Zionis Israel Rugi 8 Miliar Dolar Akibat Perang Melawan Al Qassam dan Aksi Boikot Produk-Produk Israel Oleh Masyarakat Dunia

Generic Banner

Penarikan mundur tentara penjajah Zionis Israel dalam gencatan senjata 72 jam yang disepakati oleh pihak pejuang Palestina dan penjajah israel menandakan kemenangan pasukan pejuang kemerdekaan Palestina di Gaza. Setelah hampir sebulan di gempur oleh alat-alat militer yang dimiliki oleh Zionis Yahudi, para pejuang memperlihatkan keperkasaan mereka di medan tempur dengan selalu mengirimkan roket-roket yang telah mencapai ibukota Israel, Tel Aviv. Di front terdepan Sayap Militer Gerakan Hamas, Brigade Izzuddin Al Qassam, melakukan operasi-operasi militer yang sukses membawa maut kepada pasukan militer Israel yang takut mati.

Perjuangan rakyat Gaza untuk keluar dari blokade yang telah mengungkung kebebasan mereka selama beberapa tahun belakangan ini mendapat simpati dari beberapa belahan dunia. Namun sayang masih banyak pemerintahan dunia yang tidak mengambil sikap yang serupa dengan aspirasi rakyatnya. Amerika serikat adalah contoh paling nyata, meskipun Presiden Obama mengeluarkan pernyataan mengecam aksi Israel yang menghancurkan sekolah-sekolah milik lembaga Persatuan Bangsa-Bangsa tapi tetap saja Presiden Amerika kulit hitam pertama tersebut membela Zionis disisi lain dengan menyatakan Israel berhak untuk membela diri atas roket-roket pejuang Palestina.

Tindakan Presiden Obama tidaklah mengherankan mengingat banyaknya komunitas Yahudi di Amerika yang mempunyai pengaruh di sendi-sendi kehidupan masyarakat Amerika Serikat. Produk-produk yang ditenggarai dimiliki oleh kaum Yahudi seperti Mc Donald, Coca Cola, Pepsi Cola, Starbuck dan lain-lain merupakan produk-produk yang dekat dengan kehidupan masyarakat Amerika Serikat. Produk-produk tersebut juga telah bermetamorfosis tidak lagi sebagai barang yang dikonsumsi namun juga sebagai sebuah life style. Hal ini dibuktikan dengan telah merambahnya gerai-gerai waralaba Mc Donald dan Starbuck di seluruh dunia.

Pemilik Starbuck sendiri menyatakan bahwa setiap tahunnya ia memberikan sejumlah sumbangan kepada negara Israel untuk mempertahankan eksistensinya. Pernyataan ini kemudian disambut perlawanan dari seluruh masyarakat dunia dengan memboikot produk-produk Zionis Israel. Aksi boikot dan juga biaya perang yang ditanggung Zionis Israel cukup mahal, dilaporkan perekonomian Zionis merugi hingga 8 miliar dolar, sedangkan produk-produk yang mendukung penjajahan atas Palestina mengalami penurunan saham yang signifikan di bursa saham Amerika.

Saya jadi teringat sebuah nasehat dari pemimpin Hamas yang menyatakan mereka sanggup untuk bertempur untuk kemerdekaan Palestina dan menjaga eksistensi Mesjid Al Aqsa, jadi kaum muslimin hendaknya membantu perjuangan mereka dengan doa-doa yang dipanjatkan. Umat muslim yang tidak berada didekat Palestina tidak disarankan untuk datang ke Palestina, khususnya Gaza untuk mengangkat senjata, yang mereka (para pejuang Palestina) harapkan adalah selalu didoakan agar mendapat kemenangan.

Kini bantuan yang dapat dilakukan oleh umat muslim yang ingin membantu memerdekakan Palestina dan Mesjid Al Aqsa terbuka lebar. Perang yang harusnya dilakukan oleh umat muslim adalah berperang dalam sektor perekonomian dan budaya. Aksi boikot terhadap produk-produk pendukung negara penjajah Zionis Israel harus terrus digalakkan. Karena Zionis Israel adalah kaum yang begitu mencintai kehidupan hingga tekanan terhadap ekonomi mereka akan membuat pemerintahan Zionis tertekan. Seperti yang telah saya sebutkan diatas dalam perang “Daun-Daun Berguguran” kali ini pihak Zionis menerima kerugian finansial sebesar 8 miliar dolar. Lumbung-lumbung uang mereka ditahan karena aksi boikot. Namun yang harus diingat bahwa perang ekonomi terhadap Israel hendaklah dilakukan secara kontinu, jika tidak pihak Israel akan mendapatkan celah untuk kembali melakukan kekejaman yang telah mereka perlihatkan pada sebuah wilayah Palestina yang bernama Gaza.

