Marketing Support, Perjalanan Karir si Admin Pencari Cerah

Generic Banner

Seorang lulusan sastra inggris yang menjadi marketing support perusahaan asuransi.

Ada yang heran dengan posisi saya saat ini.

Hehehe.. saya jadinya punya ide untuk bikin tulisan.

Pekerjaan saya sekarang ini memang jauh dari yang telah disebutkan dalam postingan peluang kerja sastra inggris.

Allah punya rencana yang saya hingga saat ini masih berusaha untuk mencari hikmahnya.

(inspirasi untuk bikin postingan berasal dari  komentar Dek Agung di 20 Universitas Terbaik di Indonesia)

Saya pernah menceritakan disalah satu postingan bahwa saya ingin bekerja di kedubes Indonesia di luar negeri dengan mengikuti tes calon pegawai negeri sipil kementerian luar negeri.

Seperti kebanyakan tes cpns lainnya, saya termasuk dari beberapa orang yang tidak beruntung untuk lulus dan kehilangan kesempatan untuk menjadi staf kedutaan indonesia di luar negeri.

Tes cpns kementerian luar negeri itu berbeda dengan tes cpns kementerian / lembaga lain.

Tesnya tidak hanya tentang pengetahuan dasar namun lebih dari itu.

Saat saya ujian tes harus dilakukan dalam bahasa inggris dan topik ujian berkisar pada kerja sama Indonesia dengan negara-negara tetangga.

Dan jawabannya tidak pilihan ganda, melainkan dalam bentuk essai. Jujur saja saya menjadi kaget dengan bentuk ujian tersebut.

Saya mempersiapkan diri dengan contoh soal ujian cpns yang dijual oleh pedagang kagetan yang berada diluar tempat pendaftaran ujian cpns kementerian luar negeri namun soal yang saya beli dengan harga yang cukup mahal tersebut sama sekali tidak ada pada lembaran ujian yang diberikan.

Bagi yang mempersiapkan diri untuk menjadi pegawai negeri sipil kementerian luar negeri ingat pesan saya.

Jangan beli contoh soal yang dijual di luar tempat anda mendaftar cpns, soal itu hoax!

Entah siapa yang punya ide untuk memperdagangkan soal ujian hoax tersebut.

Sebaiknya anda ikuti perkembangan berita dari kementerian luar negeri karena soalnya banyak diambil dari sana.

Dari pengalaman saya banyak soal tentang perjanjian kerja sama dan efeknya untuk Indonesia.

Saya tidak bisa memberikan kepastian tentang soal ujian ini tapi saya harap pengalaman saya dapat membantu rekan agar tidak dikadali seperti saya 🙂 .

Setelah tidak lulus ujian saya banyak melamar pekerjaan di perusahaan nasional maupun asing.

Dan pada akhir pencarian kerja dan interview saya dapat kerja di perusahaan asuransi nasional.

Saya tidak langsung diposisikan sebagai marketing support atau back office.

Awalnya saya dipaksa menjadi marketing 🙂 .

Sebagai marketing tentu saja saya dibebani target penjualan, walaupun tidak punya pengalaman lapangan saya merasakan bahwa paksaan itu membuat saya lebih mengembangkan skill dan pengetahuan.

Menjadi marketing anda tidak hanya harus memahami produk yang akan anda tawarkan pada orang lain tapi juga memahami karakter orang yang sedang anda prospek.

Setiap posisi ada plus dan minusnya tergantung dari mana anda melihatnya.

Nanti saya elaborasi lebih jauh.

Saya tidak lama menjadi marketing dikarenakan ada salah seorang di tim yang mengundurkan diri saya diminta untuk bekerja di dalam kantor.

Perubahan posisi ini membuat saya agak kagok.

Jika saat berposisi sebagai marketing saya dapat “berjalan-jalan” setiap hari, saat berposisi sebagai marketing support saya otomatis hanya berada di dalam ruangan mengurus printilan yang dibutuhkan oleh marketing untuk diajukan ke rekan-rekan di back office.

Meskipun terkadang menjemukan rasanya tapi ada hal yang saya pelajari di posisi ini yaitu attention to detail.

Jika ada satu dokumen kurang maka proyek marketing akan terombang-ambing oleh back office.

Efeknya target penjualan tim akan menurun dan tentu saja akan ada postingan semacam vitamin B 🙂 .

Bagi saya posisi saat ini sebagai marketing support menambah kesempatan saya untuk lebih rajin menulis.

Tentu saja saya menulis setelah menyelesaikan segala laporan, korespondensi dan lainnya.

Jika ada pertanyaan atau tanggapan silahkan gunakan kolom komentar dibawah 🙂 .

