Cara Mengenali dan Menghilangkan SPAM di Laporan Google Analytics

Setiap blogger pasti tahu Google Analytics tapi apakah setiap blogger menggunakan tool gratis dari google tersebut untuk mendapatkan data dari websitenya? Tidak juga. Tidak sedikit juga blogger memilih untuk tidak menggunakan tool gratis dari google ini untuk mengumpulkan data dari webnya. Salah satu tool analytics yang banyak digunakan teman-teman blogger komunitas indonesia adsense publisher adalah hitstats.com.

Tulisan ini bukan tentang perbandingan tool analitik mana yang lebih banyak dipakai tapi bagaimana seorang blogger harus menyaring data yang disampaikan Google Analytics agar dapat menganalisa, membuat strategi dan membuat konten yang akan membuat blog yang dikelola berkembang. Kenapa data di google analytics harus disaring?

Ide tulisan ini muncul ketika kang ghani beberapa waktu lalu pernah membuat thread yang mewanti-wanti blogger pada sebuah spam yang muncul di laporan Google Analytics. Spam ini tidak hanya mengganggu data yang dikumpulkan oleh Analytics tetapi juga membebani server hosting dari blog yang bersangkutan. Untuk hosting spam akan membuat kecepatan situs untuk tampil menjadi lebih lambat karena membebani bandwith hosting blog.

Semua mungkin sudah tau apa itu Spam? Singkatnya spam adalah penawaran yang dikirim oleh seseorang kepada anda (dan saya) dimana penawaran tersebut tidak anda butuhkan dan sifatnya mengganggu. Ibaratnya anda mendapat teror sms atau telpon promosi dari telemarketing sebuah perusahaan.

Selama ini saya mengetahui spam hanya ada di email, tetapi thread yang ditulis oleh moderator IAPD tentang spamming url yang ada di dashboard Google Analytics beliau beberapa saat yang lalu, saya coba kembali belajar tentang pemfilteran data di Google Analytics. Sebelumnya saya pernah membaca sebuah spam yang terdapat di laporan kata kunci yang berjudul “Ghost spam is free from the politics” beberapa tahun yang lalu.

Saya pernah mendapatkan spam tersebut dan saya melakukan filtering terhadap kata kunci spam tersebut. Tapi ternyata ada banyak cara dan celah yang digunakan oleh Spammer dengan memanfaatkan kode analytics yang diberikan oleh google. Kita akan membahas lebih lanjut celah-celah yang dimanfaatkan oleh spammer lebih lanjut dengan bantuan Himanshu Sharma.

Apakah spam bot ini hanya muncul di google analytics? Tidak juga karena di selain di google analytics saya juga sering mendapatkan spam yang terlihat seperti situs perujuk. Silahkan coba dilihat pada gambar dibawah.

Data Situs Perujuk dimana Spam Bot ikutan nyampur

Situs perujuk yang terindikasi sebagai spam mengirimkan data palsu ke google analytics. Data google analytics itu penting apalagi jika anda blog atau website anda ditujukan untuk menambah penghasilan. Dalam salah satu artikel Neil Patel yang saya terjemahkan disini ada 3 data yang dapat membantu kita untuk membuat sebuah konten yang sesuai dengan pengunjung.

Makanya tindakan penting yang anda butuhkan untuk mendapatkan data yang bersih adalah dengan melakukan filtering terhadap semua spam bot yang muncul di dalam analytics anda.

Bagaimana cara menemukan situs yang terindikasi spam tersebut? Saya menemukan sebuah artikel yang sangat bagus dari Himanshu Sharma, www.optimizesmart.com. Menurut pengarang buku Maths and Stats for Web Analytics and Conversion Optimization tersebut, anda harus mengidentifikasi tipe spam yang ada di dalam google analytics.