Semoga Allah S.W.T. memenangkan kaum muslimin dengan izin-Nya.

Advertisements

Boikot Produk-Produk Pendukung Negara Zionis Israel

Generic Banner

Para ulama Hamas, Al Ikhwanul Muslimin dan berbagai organisasi perjuangan Muslimin di Timur Tengah telah menyerukan aksi untuk memboikot terhadap produk-produk yang mendukung negara Zionis Israel.

Syeikh Yusuf Qardhawi telah mengeluarkan fatwa yang sangat rinci mengenai seruan ini.

Qardhawi mengatakan, haram hukumnya ummat Islam membeli produk dan barang dagangan Yahudi dan Amerika, dan menganggapnya itu sebagai salah satu dosa besar.

Dia menambahkan, bahwa jihad sekarang ini hukum fardhu`ain (wajib) karena Yahudi menghalalkan segala apa yang diharamkan dan tidak mengindahkan norma-norma moral dan nilai-nilai kemanusiaan serta hukuman internasional.

Produk-produk Amerika perlu diboikot, karena negara ini ikut membiayai negara Israel, berupa bantuan keuangan tiap tahun.

Bahkan sebagian anggota Kongres Amerika kini sedang berusaha agar Presiden George W Bush menaikkan bantuan kepada Israel.

Program bantuan luar negeri tahun 2002 yang telah disetujui Presiden Bush adalah US$ 2,04 miliar untuk bantuan militer dan US$ 730 juta bantuan keuangan, adalah hampir 20% dari total bantuan luar negeri Amerika ke seluruh dunia.

Bentuk gerakan boikot yang paling sederhana adalah dengan tidak membeli produk-produk buatan Amerika dan Israel, atau produk dari negara manapun yang berhubungan baik dengan Israel.

Hubungan itu bisa berbentuk kerja sama dagang, investasi, maupun pengembangan produk.

Setiap Muslim bisa menahan diri untuk tidak membeli kebutuhan sehari-hari berupa makanan, minuman, atau pakaian yang bertanda “made in Israel” atau “made in USA” atau merek-merek yang memang dikenal berasal dari jaringan kedua negara itu.

Misalnya, boikot terhadap perusahaan retail multinasional Marks & Spencer, asal Inggris, segera terjadi begitu perusahaan itu diketahui melakukan perdagangan dalam jumlah yang sangat besar dengan Israel.

M&S juga secara sengaja mempromosikan perdagangan antara Inggris dan Israel.

Bahkan di markasnya di London, secara terang-terangan M&S mengumumkan bahwa sebagian besar keuntungan yang didapat dari ribuan outletnya di seluruh dunia pada hari Sabtu Minggu, akan disumbangkan bagi Israel.

Philip Morris, pabrik rokok terbesar di Amerika juga melakukan hal yang sama.

CIA, Badan Intelejen Pusat Amerika Serikat berhasil mengungkap bahwa Philip Morris menyumbangkan 12% dari keuntungan bersihnya ke Israel.

Jumlah perokok di seluruh dunia mencapai angka 1,15 milyar orang, 400 juta diantaranya adalah perokok Muslim, berarti 35% dari jumlah perokok dunia.

Laba yang diraih oleh produsen rokok bermerek Marlboro, Merit, Benson, L&M itu setiap bungkusnya mencapai 10%.

Amerika menjadi sasaran boikot, juga karena negara itu secara `istiqamah’ menjalankan kebijakan membantu Israel mati-matian.

Baik dari segi keuangan, militer, politik dan lain-lain.

Boikot ini bisa dilakukan dengan tidak membeli produk-produk dari restoran fast-food Amerika yang memang terkenal di seluruh dunia.

Misalnya McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, A&W dan lain-lain.

Tingkat efektivitas boikot seperti ini baru akan terasa bila dilakuan selama beberapa tahun, dan tersedia cukup alternatif agar orang tak mudah tergoda untuk membeli produk-produk Amerika itu.

