anda.

Dalam Islam ada hadist yang berbunyi innama amalu binniyaat. Segala sesuatu berawal dari niat.

Begitu pun kuliah.

Jika anda niat kuliah karena orang tua yang ingin agar anda kuliah, tanyakan kenapa? Lihat keadaan keluarga anda. Saya ingin memberikan contoh pada anda. Contoh ini tidak jauh karena ia berasal dari saya sendiri. Jadi semoga anda bisa mendapatkan pelajaran darinya.

Setelah selesai sekolah di kota Bukittinggi dan mendapatkan berita kelulusan Evaluasi Belajar Tahap Akhir saya bersiap diri untuk kuliah. Orangtua saya sangat mengharapkan agar anak-anaknya jadi Orang.

Baca: Fatin Mungkin Belum Lulus Kuliah Tahun 2018, Ini Penyebabnya

Maksudnya bukan selama ini saya kera dan berevolusi jadi manusia seperti kata si Darwin. Tetapi menjadi individu yang sukses dengan simbol yang berlaku yaitu mempunyai mobil, rumah, istri yang cantik, dan anak yang banyak.

Banyak orang yang dikenal oleh orang tua saya menjadi Orang karena gelar sarjana. Karena itu mereka berusaha dengan sangat keras agar saya dan adik-adik (anak-anaknya) memiliki gelar sarjana. Tujuannya satu agar anak-anaknya tidak senasib seperti mereka.

Orangtua saya sendiri tidak memiliki pendidikan tinggi karena situasi ekonomi keluarga mereka. Ibu saya mempunyai banyak saudara dan pendidikan paling tinggi yang diusahakan oleh kakek dan nenek saya hanya setingkat SMA. Begitu pula ayah saya.

Karena pengalaman mereka tersebut saya dan adik-adik selalu di pecut agar berprestasi dan semangat sekolah. Saya masih ingat ketika orang tua saya marah karena malas belajar, mereka memarahi saya dengan mengatakan

mau jadi tukang angkat dipasar kamu?

Tentu saja saya tidak mau. Dan itu membuat saya dan adik-adik selalu push to the maximum limit of our strenghts.

Saya pun menyelesaikan sekolah menengah atas dengan prestasi yang membuat Ibu terharu. Mendapatkan peringkat ketiga dikelas (selama ini tidak pernah masuk rangking 10 besar) dan menjadi salah satu lulusan terbaik.

Setelah ebtanas saya pun merasa euforia kuliah sedang mewabah, termasuk saya. Pembahasan di sekolah tidak luput dari memilih jurusan di perguruan tinggi.

Saya sendiri memilih untuk kuliah di jurusan sastra. Pilihan sementara saya kala itu adalah sastra perancis. Tapi orang tua dan kerabat saya menganjurkan agar saya masuk sastra inggris. Orang tua saya melihat bakat saya untuk bahasa inggris diatas rata-rata. Soalnya mereka melihat teman-teman saya banyak yang bertanya jika ada soal bahasa inggris kepada saya. Dan dari kecil saya juga dilihat banyak belajar bahasa inggris sendiri dengan perantaraan film kartun.
Pilihannya hampir seragam yaitu kuliah di luar kota karena budaya orang minang adalah merantau.

Karena euforia itu kami tidak membuat rencana berapa lama kuliah di jurusan yang kami pilih. Saya sendiri akhirnya lulus setelah lima tahun menjalani kehidupan kuliah. Lama kuliah saya ini masih terhitung standar karena jurusan sastra inggris di perguruan tinggi yang saya pilih masih tergolong baru.

Umumnya untuk menyelesaikan sebuah perkuliahan adalah 4 tahun. Jika kampusnya memiliki fasilitas perkuliahan lengkap mulai dari dosen hingga alat-alat bantunya, sebaiknya usahakan menyelesaikan kuliah kurang dari 4 tahun.

Ini alasan saya mengatakan hal tersebut.

