Man United Menang 4-0 Atas Feyenoord, Tapi …

Generic Banner

Berita MU, pencaricerah.com – “Beda nih yang habis menang,” kata teman saya yang fans-nya Arsenal. Tentu saja saya senang, siapa sih yang tidak senang kalau tim favoritnya memenangkan pertandingan. Tapi tetap rivalitas antar klub mengikuti di setiap fans. Teman saja melanjutkan, “Liga Eropa kelas dua sih, Em Yu turun kelas.” Mentang-mentang Arsenal lagi berada di kompetisi Liga Champion pikir saya.

rooney dan mata merayakan gol 1 pertandingan manchester united vs feyenoord
gambar dari manutd.com

“Boleh saja main di kasta dua Eropa, Arsenal emang udah punya Tropi Champion?” tanya saya. Dan pendukung Arsenal pun terdiam. Hehehehe…

Manchester United membuktikan kelasnya bermain di Liga Eropa. Empat gol tanpa balas bersarang di gawang Brad Jones dari kaki Wayne Rooney, Juan Mata, Jesse Lingard dan gol bunuh diri sang kiper hasil umpan Zlatan Ibrahimovic yang gagal diantisipasi dengan baik.

Miki, sapaan Henrik Mkhitaryan, mendapat kepercayaan dari manager Jose Mourinho untuk bermain penuh. Kepercayaan sang pelatih dibayar dengan tuntas oleh mantan pemain Dortmund ini dengan bermain lepas dan di daulat menjadi Man of The Match dari para fans.

“Saya senang bermain kembali,” kata Miki dikutip dari laman resmi klub. “Saya bekerja dengan keras dan hasilnya cukup bagus untuk tim.”

“Sangat tidak enak melihat yang lain bermain dari pinggir lapangan,” lanjut Miki. “Tapi kamu harus mempunyai semangat, berlatih dengan keras dan mencoba mendapatkan kesempatan bermain lagi.” Menurut Miki kemenangan ini akan menjadi penanda kebangkitan tim setelah hasil yang tidak maksimal di beberapa pertandingan terakhir.

Selain kembalinya Miki membela Manchester United, pertandingan Manchester United vs Feyenoord juga mencatatkan sejarah. Wayne Rooney sang kapten yang beberapa bulan terakhir dikritik oleh media-media Inggris menorehkan sejarah menjadi pemain Man United tersubur di kompetisi Eropa. Rooney saat ini menjadi top skor klub di kompetisi Eropa dengan torehan 39 gol. Sebelumnya pemegang rekor pencetak gol terbanyak di kompetisi Eropa dipegang oleh Ruud van Nilsterooy. Capaian Rooney mungkin saja akan bertambah jika ia bisa membawa klub memenangi trofi Liga Eropa.

“Saya senang saat mencetak gol, apalagi mencetak gol untuk klub.” kata rooney dalam laman resmi klub. “Saya senang dan saya yakin akan ada banyak kesempatan untuk ini (baca:mencetak gol). Paling penting saya bahagia tim menang dan juga saya mencetak gol.”

“Kami senang mendapatkan empat gol. Gol kedua saya rasa menentukan hasil pertandingan tadi.”

“Kami sadar walaupun kami mengontrol pertandingan saat skor 1-0, anda tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi gol kedua sangat menentukan. Ringkasnya kami bermain dengan baik.”

Rekor klub yang akan dipatahkan oleh Rooney adalah pencetak gol terbanyak Manchester United di semua kompetisi. Saat ini rekor tersebut masih dipegang oleh Sir Bobby Charlton dengan total skor 249 satu angka dibawah perolehan Rooney saat ini yaitu 248 gol.

Pada laga kali ini gawang United tidak dikawal oleh penjaga gawang utama, David de Gea. Romero yang selama ini juga selalu menjadi pemain cadangan diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Dan performanya sangat memukau. Saya melihat pada replay kesempatan pemain Feyenoord Rotterdam di depan gawang United saat terjadi kemelut.

Romero tidak panik dan berhasil menjaga clean sheet. De Gea sebaiknya berhati-hati jika performanya turun. Pastinya Mou akan melakukan rotasi di posisi penjaga gawang. Jika tidak Romero pasti angkat kaki dari Old Trafford.