Sharma menemukan spam yang terdapat di google analytics terdapat di beberapa tempat di laporan google analytics yaitu

  • laporan event,
  • laporan landing page,
  • laporan referer,
  • laporan Search Organic,
  • Laporan Keyword,
  • Laporan Language,
  • Laporan transaksi dan sales.

Wah banyak juga ya..

Spammers menurut Sharma melakukan aksi spam dengan cara mengirimkan “fake hit” ke data Google Analytics anda. Apa itu hit? Sebuah hit adalah istilah yang digunakan google dimana pelacak yang telah ditanamkan (kode pelacakan google analytics) di dalam blog atau website dikirimkan ke sebagai data di laporan yang terdapat di akun google analytics.

Jadi si spammer melakukan sebuah modifikasi yang memanfaatkan perintah ga('send','pageview'); yang akan mengirimkan hit ke laporan GA di akun blog. Perintah ga(‘send’,’pageview’); adalah perintah standar di semua kode GA.

(wah hebat banget spammernya)

Cara Mengenali Spam di Laporan Google Analytics

Menurut artikel yang diterbitkan oleh Himanshu Sherma cara mengenali spam di laporan Google Analytic adalah dari bounce rate atau rasio pentalan yang terdapat di dalam laporan.  Seperti yang terlihat di dashboard statistik blog saya diatas beberapa situs perujuk yang terlihat terindikasi sebagai spam.

Di google analytics anda dapat mengenali situs spam dengan masuk ke laporan Referrals (Situs Perujuk). Laporan ini dapat anda temukan pada menu sidebar bernama Acquitition (Akuisisi) >> All Traffic (Semua Lalu Lintas).

laporan situs perujuk yang terindikasi spam

Sharma menyarankan agar periode laporan yang digunakan dua bulan belakang. Misal anda melihat data analytics di tanggal 8 Desember 2016, maka periode pengumpulan data yang anda tayangkan adalah dari 1 Oktober 2016 hingga 8 Desember 2016. Dengan mengatur periode pengumpulan data seperti itu maka anda akan melihat situs perujuk yang merupakan spam.

Gambar diatas merupakan contoh spam referal yang saya dapatkan di laporan google analytics milik saya.

Setelah mengatur periode pengumpulan data, anda melakukan sortir di kolom Bounce Rate (Rasio Pentalan). Situs referal yang mempunyai rasio 100%, 0% dengan jumlah sesi 10 atau lebih adalah situs spam yang merusak data Google Analytics anda.

Buat daftar situs spam yang memenuhi kriteria diatas. Cara mudahnya adalah dengan mengunduh data tersebut langsung dari tampilan laporan yang anda buka.

Setelah anda membuat daftar dari situs-situs spamming di data google analytics langkah selanjutnya adalah membuat filter yang akan menolak fake hit yang dikirim situs spam tersebut ke akun GA.

Caranya adalah dengan melakukan filtering.

Cara Menghilangkan Spam di Laporan Google Analytics

Ada banyak kegunaan menu filter di Google Analytics. Salah satunya adalah memisahkan data dan kemudian menyaring data tersebut untuk keperluan yang kita tetapkan sendiri. Dalam konteks pembahasan kali ini Sharman memberikan panduan untuk memisahkan dan menghilangkan situs-situs spam yang membuat data analytics menjadi tidak valid.

 

  1. Buat salinan dari All Website Data (Semua Data Situs)
  2. masuk ke tab admin lalu klik pengaturan View
  3. Klik salin (copy View)
  4. Buat judul view “nama blog + test view” lalu klik tombol biru create view
  5. Balik lagi ke tab Admin lalu klik Filter
  6. Klik tombol Buat Filter Baru
  7. Buat Filter Exclude yang baru dan tempelkan daftar situs spam yang anda dapatkan
  8. Klik Verifikasikan Filter lalu klik tombol Simpan
  9. Jika filter ini berhasil menyaring Spam anda aplikasikan di filter utama
Saya sendiri melewati satu langkah yang telah disampaikan oleh Sharman. Langkah tersebut adalah membuat regular expression atau regex. Dalam contoh yang ada di situs optimize smart Sharman memberikan contoh begini.