Lapangan kerja bagi fresh graduate itu mempunyai persaingan yang cukup tinggi. Jika kamu tidak menyelesaikan kuliah dengan jangka waktu normal, kamu akan tergencet dalam persaingan di dunia kerja.

Orang yang sudah bekerja pun akan memilih perusahaan yang sama dengan fresh graduate. Anda akan mengetahui alasannya di lain waktu.

Semakin lama anda kuliah beban ekonomi keluarga anda akan semakin tinggi. Saya merasakan kondisi ini karena orang tua saya tidak mampu. Makanya agar meringankan beban orang tua saya banyak dibantu dengan kuciran bantuan beasiswa dari kampus. Saya heran jika beberapa dari mahasiswa sekarang yang tidak mencari beasiswa sekarang ini.

Usahakan untuk mendapatkan beasiswa saat kuliah. Mungkin nilainya kecil dalam pandangan anda tetapi beasiswa tersebut dapat mengurangi beban dari orang tua anda.

Jika anda mendapatkan beasiswa maka secara tidak langsung meringankan beban orang tua. Selain itu anda juga menolong biaya sekolah saudara anda yang lain.

Semoga kisah yang saya bagi dan juga saran yang saya sampaikan bisa menjawab pertanyaan anda kuliah itu berapa tahun. Jangan lupa jika ada pertanyaan silahkan gunakan kolom komentar, saya akan berusaha menjawab pertanyaan anda dan Bagikan artikel ini agar bisa bermanfaat juga bagi rekan-rekan anda yang lain.

Advertisements

15 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Masuk Perguruan Tinggi

Setelah sekolah ntar mau kuliah dimana?

Pertanyaan ini mungkin bakalan sering diterima anak SMA yang telah menyelesaikan ujian akhir nasional beberapa waktu lalu.

Jawaban yang akan diterima sipenanya tentu akan bermacam-macam, tetapi jika yang menanya justru ditanya balik oleh yang ditanya, apa si penanya bisa jawab?

Jangan bingung sob, ini cuman permainan kata saja. Tulisan saya kali ini membahas tentang hal-hal yang harus anda ketahui tentang perguruan tinggi. Tujuannya agar anda dapat dengan mudah beradaptasi dengan kehidupan kampus nantinya.

[isa_amp_and_regular_adsense]

Saya mencoba mendalami kira-kira apa saja yang akan saya bantu bagi anda pengunjung blog pencaricerah.com ini, dan akhirnya saya menemukan pertanyaan yang cukup bagus karena menurut saya si penanya telah menanyakan pertanyaan tentang perkuliahan yang cukup lengkap dan semoga saja merepresentasikan pertanyaan-pertanyaan dari pelajar-pelajar lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan ini saya temukan dalam situs yahoo answer. Karena saya tidak punya akun aktif di yahoo maka saya gunakan blog ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Coba disimak ya ..

diskusi kelompok mahasiswa perguruan tinggi

 