Advertisements

Peluang Karir Menjanjikan yang Menuntut Keahlian Bahasa Inggris

Generic Banner

Barangkali semua sudah tahu, menguasai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris saat ini merupakan hal yang mendesak. Bahasa inggris sudah sangat penting dan tidak terpisahkan dalam keseharian maupun dalam dunia profesi. Karena itu secara otomatis peluang pekerjaan formal maupun informal bahkan bisnis yang berkaitan dengan bahasa inggris cukup banyak sekali bahkan masih dan akan terus terbuka lebar. Untuk itu sudah tepat sekali jika ANDA yang ingin maju, belajar bahasa inggris dengan tepat sebagai upaya menambah atau meningkatkan keahlian Anda di bidang bahasa inggris. Berikut daftar peluang kerja yang menuntut keahlian bahasa inggris dengan prospek cerah dan menjanjikan :

1. Dunia pendidikan
Di dunia pendikan Anda bisa memilih menjadi Pengajar, Guru, Dosen, tutor, tentor, instruktur, trainer atau konsultan di lembaga pendidikan dan pelatihan contohnya sekolah, lembaga kursus dan lembaga bimbingan belajar. Jika anda tidak memiliki gelar atau sedang menempuh pendidikan tetap sudah memiliki kemampuan bahasa inggris bisa membuka les atau bimbel bahasa inggris. Jika sudah memiliki gelar maka peluangnya akan lebih terbuka lagi sebagai pengajar di lembaga formal.

2. Pariwisata
Bagi yang suka traveling atau jalan-jalan mengenal banyak tempat di Indonesia bahkan dunia bisa memilih menjadi tour guide atau biro perjalanan dan tentunya ANDA membutuhkan kemampuan bahasa inggris sebagai dasar komunikasi Anda memandu para turis. Anda akan mendapatkan dua keuntungan yaitu wawasan mengenai tempat menarik di dunia menjadi bertambah dan tentunya penghasilan Anda bisa terus bertambah.

3. Penerjemah dan intepreter
Prospek di dunia penerjemahan cukup menjanjikan meskipun untuk menjadi penerjemah dan interpreter tidaklah mudah. Anda perlu jam terbang tinggi agar jasa Anda dibayar lebih mahal. Tidak lupa Anda disarankan untuk mengambil interpreting course, workshop dan training untuk mengasah pengetahuan Anda tentang dunia penerjemahan. Untuk peluang tidak perlu khawatir, karena cukup banyak peluang mulai dari menerjemahkan tugas-tugas mahasiswa, permintaan perusahaan-perusahaan swasta, permintaan proyek-proyek pemerintah bahkan jika nama Anda sudah cukup dikenal sebagai intepreter handal tidak menutup kemungkinan mendapat tawaran dari lembaga-lembaga internasional.

4. Penulis (online & offline)
Profesi penulis di bidang bahasa inggris juga tidak kalah banyak penawaran. Apalagi di era online sangat berlimpah sekali pekerjaan untuk sekedar menulis artikel satu halaman untuk di pasang di blog atau website klien. Anda bisa melihat di situs-situs jasa outsource online sangat dominan sekali dengan permintaan pembuatan artikel yang harganya bisa cukup fantastis. Permintaan artikel bahasa di internet tidak hanya datang dari Indonesia tapi dari seluruh dunia. Anda bisa mengunjungi situs semacam freelancer.co.id (pasar outsource terbesar di dunia), fiverr.com dan ratusan situs serupa lokal maupun internasional yang menawarkan pekerjaan lepas online.

4. Bekerja di Perusahaan multinasional, departemen luar negeri, perhotelan,penerbangan, dll
Jika Anda ingin bekera di perusahaan-perusahaan bergengsi apapun posisinya maka syarat untuk memiliki kemampuan bahasa inggris tidak bisa ditawar lagi untuk saat ini. Silahkan Anda melihat lowongan-lowongan pekerjaan di koran dan cari tahu adakah syarat untuk memiliki kemampuan bahasa inggris. Anda pasti akan banyak melihatnya bahkan kadang lowongan pekerjaan ditulis dengan bahasa inggris.

Masih banyak lagi profesi-profesi lainnya yang membutuhkan keahlian berbahasa inggris dan rata-rata gaji ataupun income yang akan di dapat dari peluang-peluang tersebut lebih besar dibandingkan dengan profesi-profesi yang tidak membutuhkan keahlian bahasa inggris.

Sayangnya begitu banyak orang yang sudah putus asa untuk mempelajari bahasa inggris dan menganggapnya sulit seperti halnya matematika. Belajar bahasa inggris otodidak tanpa kursus dari yang dengan mendaftar di website kursus online belajarbahasainggris.net bisa menjadi sebuah solusi dari keputusasaan dalam mempelajari bahasa inggris karena di www.belajarbahasainggris.net/ Anda memiliki kelebihan yang tidak bisa didapatkan di tempat kursus biasa diantaranya :

– pembelajaran tidak perlu berfokus pada grammar
– pembelajaran fokus pada pembentukan 4 skill
– pembelajaran menggunakan sistem full conversation
– Anda bisa belajar kapanpun dimanapun tanpa keterbatasan. – Ada garansi kemajuan (Progress Guarantee)

Jika saya menjadi anda sangat mensyukuri , karena dengan menemukan produk ini akan memutus petualangan anda selama ini yang tanpa arah membuang waktu, biaya dsb. Segera daftarkan diri anda.