Ini daftar spam yang terdapat di laporan referal (situs perujuk) yang didapat dalam akun google analytics optimize smart

Dari daftar tersebut Sharman membuat regular expression yang akan ia pakai untuk filtering nantinya. semalt.com, semalt.semalt.com, buttons-for-website.com, blackhatworth.com, 7makemoneyonline.com.
Begini bentuk regex dari daftar diatas,
semalt|buttons|blackhatworth|7makemoneyonline(.com)+
Keliatannya mudah, akan tetapi dari daftar yang saya sudah kumpulkan dari data yang terdapat di akun Google Analytics saya menemukan beragam TLD. Contoh yang diberikan oleh Sharman hanya situs dengan ekstensi .com, sedangkan daftar yang saya punyai mempunyai beragam ekstensi TLD mulai dari .com, .net, .org hingga domain aneh sepert gq, ml, cn, dan lain-lain.
Oleh karena itu tulisan tentang cara mengenali dan menghilangkan spam di Laporan Google Analytics ini masih sangat jauuuh dari sempurna. Mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu karena regular expression ini butuh waktu untuk mempelajarinya.

footnote:

  1. Sending data to google analytics
  2. Guide to removing referer spam and fake traffic in Google Analytics
Advertisements

Cara Melacak Link Outbound Dengan Google Analytics

Cara Melacak Link Outbound Dengan Google Analytics – Kesuksesan sebuah blog/website dapat diukur melalui beberapa parameter. Ada 3 statistik dalam google analytics yang akan membantu anda dalam membuat konten yang lebih baik. dapat anda Salah satu parameter yang dapat digunakan adalah mengetahui berapa banyak outbound link yang di klik oleh pengunjung.

Apa itu outbound link? Istilah outbound link merujuk pada sebuah kondisi dimana pengunjung melakukan aksi, yaitu berupa klik, pada teks, gambar, atau iklan yang sedang tayang. Anda mungkin pernah berada pada sebuah laman artikel kemudian melihat link yang direkomendasikan oleh webmaster atau blogger yang bersangkutan kemudian anda klik link yang diberikan dalam artikel tersebut.

Bagi para affiliate marketer menggunakan teknik lacak link outbound ini sangat bermanfaat untuk mengetahui berapa banyak pengunjung yang meninggalkan blog atau website anda dan menuju link yang anda rekomendasikan.

Setelah anda menginstal kode pelacakan yang anda dapatkan di google analytics dashboard jangan lupa menyertakan kode berikut ini:

function handleOutboundLinkClicks(event) {
  ga('send', 'event', {
    eventCategory: 'Outbound Link',
    eventAction: 'click',
    eventLabel: event.target.href
  });
}

Fungsi kode pelacakan diatas adalah untuk melacak setiap klik yang bersifat outbound yang ada di blog/website anda.

Event adalah pelacakan tersendiri yang digunakan untuk mengetahui bagaimana pengunjung berinteraksi pengunjung dengan laman web atau aplikasi. Dengan menggunakan perintah event ini anda dapat melacak laman download, klik di iklan perangkat mobile, gadget, flash element,  dan pemutaran video.

Untuk menggunakan pelacakan Event ini anda diharuskan untuk membuat perintah

  • category
  • action
  • label
Contohnya saya ingin mengetahui apakah ada yang calon pembeli produk yang saya jual. Kategori yang saya tetapkan adalah outbound link. Untuk action dapat anda buat dengan nama klik, lalu labelnya adalah alamat url dari produk afiliasi tersebut.
Untuk laporan Event dapat anda lihat di google analytics yaitu di menu Prilaku (Behavior).
Catatan untuk anda: Kode diatas (pelacakan event) jangan di tempatkan di dalam cuplikan kode analytics dasar. Tetapi harus anda letakkan diluar kode analytics dasar tadi.
Catatan tambahan: Anda harus menambahkan perintah transport:beacon pada kode pelacakan diatas. Kenapa? Menurut panduan dari google analytics, pada saat pengunjung berinteraksi dengan link yang anda berikan kode javascript dari pelacakan tersebut akan terhenti. Perintah transport:beacon akan memberikan solusi atas hal tersebut.
Sekian dulu cara melacak link outbound dengan google analytics yang dapat saya bagikan. Semoga membantu.