      1. Bagaimana universitas yang bagus menurut anda?
        Sebuah universitas yang bagus pastilah memiliki prestasi akademik dan non akademik yang banyak. Indikator yang lain adalah mahasiswa yang telah lulus di perguruan tinggi tersebut banyak yang diterima di lapangan kerja atau memberi manfaat kepada masyarakat banyak dengan membuka lapangan kerja baru.
        Ada banyak kriteria yang dapat anda terapkan untuk memilih universitas yang bagus. Selain kriteria yang saya contohkan diatas anda juga bisa meminta saran kepada senior anda yang sudah kuliah di universitas.
        Jika anda bertanya tentang pemilihan universitas yang bagus pada senior anda maka anda akan mendapatkan jawaban yang cenderung subjektif.
        Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi telah memberikan peringkat untuk masing-masing universitas yang terdaftar di Indonesia, contohnya dapat anda lihat pada tulisan saya tentang kampus sastra inggris terbaik di Indonesia dan
         Daftar 20 Universitas Terbaik Indonesia.Intinya disini:
        Selain anda mendapatkan rekomendasi dari orang-orang dekat seperti saudara, senior dan juga situs-situs informasi pendidikan seperti webometrics. Jangan lupa untuk cek universitas terbaik di situs Badan Akreditasi Negara. Sejauh ini perguruan tinggi yang populer dan mendapatkan akreditasi dari BAN-PT masih di pegang oleh Universitas yang banyak dikenal seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung dan lain-lain.Selain mungkin anda bisa menambahkan dalam pertimbangan anda 4 hal yang harus anda perhatikan saat memilih perguruan tinggi.
      2. Berapa tahun kita harus kuliah?
        Saya akan membahas lebih lanjut tentang pertanyaan berapa tahun lamanya ANDA harus kuliah di postingan tentang kuliah itu berapa lama sih?
        Kali ini saya ingin memberikan sebuah jawaban yang singkat. Lama anda mengikuti masa perkuliahan lebih baik dilakukan selama 4 tahun atau jika anda mampu selesaikan perkuliahan dalam 3,5 tahun. Anda akan menemukan alasan yang tepat dan semoga memacu anda untuk menyelesaikan kuliah di artikel kuliah itu berapa lama.
      3. Saat kuliah tentu kita mengambil sebuah Prodi, bagaimanakah pelajaran yang diberikan dalam Prodi tersebut? Apakah sama seperti saat SMA ada Jurusan IPA dan IPS? (di Jurusan IPA dominan pelajaran IPA dan sebaliknya)
        Saat anda memilih sebuah program studi atau Prodi anda akan mendapatkan pelajaran sesuai dengan prodi yang anda pilih tersebut. Sekilas pelajaran yang anda dapatkan di prodi tersebut hampir sama seperti ketika ada berada di penjurusan Pengetahuan Alam, Pengetahuan Sosial atau Pengetahuan Bahasa.

        Ini pengalaman saya ketika kuliah di jurusan bahasa dan sastra inggris fakultas bahasa, sastra dan seni Universitas Negeri Padang.
        Sekilas orang akan melihat jurusan ini hanya fokus pada belajar bahasa inggris. Tetapi di jurusan ini ada tiga program pendidikan: Program Keguruan, Program Linguistik dan Program Kesusasteraan. Secara garis besar ketiga program pendidikan ini dapat di split lagi menjadi dua yaitu Prodi non-kependidikan dan Prodi Kependidikan.
        Program Non Kependidikan adalah program yang dibuat oleh perguruan tinggi untuk menghasilkan pekerja profesional di bidang kesusastraan atau linguistik, sedangkan prodi kependidikan adalah program dimana seorang mahasiswa dididik untuk menjadi tenaga pengajar yang profesional.
        Meskipun masing-masing prodi tersebut berbeda tujuan dalam menghasilkan calon tenaga profesional ada beberapa mata kuliah jurusan yang dapat diambil baik oleh mahasiswa NK dan Kependidikan. Contoh mata kuliah yang dapat diambil oleh mahasiswa nk dan kependidikan adalah computer assisted language learning atau mata kuliah listening comprehension.
        Tidak hanya mata kuliah dasar dalam menguasai bahasa inggris, mata kuliah dasar sastra maupun linguistik pun dapat diambil baik Mahasiswa Prodi Kependidikan dan pastinya wajib untuk Mahasiswa Prodi Non-Kependidikan. Contoh mata kuliahnya adalah Introduction to Literature, dan Introduction to Linguistics.
        Kalau di zaman saya kuliah di jurusan bahasa sastra inggris unp, mata kuliah (bukan mata pelajaran atau mapel yak) yang dapat diambil oleh dua prodi yang berbeda ini adalah mata kuliah Intensive Course (IC). Mata kuliah ini adalah pengantar untuk jurusan dimana setiap mahasiswa belajar bahasa inggris dari dasar kembali dengan tujuan memudahkan mahasiswa tersebut untuk mengikuti perkuliahan yang mempunyai bahasa pengantar bahasa inggris. Pada suatu waktu (lah kek dongeng??) mahasiswa non-kependidikan dan kependidikan bisa jadi tidak mendapatkan mata kuliah yang sama di jurusan bahasa dan sastra inggris. Contoh mata kuliahnya seperti Theory of Literary Criticism untuk mahasiswa Non-Kependidikan dan Methodology of Teaching untuk mahasiswa Kependidikan.
      4. Bagaimanakah sistem pengambilan nilai pada saat kuliah? apakah ada ulangan tertentu atau malah sama seperti pada saat SMA, SMP,? (Try Out, UTS, UAS) dan berapa kali setahun ulangan itu dilaksanakan?
        Saat kuliah anda akan menemui yang namanya Ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Ujian Tengah Semester seperti ulangan dan Ujian Akhir Semester seperti UAS yang anda kenal disekolah yaitu evaluasi akhir terhadap peserta didik. Ujian akan dilakukan setiap semester. Namun tidak hanya itu, beberapa dosen suka mengeluarkan ajian ujian mendadak dengan alasan untuk mengangkat nilai akademik mahasiswanya sebelum Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir Semester (atau memberikan tugas membuat makalah). Intinya Ujian Resmi hanya 4 kali dalam setahun, dua ujian tengah semester dan dua ujian akhir semester.
      5. Bagaimana Jam pelajaran pada saat kuliah? apakah sama seperti di SMA dan SMP? (Siswa siap dikelas, Guru datang, pada saat jam pelajaran habis, guru meninggalkan kelas.) dan kalau iya, biasanya satu pelajaran berapa jam?

