Mahasiswa Sastra Inggris, Yang dipelajari adalah Proses

Kesibukan dan rutinitas di kantor membuat energi saya berkurang untuk mencurahkan perhatian pada blog ini. Hari ini saya buka blog dan saya merasa tertarik dengan sebuah komentar dari adit pada tulisan peluang kerja sastra inggris. Sebagai mahasiswa yang baru lulus dari universitas Jendral Soedirman, berikut pengalaman sebagai mahasiswa sastra inggris Adit di salah satu universitas di Indonesia.

——

Saya fresh graduate dari Sastra Inggris Univ. Jenderal Soedirman Purwokerto. Banyak pengalaman yang saya lalui dalam mempelajari segala hal baik di lingkup sastra maupun non-sastra. Di Sastra Inggris, kita akan belajar basic skills learning kayak writing, speaking, listening, structure (grammar), dan vocabulary. Disamping mempelajari bidang sastra dan linguistik, kita juga dibekali english for business, biasanya berhubungan dengan komunikasi, presentasi, dan surat-menyurat.

Saya sendiri tertarik dengan bidang sastra, sesuai tanggung jawab gelar (S.S) dan sebenarnya apa yang kita dalami lebih spesifik ke bagaimana pola pikir kita berkembang dalam implementasinya terhadap bidang yang didalami.

Jadi kalo kalian yang mau atau lagi kuliah di sastra Inggris, gak harus galau dalam menentukan bidang (utamanya untuk menyusun skripsi) dan membandingkannya dengan prospek kerja kita di masa lulus. Sekedar info, mayoritas lulusan Sastra Inggris di USOED bekerja di Bank, atau tidak sepenuhnya bekerja di dunia yang berhubungan murni dengan sastra, linguistik, dsb.

Pada hakikatnya apa yang kita pelajari dalam sastra Inggris adalah “prosesnya”.

Anak sastra biasanya berfikiran filosofis yang (harusnya) berkritik dengan tidak subjektif dan tidak selalu berpatok pada ilmu pasti. Saya kebetulan mengambil pendekatan filsafat untuk skripsi saya dan pola pikir saya dalam berfilsafat kadang dibilang gila oleh orang2 awam, Tapi menarik bagi orang-orang yang paham tentang dunia sastra. Dan jika orang-orang awam itu paham akan filsafat, mereka akan sadar bahwa segala sesuatu di dunia, entah materi buatan manusia dan pengetahuan yang ditemukan dan dipatenkan oleh manusia adalah buah “pemikiran,” filosofi sederhana dari penemu kemudian direalisasikan. Bahkan ilmu logika pun muncul karena ada “pemikiran”.

Saya baru beberapa hari di wisuda dan memang saya masih “belum mantap” untuk apply job. tapi saya yakin dlm waktu dekat akan dapat kerja yang joss. Yang penting jangan apatis terhadap pengetahuan dunia luar, maksudnya, skills must be possesed in many fields. we are not only using Microsoft Word for mere typing, but we can make comic, charts, banner, graphic design, etc which is usually done in specific programs. Kita kuliah bukan sekolah, kita belajar tapi kita bermasyarakat, kita bermasyarakat berarti kita harus mengembangkan banyak potensi dan skill yang tumbuh di masyarakat sebagai cabang pengalaman hidup.

Let’s enjoy the life… 😀

—-

Saya doakan semoga Adit dapat pekerjaan yang bagus 🙂 karena telah berbagi dengan rekan-rekan. Selain testimonial dari Adit di atas ada juga mahasiswa sastra inggris asal Medan yang bangga telah memilih kuliah di jurusan sastra inggris.

Advertisements

Bangga Jadi Mahasiswa Sastra Inggris

Jadi mahasiswa sastra Inggris itu harusnya membuat anda BANGGA jangan malah nangis atau nyesal.

Sayangnya masing-masing orang berbeda penerimaannya. Sikap masing-masing individu berbeda penyebabnya tidak lain dan tidak bukan bergantung dari apa yang mereka dapatkan selama kuliah. Seperti yang akan dikisahkan oleh salah seorang mahasiswa sastra Inggris asal medan yang meninggalkan komentarnya di artikel blog pencaricerah berjudul 7+ Peluang Sastra Inggris.

Saya sebagai admin sangat berterima kasih atas feedback positive yang diberikan.

Komentar mahasiswa sastra inggris asal medan tersebut cukup panjang dan akhirnya saya putuskan untuk menampilkan komentar yang menjadi testimoni sendiri untuk jurusan tersebut di artikel tersendiri. Tujuan saya membuat komentar ini berada di artikel sendiri agar menjadi tambahan pertimbangan bagi KAMU yang sedang menimbang-nimbang jurusan yang akan dipilih nanti saat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Sebagai informasi tambahan tulisan mahasiswa sastra inggris asal medan ini sudah saya edit seperlunya agar Kamu yang membaca lebih mudah untuk memahami seperti apa kuliah di jurusan sastra inggris nantinya. Jadi selamat menikmati…

—–

Wah sayang banget baru baca ini setelah 4 tahunan aku ngambil sastra inggris. Semoga adminnya masih buka ya. hehehe..