3 Statistik Laporan GA Untuk Membuat/Memperbaiki Konten Blog/Website

Google Analytics merupakan tool gratis dari google yang kita semua ketahui digunakan untuk mencatat statistik yang dihasilkan oleh kunjungan ke blog yang kita kelola. Ada beberapa jenis laporan yang diberikan oleh analytics bagi blogger atau webmaster. Laporan tersebut seperti sessions, Avg. Session Duration, Bounce Rate dan Goal Conversion Rate. 4 Laporan yang saya sebutkan tadi dapat anda temukan langsung begitu anda masuk akun google analytics dengan catatan anda telah menginstal pelacakan analytics.js di dalam blog terlebih dahulu.

Jika anda belum menginstal pelacakan analytics.js maka ikuti langkah-langkah menginstal pelacakan analytics.js yang banyak tersebar di internet.

Blog pribadi saya ini sudah menggunakan hosting dari blogger.com dari tahun 2008. Sejak pertama kali saya menggunakannya hingga saat ini saya sudah menginstal pelacakan analytics.js. Tetapi saya jarang mengunjungi dan menelaah data yang terdapat dalam google analytics dashboard.

Sesekali saya login ke google analytics hanya untuk melihat berapa banyak kunjungan yang saya dapatkan dalam sebulan. Dan saya hanya melihat 4 laporan diatas lalu setelah itu saya keluar dan membuat artikel baru. Disini kesalahan saya…

Blog saya yang sudah terbit dari tahun 2008 ini tidak tumbuh. Jika orang lain (blogger) sudah mendapatkan puluhan ribu pageview (bahkan visitor) per hari, blog saya seakan jalan ditempat. Situasi ini membuat saya sempat berpikir untuk berhenti mengelola blog dan memilih bisnis online yang lain.

Untungnya saya termasuk orang yang keras kepala. Saya tetap bertekad untuk berbuat sesuatu agar blog saya ini mendapatkan kunjungan yang semestinya. Tujuan saya satu. Ketika saya pensiun blog yang saya kelola (kandrawilko.info dan pencaricerah.com) bisa bantu saya dalam menjalani masa-masa pensiun.

Jadi langkah pertama saya adalah kembali mencari bagaimana cara membuat konten yang menarik dan saya menemukan artikel dari Neil Patel tentang cara menganalisa blog dengan 3 fitur yang sudah ada di google analytics.

Ketiga Fitur yang disebutkan dalam artikel tersebut adalah Laporan Average time on page (Durasi Rata-rata Kunjungan), Referrals (Perujuk), dan Interest (Minat). Ketiga laporan yang terdapat di google analytics ini menyimpan rahasia bagaimana anda membuat konten yang berbeda dengan blog lain tetapi tetap banyak dicari oleh orang melalui search engine.

Stats #1 Average Time on Page (Rata-rata Waktu di Laman)

google analytics stats average time on page
gambar: http://wordsbyevanporter.com/

Anda mungkin sering membaca jika konten adalah raja (content is king). Makanya sekarang baik blog maupun vlog tidak asal-asalan dalam menerbitkan konten. Jika anda membuat konten yang berbentuk teks dan membahas sebuah solusi atas satu permasalahan dengan lengkap dengan jumlah kata lebih dari 1500 seharusnya pengunjung anda akan berada di halaman artikel tersebut minimal selama 1 menit. Tetapi ternyata untuk artikel tersebut anda hanya mendapatkan data durasi rata-rata kunjungan di blog hanya 20 detik. Apa yang terjadi?