        Jam kuliah bervariasi tergantung berapa mata kuliah yang diambil dan berapa beban sks di masing-masing mata kuliah. Untuk satu mata kuliah beban sksnya minimal 2 sks. 1 sks sekitar satu jam. Dan maksimal seorang mahasiswa dapat mengambil beban mata kuliahnya sebanyak 24 sks. 24 sks itu tidak mesti mata kuliahnya 2 sks, tetapi merupakan akumulasi dari beban mata kuliah. Kita bahas lebih jauh mengenai ini dilain tempat. Cara mengajar dosen beragam, ada yang seperti guru yaitu datang lalu “berceramah” di depan dan mahasiswa diminta untuk mencatat lalu diberi tugas. Ada juga dosen yang datang, duduk, lalu langsung menunjuk seseorang untuk mengelaborasi atau memaparkan apa saja yang telah dia ketahui tentang materi kuliah yang telah dibahas atau materi kuliah yang berasal dari buku yang ditetapkan. Ada juga dosen yang hampir setiap hari menginginkan mahasiswanya membuat makalah (yang kalau semua makalah dibuat sendiri lalu dikumpulin, bisa dijadiin buku sendiri).
      6. Sistem Penilaian di Universitas? ada hubungannya dengan IP dan lain lain serta cara menghitungnya?
        IP adalah sistem penilaian di Universitas. IP kependekan dari Indeks Prestasi yaitu jumlah dari seluruh nilai mata kuliah yang anda ambil dalam satu semester. Nilai di perkuliahan beragam tapi secara sederhana nilai untuk satu mata kuliah bisa A, B, C, D, E. Bobot nilai A adalah 4, B adalah 3, C bernilai 2, D sama dengan 1, dan E = 0.


    Baca pengalaman agar IP selalu diatas 3
    buku 24 cara mendongkrak ipk (indeks prestasi kumulatif)
    Pesan Bukunya Sekarang