Advertisements

Juan Mata Kecewa Dengan Hasil Laga Lawan Arsenal

pemain arsenal hadapi paul pogba
gambar dari manutd.com

Berita MU, pencaricerah.com – Sebelum laga Manchester United kontra Arsenal di Old Trafford, Mourinho menekankan pada skuatnya kemenangan berarti mempersempit jarak dengan dengan tim Gudang Peluru. Sayangnya rancangan The Special One berujung pada penambahan satu poin untuk United.

Laga Manchester United kontra Arsenal di Old Trafford berakhir dengan skor imbang 1-1. Sebelum gol Olivier Giroud di menit ke 89, Juan Mata memberi harapan besar pada fans dan manager dengan gol cantik hasil kerja sama apik dengan Ander Herrera di menit ke 69. Mata sendiri kecewa dengan hasil imbang tersebut.

“Kami hampir memenangkan pertandingan tetapi dalam kompetisi Premier League setiap tim akan berjuang hingga menit akhir. Arsenal melakukan hal tersebut dan mendapatkan satu peluang emas di menit akhir.”

Kekecewaan Mata terhadap hasil yang tidak sempurna ini cukup beralasan. Selain dari banyaknya shoot on goal (6 berbanding 4) yang hanya bisa dikonversi satu, wasit pun kembali menjadi sorotan. Kali ini Andre Merriner yang membuat United kehilangan tiga poin. Klaim penalti milik United akibat dijatuhkannya Antonio Valencia oleh Nacho Monreal di kotak penalti Arsenal ditolak oleh sang hakim.

Mourinho sendiri menolak berkomentar tentang insiden tersebut. Mungkin sang Gaffer memilih untuk tidak bersuara karena telah beberapa kali Football Association menjatuhkan sangsi atas vokalnya sang pelatih dalam mengkritisi pengadil lapangan hijau. Juan Mata dalam wawancara MUTV mengatakan, “Valencia bukan tipikal pemain yang mudah jatuh tetapi saya tidak melihat insiden tersebut”.

Hasil imbang ini merupakan hasil imbang ketiga kalinya yang diperoleh tim Setan Merah di kandang sendiri. Tentunya hasil ini tidak memuaskan setiap fans. Beban berat pastinya akan dirasakan oleh Mourinho dan tim yang hingga saat ini masih belum memperlihatkan kinerja yang memuaskan (setidaknya pada pandangan saya sendiri).

“Kami punya tiga pertandingan dan tiga hasil imbang,” ujar mata. “Sejujurnya kami bisa menang di 3 pertandingan tersebut dan mendapatkan sembilan poin, bukan tiga poin, menjaga jarak dengan pemuncak klasemen.”

 

Manchester United: Kemenangan Tandang Perdana

Berita MU, pencaricerah.com – Manchester united dalam laga awal musim 2016/2017 mencatatkan hasil gemilang. Menang 3-1 di kandang AFC Bournemouth. Gol kemenangan Manchester United dipersembahkan oleh Juan Mata, Wayne Rooney, dan (yang merintis menjadi) Dewa United, Zlatan Ibrahimovic.

pemain-man-united-memberi-selamat-kepada-juan-mata
pemain man united memberi selamat pada pencetak gol pertama, juan mata

Sebagai seorang fans kabar kemenangan klub favorit merupakan kabar yang sangat dinanti. Apalagi Manchester United telah menggelontorkan ratusan juta poundsterling untuk mendapatkan Zlatan, Pogba, Henrikh Mkhitaryan, dan Eric Baily. Pembelian ini membuat beberapa pemain United harus dilepas untuk menjaga keseimbangan keuangan klub.

Paddy Mc Nair yang sempat digadang-gadangkan pengganti palang pintu Man United dijual ke Sunderland dengan harga 5.5 juta poundsterling (berikut dengan Donald Love). Tidak hanya itu Adnan Januzaj, yang disebut-sebut sebagai pengganti Ryan Giggs dipinjamkan (juga) ke Sunderland.