Mungkin gaya penulisan anda membosankan pengunjung blog anda tidak menemukan solusi dari apa yang mereka cari. Maka apa yang harus anda lakukan?

Menurut Neil Patel, dalam artikel These 3 Numbers in Google Analytics Will Help You Make Better Content, anda harus menemukan gaya penulisan yang disukai oleh pembaca. Laman mana dari tulisan anda dimana pengunjung betah membaca artikel dalam waktu yang anda tentukan. Cara menemukan artikel mana yang mendapatkan durasi yang lama cukup mudah.

1. Login ke akun google analytics anda
2. klik link yang direkomendasikan oleh neil patel berikut, http://goo.gl/09Npp
3. pilih properti analytics blog atau web anda  yang akan menampilkan laporan kustom tersebut

Saya sendiri mempraktekkan apa yang disampaikan oleh Neil Patel dalam artikel diatas. Dan saya menemukan jika artikel rekomendasi hosting untuk UKM memiliki durasi terlama dibaca oleh pengunjung.

Setelah menemukan gaya menulis seperti apa yang ternyata membuat pengunjung betah di laman artikel maka, kata Neil Patel, anda tinggal mengubah gaya penulisan yang ada di artikel lain yang telah terbit.

Stats #2 Referals

google analytics stats referral
gambar: blog kissmetric

Sebuah konten yang bagus, menurut Neil Patel, akan di-endorse oleh website lainnya. Apakah konten anda mendapat endorse dari website lain? Cara mengetahui apakah ada blog atau website yang melakukan backlink dengan anda adalah dengan melihat data referal. Cara mengetahuinya
1. Login ke akun google analytics anda
2. pada sidebar kiri anda pilih judul menu Acquitition (Akuisisi)
3. klik sub-menu Overview (ikhtisar)
Setelah anda klik sub-menu tersebut maka anda akan menemukan saluran (channel) dimana blog atau web anda di endorse oleh blog/website lain. Ada empat saluran secara default yang akan diperlihatkan yaitu: Organic Search (Penelusuran Organik), Direct (Langsung), Referal (Rujukan), Social (Media Sosial), dan Saluran Lainnya (Other).
4. klik pilihan Referal
5. pada bagian atas tabel cari fitur secondary dimension
6. setelah menu secondary dimension dibuka anda cari menu Behaviour (Perilaku) lalu klik
7. di menu Behaviour (Prilaku) Seconday Dimension tersebut cari sub-menu Destination Page (Laman Dituju)

Untuk blog kandra wilko saya menemukan banyak sekali spam referal. Apa itu spam referal? Spam referal adalah website yang menggunakan saluran data analytics agar kita (blogger) mengunjungi web atau situs mereka. Hampir semua spam referal yang terdapat di laporan referal saya merujuk ke homepage. Dan dari sekian banyak spam referal yang saya dapatkan saya mendapatkan com.google.android.apps.plus dan com.google.android.googlequicksearchbox, images.google.co.id, dan mysearch.com.

Kalau melihat alamat url yang saya dapatkan alhamdulillah banyak kunjungan yang saya dapatkan dari smartphone android melalui aplikasi google plus dan google search. Dan artikel saya tentang 35% penurunan earning adsense dan bikin situs bahasa indonesia yang menghasilkan dengan adsense merupakan artikel yang banyak dituju dari saluran gplus dan quicksearch.

So saya akan mengubah beberapa postingan di glus agar mendapatkan tambahan trafik. Bukan artikelnya loh ya. Karena kalau trafik datang dari gplus berarti gaya penulisan saya di gplus lebih mengena di bandingkan artikel.