    1. Setahu anda, adakah ekstrakulikuler di Universitas?
      Seperti sekolah, Universitas atau perguruan tinggi juga mempunyai kegiatan ekstrakulikuler. Bahkan jika dibandingkan dengan sekolah ekstrakulikuler mahasiswa jauh lebih berkualitas. Contoh jika anda terlibat dalam kegiatan ekstrakulikuler di bidang sosial politik dengan memasuki Badan Eksekutif Mahasiswa, maka anda tidak hanya membuat program agar mahasiswa di lingkungan kampus berpartisipasi tetapi juga harus berhadapan dengan lobi-lobi “politik” agar program anda dapat berjalan dan juga mendapat pendanaan. Beberapa dosen pun akan memberikan nilai plus terhadap mahasiswa yang mengikuti kegiatan ektrakulikuler tetapi harap dicatat hal ini tidak berlaku pada semua dosen. Ada dosen yang tidak peduli kegiatan ekstra apa yang anda ikuti, tidak peduli pula pada betapa suksesnya acara-acara yang anda jalankan. Jika nilai akademik anda pada mata kuliah yang bersangkutan jeblok maka bersiaplah untuk mengulang mata kuliah tersebut di tahun depan (atau semester depan). 

    1. Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk masuk dalam suatu universitas?
      Biasanya untuk masuk ke Universitas ada tes atau ujian untuk menyaring mahasiswanya. Baik Universitas swasta maupun Universitas negeri melakukan hal ini. Calon mahasiswa harus lulus nilai ujian tertentu yang dikenal dengan nama passing grade.
    2. Apakah Universitas juga mengenal sistem Semester?
      Universitas memakai sistem semester dalam merencanakan pendidikannya. Satu semester itu lamanya enam bulan (cuma ngingetin kalau ada yang lupa)
    3. Adakah pembagian Raport pada saat kuliah?
      Raport itu adalah sebuah sistem laporan perkembangan dari siswa terhadap kegiatan belajar yang telah dijalani selama periode tertentu di sekolah. Kalau di perguruan tinggi raport ini dikenal dengan indeks prestasi kumulatif atau IPK. Jadi setelah enam bulan menjalani perkuliahan dengan mata kuliah bermacam-macam dan setelah menjalani ujian akhir semester maka mahasiswa akan diberikan semacam pembagian raport. Bedanya dengan rapor, hasil dari kuliah selama enam bulan tidak diberikan pada sebuah buku tetapi pada selembar kertas kecil hasil print-an yang mencantumkan Nomor Induk Mahasiswa, Prodi yang diikuti, dan mata kuliah yang diambil pada semester tersebut beserta nilainya. Beberapa Universitas sekarang malah telah membuat web untuk pengumuman tersebut.
    4. Biasanya, apa yang diajarkan selama Ospek? dan apa bedanya dengan MOS pada saat SMA SMP, dan berapa lama ospek dilaksanakan? (Saya pernah dengar bahwa ospeknya ITS sampai setahun, itu ngapain aja?)