Berganti kepemimpinan berarti berganti skema dan juga pemain kunci. Setidaknya rumor yang beredar ada delapan pemain Manchester United yang akan dilego musim ini agar transfer terbaru Manchester United tidak mengganggu keseimbangan keuangan klub.

Sebagai fans Manchester United saya tidak menyukai kehadiran Mou di Old Trafford. Bagi saya ia tetaplah seorang The Blues. Tapi dilain sisi dengan riwayat prestasi Mou selama menukangi Chealsea saya berharap agar Manchester United kembali mendominasi Liga Domestik dan Liga Eropa.

Ada sisi lain yang menarik dari pergantian rezim di Old Trafford. Pertama, Manchester United membeli pemain binaannya dengan rekor transfer yang fantastis. #Pogback menandai kembalinya si anak hilang Paul Pogba ke Man United. Pemain asal prancis ini sebelumnya sempat merasakan debut bermain di premier league beberapa kali namun karena minimnya kesempatan bermain Pogba pindah ke Juventus.

Di Juventus Pogba mengasah kemampuannya sebagai seorang gelandang dibawah arahan Andrea Pirlo. Pemain yang mendapatkan pengakuan dari beberapa legenda sepak bola italia karena fisiknya yang masih bugar dan kemampuannya yang semakin kinclong dalam mengoper dan mengeksekusi bola-bola mati.

Kembalinya Pogba juga memberikan kekhawatiran sendiri pada saya sebagai seorang fans.

Dengan bandrol pemain termahal di dunia saat ini, saya berharap pogba bisa bermain dengan lebih tenang. Media Inggris sepengetahuan saya selama ini amat sangat sensitif dengan kesalahan. Satu kesalahan anda yang membuat kerugian bagi klub maka anda akan menjadi bulan-bulanan media selama tahun berjalan. Lihat saja petaka David Beckham di piala dunia. Dielu-elukan di hari sebelum bertemu dengan Argentina, Beckham menjadi musuh nomor satu Inggris di keesokan harinya karena Inggris tersingkir pada even empat tahunan tersebut. Ten Lion, and One Stupid Boy jika saya tidak salah judul media cetak Inggris yang sempat hits.

Cantona; Hanya ada satu Raja di Old Traffor. Zlatan bisa menjadi pangeran.

Tanggapan dari sang Raja Old Trafford muncul saat transfer Zlatan Ibrahimovic menjadi telah resmi menjadi pemain United. Zlatan pun membalas “titah” Cantona dengan pernyataan yang tidak kalah jumawa.

“Raja Old Trafford hanya satu, Eric Cantona. Zlatan adalah Dewa Old Trafford.”

Kepongahan Zlatan Ibrahimovic membuat saya agak khawatir dengan posisi bintang yang dimiliki pemain. Namun saat membaca ulasan dari fans united lain baik di Indonesia maupun di luar negeri yang menyatakan bahwa United butuh pemain dengan karakter Pongah seperti Zlatan saya pikir saya bisa menerima kenyataan tersebut. Sejak Roy Keane gantung sepatu dari Old Trafford, pemain United yang memiliki ambisi besar seperti sudah tidak ada lagi.

Pemain Man United seperti melempem dan tidak terlihat semangat juang hingga menit terakhir seperti yang telah ditunjukkan Fergie Fledging di era 1999 – 2005. Beberapa pelatih yang telah menggantikan Fergie mengatakan bahwa tidak ada kaderisasi di skuad yang ditinggalkan sang Manager. Baik Moyes maupun van Gaal mengatakan hal yang sama dalam beberapa musim terakhir. Skuad Man United rapuh.

Zlatan membuktikan kehadirannya memang diperlukan untuk skuad setan merah dengan mencetak gol ketiga man u ke gawan afc bournemouth. Dan ini juga catatan penting baginya karena Zlatan selalu mencetak gol di laga perdana saat ia pindah klub.

Dengan hadirnya seorang pelatih yang mempunyai Ego besar seperti Mourinho dan juga pemain dengan ego yang tidak kalah besar seperti Zlatan dan Pogba. Saya hanya berharap musim baru Manchester United dapat lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya. Untuk sementara dengan kemenangan 3 gol berbalas 1, Manchester United berada di posisi puncak Liga Inggris.