Stats #3 Interest

google analytics stats user interests
sumber: business2community.com

Apa minat minat dari pengunjung anda? Jika anda tidak mengetahui minat dari pengunjung anda maka dapat dipastikan anda akan kesulitan untuk membuat konten yang sesuai dengan target pengunjung. Bagaimana cara kita mengetahui minat dari pengunjung jika pengunjung tersebut malah tidak pernah meninggalkan komentar di kolom yang sudah disediakan?

Ingat anda menggunakan pelacak yang bernama analytics.js.

Cara kerja dari skrip analytics.js yang anda instal adalah menempelkan cookie di web browser. Cookie ini akan menentukan seseorang merupakan pengunjung baru atau pengunjung lama. Dari cookie yang disematkan di google analytics ini google mendapatkan informasi apa saja yang telah dijelajahi oleh pengunjung tersebut sebelum si pengunjung datang ke blog yang kita terbitkan. Mengerikan sekaligus informatif ya…

Jika anda telah menginstal skrip analytics.js cukup lama tetapi belum pernah mengaktifkan fitur ini di dashboard saran saya aktifkan sekarang. Jika anda sudah lama mengaktifkan fitur ini maka anda akan mendapatkan data minat pengunjung yang telah dikumpulkan oleh google analytics.

Cara mengetahui minat yang dimiliki oleh pengunjung kita dengan google analytics adalah sebagai berikut:

  1. Di sidebar klik menu Audience (Pengunjung)
  2. Pilih Interest (Minat) dari menu drop-down yang tampil
  3. Klik Overview

Umumnya minat pengunjung yang dikumpulkan oleh google analytics terbagi atas tiga bagian yaitu:

  1. Affinity
  2. in-segment market
  3. lainnya (Other)

Kategori Affinity (Affinitas) menurut keterangan google yang disimpulkan oleh Neil Patel adalah hobi dari pengunjung kita. Kategor In-Segment Market (Segmentasi Pasar) adalah pengunjung yang sedang mencari informasi dan perbandingan produk. Dan terakhir Kategori lainnya (Other) pengunjung dengan minat yang lebih spesifik lagi. Contoh: Jika di Affinity (Afinitas) terlihat data minat pengunjung pada makanan (Foodies), maka di kategori Other akan dirinci lagi minat tersebut menjadi Recipes/Cuisine/East Asian.

Oke sekarang saya sudah tahu minat dari pengunjung saya lalu bagaimana?

Cara paling mudah membuat orang tertarik dengan kita adalah berbicara dengan bahasa lawan bicara tersebut. Di Islam, Rasulullah mengatakan (dikutip oleh sebuah hadist) bicaralah dengan bahasa lawan bicaramu. Maksudnya begini jika anda berhadapan dengan anak kecil bicaralah seperti anak kecil, jika anda berhadapan dengan orang dewasa seumuran gunakanlah bahasa yang gaul.

Jadi sesuaikan artikel anda dengan minat pengunjung anda. Tentunya perubahan setelah memahami statistik ini akan terjadi, oleh karena itu harus dibuat time schedule agar semua rancangan mencapai titik yang diinginkan.

Akhir Kata ..

Tool yang digunakan secara gratis dari google ini jangan disia-siakan. Maksudnya jangan sampai setelah instal lalu anda tinggal begitu saja. Jika anda tidak belajar dari kesalahan saya dalam menggunakan tool analytics dan pelacakan dari google ini, mungkin blog untuk bisnis online yang anda lakukan akan sia-sia.

Jadi berikan waktu sekali dalam seminggu untuk merenungi tulisan-tulisan yang telah anda terbitkan sebelumnya. Apakah sudah menjawab permasalahan dari pengunjung atau malah hanya menimbulkan masalah baru? Untuk sekarang cukup Average time on page, Referrals, dan Interest yang jadi bahan percobaan. Pastinya untuk mendapatkan trafik besar dengan artikel yang sedikit banyak hal yang harus dipersiapkan.