      Entah darimana asalnya istilah Ospek tersebut digunakan. Hingga saat ini (setelah lulus kuliah) saya masih mencari asal usul penggunaan istilah Ospek sebagai acara untuk menerima mahasiswa baru tersebut. Jika dibandingkan antara OSPEK dan MOS maka keduanya akan terlihat sama tapi berbeda. Pun begitu terhadap pengadaan kedua acara tersebut. Ada pihak yang pro dan ada juga pihak yang kontra.
      Beberapa teman saya ada yang menghargai diadakannya acara seperti OSPEK, tapi yang menolak dan merasa telah dibodohi karena acara tersebut diadakan juga tidak sedikit. Meskipun secara pribadi saya menolak diadakan kegiatan tersebut. Ada kenangan yang menjadi cerita kepada anda saat saya menjalani acara OSPEK ini.
    5. Saya pernah dengar ada orang kuliah jam 7 misal, pulang jam 11, trus jam 1 siang kuliah lagi. nah itu maksudnya gimana ya? Apa kuliah itu tidak harus full day? dan dalam seminggu apa kita harus kuliah selama lima hari juga (seperti sekolah 5 atau 6 hari dalam seminggu (SMA))?
      Itu adalah variasi belajar di Universitas yang saya singgung diatas. Jam kuliah (jam belajar) tergantung pada jadwal yang telah disusun oleh tim gabungan dari Universitas dan fakultas/jurusan. Baik Dosen dan mahasiswa hanya mengikuti jadwal yang telah diberikan. Jadi mungkin saja dalam mata kuliah A anda kuliah jam 7 pagi sampai jam 9, setelah itu anda lanjut mata kuliah B di jam 4 sore sampai jam 5. Dan jadwal tersebut juga tergantung banyak atau tidak mata kuliah yang diambil dalam satu semester. Jika anda hanya mengambil 3 mata kuliah mungkin dalam sehari anda hanya akan kuliah 1 mata kuliah saja dan itu berlangsung selama 2 jam. Maksimal mata kuliah yang diambil adalah 1 sks, dan lama kuliah dalam 1 sks biasanya 1 jam.
    6. Apa itu SKS? (pemikiran saya selama ini, SKS sama halnya dengan Mata Pelajaran, apa iya?)
      SKS adalah kependekan dari Sistem Kredit Semester. Jangka waktunya seperti yang saya sebutkan tadi biasanya 1 SKS berlangsung 1 jam.
    7. Apakah ada batasan berapa SKS yang dapat kita ikuti dalam waktu tertentu? bila iya, tergantung pada hal apa (banyaknya)?
      Setahu saya maksimal seorang mahasiswa dapat mengikuti 24 SKS, dan total tersebut merupakan total bobot dari mata kuliah. Contoh untuk prodi sastra inggris, mata kuliah history of English literature di Universitas saya mempunyai bobot 2 SKS. Lain lagi dengan mata kuliah Listening yang mempunyai bobot 3 SKS. Biasanya besaran SKS tergantung seberapa perlunya mata kuliah tersebut dalam kuliah di prodi yang anda pilih.
    8. Apakah ada semacam unas supaya lulus kuliah? atau yg saya dengar, apa harus menyusun skripsi? skripsi itu biasanya untuk apa dan topik apa yang dibahas? Apakah seperti mencari suatu masalah, lalu solusi kita dituangkan ke dalam skripsi? atau bagaimana?
      Untuk lulus kuliah anda perlu menyelesaikan beberapa mata kuliah wajib dan beberapa mata kuliah pilihan. Apa saja mata kuliah wajib dan apa saja mata kuliah pilihan dapat anda lihat dalam buku panduan yang diberikan saat anda masuk ke prodi yang anda pilih. Jika anda telah menyelesaikan mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan dan anda telah cukup mempunyai bobot sks yang ditentukan maka anda berhak untuk mengajukan skripsi. Skripsi adalah proses akhir dari perkuliahan. Di dalam pemaparan anda yang mengangkat sebuah masalah di skripsi yang anda tulis anda secara tidak langsung dituntut untuk mengetahui dan memahami permasalah yang anda angkat beserta solusinya. Jika anda berkesempatan berjalan-jalan ke took buku cobalah cari jurnal ilmiah. Di dalam jurnal ilmiah tersebut anda dapat melihat contoh skripsi atau penelitian dari orang-orang yang berkompeten. Contoh jurusan sastra inggris, skripsi yang akan dibuat bisa meneliti sebuah novel atau karya sastra lain dan mengangkat sebuah fenomena atau topik yang bisa anda pertahankan saat di persidangan skripsi.(Baca: Jalan Terjal Menulis Skripsi Sastra)

Kesimpulan

Kehidupan di  Perguruan tinggi pastinya akan jauh sangat berbeda dibandingkan dengan kehidupan di sekolah.

Di perguruan tinggi anda akan belajar menjadi mandiri dan juga lebih bijaksana dalam menentukan pilihan, seperti memilih untuk menyelesaikan kuliah dan juga mengambil berapa mata kuliah dalam satu semester. Setiap keputusan yang anda ambil akan memberikan pengaruh pada tingkat kedewasaan anda.

Akhir kata semoga sukses, dan semoga anda diberikan kelancara dalam kuliah di perguruan tinggi.

sedikit catatan:

  1. Jika ada hal yang akan didiskusikan silahkan gunakan kolom komentar dibawah
  2. Jika tulisan ini membantu anda, tolong sebarkan agar teman anda yang lain juga terbantu