Back Office atau Marketing? Kamu Mau Pilih Yang Mana?

Saya berinteraksi via twitter dengan salah seorang pengunjung blog ini. @kempuule menanyakan mengenai jurusan sastra inggris. Sepertinya ia tertarik dengan jurusan ini karena seperti yang saya bilang dibeberapa postingan sebelumnya bahwa jurusan ini peluang kerjanya lebih besar.

Saya sendiri adalah mantan mahasiswa jurusan  sastra inggris yang kini bekerja untuk salah satu perusahaan asuransi swasta di ibukota. Dan saya menyadari kemampuan saya dalam menganalisa novel yang begitu ditekankan oleh dosen saya sangat berguna untuk industri ini.

@kempuule sendiri memiliki impian untuk bekerja di back office. Itu jenis pekerjaan di dalam ruangan ber-ac dengan berteman dekat dengan komputer. Bagi sebagian orang jenis pekerjaan seperti itulah yang diinginkan dengan alasannya masing-masing. Posisi saya sendiri bukan back office walaupun ada pekerjaan administrasi yang harus saya pegang. Tak jarang saya juga keluar kantor untuk melakukan kunjungan kepada klien-klien yang menjadi rekanan di perusahaan saya. Jadi seperti makhluk amfibi yang hidup di dua alam, di dalam kantor untuk administrasi dan di luar kantor untuk penjualan dan segala macam tugas kantor yang berhubungan dengan klien.

Dalam sebuah roda organisasi laba seperti perusahaan asuransi dimana saya saat ini mencari nafkah, para pekerja back office sering merasa jenuh oleh rutinitas pekerjaan yang mereka jalani. Sebaliknya pekerja sebagai marketing sering merasa iri dengan karyawan back office yang tidak harus berpanas-panasan diluar atau menerima langsung complain dari klien yang terkadang cukup membuat telinga panas. Ini saya ungkapkan karena setiap posisi ada tanggung jawabnya masing-masing. Back office mengeksekusi semua hal administrasi agar bisnis berjalan dengan lancar sedangkan marketing mendapatkan bisnis agar back office bekerja.

Itu gambaran ringkas yang saya berikan untuk referensi pilihan pekerjaan yang akan anda pilih sebagai pencari nafkah.

Saya jadi bertanya apakah anak muda Indonesia sekarang lebih memilih bekerja in office? Jika iya kenapa mereka memilih bekerja di back office. Saya hanya bisa mengira-ngira jawabannya. Mungkin mereka yang memilih bekerja di back office lebih memilih keteraturan jam kerja agar mereka bisa melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Marketing tentu saja tidak bisa seperti karyawan yang bekerja di back office. Terkadang jam kerja mereka melebihi dari jam kerja yang ditentukan. Contoh; jika back office bisa bekerja 8 jam dengan jam masuk pukul 8 istirahat jam 12 siang lalu jam 5 pulang sedangkan marketing terkadang harus mengikuti jadwal yang telah mereka agendakan dengan klien. Belum lagi kalau klien memundurkan jadwal yang membuat marketing harus pulang jam 11 malam. Marketing datang jam 8 pagi, absen di kantor lalu ke kantor klien. Jika lalu lintas tempat yang mereka tuju ternyata rawan kemacetan mereka harus bisa memperkirakan jadwal mereka sesuai dengan yang diharapkan, setiba dikantor klien mereka melakukan presentasi atau hal-hal lain yang mereka agendakan dengan klien. Setelah selesai maka mereka akan balik ke kantor untuk absen pulang atau mengerjakan hal lain. Tapi jadwal marketing terkadang membuat mereka tidak bisa mengikuti peraturan perusahaan (pulang jam  5 sore). Kemacetan pas pulang dari tempat klien atau jadwal yang diundur adalah beberapa alasan yang membuat marketing mempunyai jadwal tidak teratur.

Namun hal yang menguntungkan dari marketing adalah luasnya jaringan mereka. Hingga tidak jarang marketing jika merasa tidak puas dengan perusahaannya saat ini ia akan lebih mudah untuk pindah kerja. Hal ini berbanding terbalik dengan pekerja back office yang tidak mempunyai jaringan yang luas seperti marketing. Dan tidak jarang karyawan back office seperti diperlakukan sebagai pelamar pekerja pemula walaupun karyawan tersebut telah memiliki pengalaman beberapa tahun di bidang yang ia kerjakan. Kita belum membahas penghasilan. Penghasilan marketing biasanya lebih besar daripada penghasilan back office. Sekali lagi ini hanya pendapat umum yang berlaku.

Jadi apakah nantinya @kempuule akan tetap masuk jurusan sastra inggris dan menjadi karyawan back office itu hanya Allah Yang Maha Tahu. Tulisan ini hanya sebuah pemberi jalan kepada @kempuule dan anak-anak muda Indonesia untuk memulai membuat tujuan ketika mereka akan atau telah menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas yang diinginkan.