(Admin: Masih donk, walau ga setiap waktu 🙂 )

Jadi ya saya anak Sastra Inggris STAMBUK 2009, Universitas Methodist Indonesia, Medan dan berencana wisuda bulan Desember ini, Amin!

(Admin: Amiin, semoga dimudahkan)

pengen share dikit mengenai apa arti sebuah Sastra Inggris bagi saya.

salah satu mahasiswa sastra inggris stambuk medan
gambar via facebook

Pertama kali saya mendaftar ke Fakultas saya itu cuma bermodal saya suka Bahasa Inggris. Nilai bahasa Inggris saya paling bagus diantara nilai-nilai yang lain. Awalnya pun saya ‘gak suka bahasa Inggris tapi berubah karena saya kagum sama guru bahasa Inggris dan sejak saat itu niat saya belajar bahasa Inggris saya memuncak.

Kebetulan di kampus saya cuma ada 5 fakultas: Sastra, Kedokteran (jelas tidak mungkin disana karena saya IPS), Ekonomi ( udah banyak banget dan saya gak suka hitung2an), Pertanian ( saya gk ngerti teknik) dan Fikom (saya gaptek).

Saya kurang tau apakah ini efek dari kurikulum atau memang kebijakan dari kampus. Kita tetep kuliah mempelajari semua mata kuliah (linguistik, grammar, listening, writing, reading, conversation), literature ( poetry, drama, prose) dan beberapa mata kuliah umum (Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Sosial Dasar, Agama, Bahasa Indonesia, dan Etika) dan beberapa mata kuliah tambahan seperti Teaching Method, Metode Penelitian, English for Special Purposes – ada banking, hotel and tourism, business dan mata kuliah lainnya.

Dan barulah ketika skripsi ini kita dibagi menjadi 2: linguistics and literature.

Saya pribadi memilih literature karena pernah nilai saya jauh lebih tinggi untuk mata kuliah literature daripada linguistik. Saya sendiri belajar banyak dari dosen literature saya. Bahkan saya terinspirasi, termotivasi dari beliau (sekarang beliau dosen pembimbing saya) dan setelah saya kerjakan skripsi saya (skrg udah bab 5).

Saya banyak belajar dari karya sastra. Saya secara tidak langsung belajar tentang kepribadian seseorang, latar belakang seseorang yang akhirnya secara tidak sadar membentuk saya menjadi orang yang karakternya lebih bertoleransi, lebih mengerti pribadi orang per orang, lebih kritis, dan juga saya cenderung bisa melihat banyak perspektif.

Sastra itu bagi saya sesuatu yang sangat biasa, 1 tulisan bisa menceritakan banyak hal: Sejarah, bagaimana perasaan si penulis, bagaimana situasi si penulis pada saat ia menuliskan karya sastra itu, Apa sih maksud dan tujuannya. Bagaimana sebuah kata saja bisa membalikkan suasana hati pembaca.

Saya pribadi yakin dengan jurusan ini dari awal.

Bahasa Inggris seperti yang kita tahu sudah menjadi bahasa Internasional dan sebuah nilai plus apabila kita mampu berbahasa Inggris (tapi skarang bahasa mandarin pun sudah mulai menjadi poin plus). Dan karena bahasa Inggris yang sudah mendunia itulah bisa menjadi sebuah keuntungan bagi kita, karena setiap pekerjaan membutuhkan bahasa, dan apabila bisa berbahasa inggris, peluang kita jauh lebih besar.

Saya pribadi dengan status saya sebagai calon Sarjana Sastra saja udah berbolak-balik menentukan apa yang mau saya kerjakan nanti, karena saking banyaknya pilihan pekerjaan yang bisa kita kerjakan dengan modal SS di ujung nama.

Saya pernah berpikir menjadi seorang tour guide, seorang translator, seorang duta, sampai yang terakhir itu saya mau jadi seorang PR dari sebuah resort. Pun nanti ketika saya sudah berkeluarga, saya juga masih bisa mengajar untuk mendukung perekonomian keluarga atau hanya untuk sekedar iseng2 mengisi waktu luang.

—-

Bagaimana setelah membaca kesaksian dari mahasiswa sastra inggris asal kota Medan diatas? Gimana ga bangga masuk dan memilih sastra inggris sebagai jurusan. Lapangan pekerjaan yang membutuhkan sarjana sastra inggris itu banyak: Duta besar, Public Relation, Penerjemah, menjadi Pemandu Wisatawan.

Belum lagi materi perkuliahan yang didapat ketika memilih konsentrasi Sastra ketika kuliah di jurusan tersebut. Ada banyak hal yang bisa dipelajari mulai dari psikologi manusia, sejarah, budaya (termasuk kondisi sosial, politik dan ekonomi), dan lain sebagainya.