Ada beberapa keberhasilan yang dicatat.

Supermarket Sainsbury’s asal Inggris terpaksa menutup semua outletnya di Mesir, sesudah beberapa bulan diboikot, meskipun perusahaan itu membantah bahwa mereka mendukung negara Zionis.

Maskapai penerbangan American Airlines yang hendak mengambil alih TWA (Trans World America) disarankan untuk menutup jalur penerbangannya ke Tel Aviv, meskipun jalur itu termasuk jalur yang laris.

Lobi Zionis meyakini hal itu disebabkan meluasnya gerakan boikot terhadap semua perusahaan Amerika yang berhubungan dengan Israel.

Jubilee Awards – Start Awal Boikot Produk Israel

daftar boikot produk israel 2012
sumber: inminds.com

Menurut situs internet Virtual Israel pada 14 Oktober 1998, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menganugerahkan penghargaan tertinggi dari “Negara Israel” kepada sekelompok tokoh bisnis internasional.

Jubilee Awards nama penghargaan itu, menandai hari ulang tahun negara Zionis itu yang ke-50.

Tujuannya untuk menghargai tokoh-tokoh dan perusahaan itu atas usaha terbaik mereka memperkuat ekonomi Israel, melalui penanaman modal dan hubungan dagang.

Di antara yang menerima penghargaan itu adalah sebagai berikut:

  1. Harry Stonecipher dari perusahaan industri pesawat terbang Boeing
  2. Dr. Ferdinand Piech dari perusahaan mobil Jerman Volkswagen AG
  3. Sir Richard Greenbury dari perusahaan retail Marks & Spencer
  4. Nicholas Frank Oppenheimer dari perusahaan berlian De Beers Consolidated Mines Ltd
  5. Peter Brabeck-Letmathe dari perusahaan susu dan makanan Nestle S.A.
  6. Franck Riboud dari perusahaan makanan dan minuman Danone
  7. Richard H. Brown Esq dari perusahaan telekomunikasi Cable & Wireless
  8. Christopher C. Galvin dari perusahaan telekomunikasi Motorola Inc.
  9. Ted Leonsis dari perusahaan sistem komputer dan internet AOL studios
  10. Dr. Heinrich Von Pierer dari perusahaan telekomunikasi Siemens
  11. Pascal Castres dari perusahaan kosmetika St Martin L’Oreal
  12. Roger S. Fine perusahaan produk kebutuhan bayi dan balita Johnson & Johnson
  13. Lucien Nessim perusahaan pakaian dan makanan Sara Lee
  14. Robert P. Van der Merwe dari perusahaan kebutuhan rumah tangga Kimberley-Clarke Eropa

Salah satu penerima Jubilee Award itu, Robert P van der Merwe adalah Presiden perusahaan Kimberly-Clark Eropa.

Kimberly-Clark adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia pada bidangnya dengan keuntungan US$14 miliar per tahun.

Merek ini memiliki produk di hampir semua jenis kebutuhan sehari-hari yang ada di semua pasar swalayan.

Di antaranya adalah tisu Kleenex, produk-produk bermerek Andrex dan Kotex, juga produk-produk kebutuhan bayi Huggies.

Di antara para penerima Jubilee Award itu, bukan saja melakukan hubungan dagang dengan Israel, tetapi juga melakukan investasi di negeri itu.

Di antaranya Motorola dan perusahaan yang berafiliasi dengan General Motors, Delco, sedang mempersiapkan pembangunan pabrik microchip senilai US$ 1 miliar di Israel.

Intel mengumumkan rencananya membangun sebuah pabrik senilai US$ 1,6 miliar.

Volkswagen berencana melakukan investasi senilai US$ 210 juta pada sebuah pabrik barang-barang logam magnesium di dekat Laut Mati.

Perusahaan tenaga listrik Israel Bezel yang bermitra dengan AT&T yang di dalam kemitraan itu juga melibatkan British Telecom.

AT&T, yang merupakan perusahaan raksasa asal Amerika, akan menjadi host bagi jaringan internet dan komputer Angkatan Bersenjata Israel (Israeli Defence Force).

Keputusan itu menyusul sebuah serangan yang dilancarkan para hacker komputer yang berhasil melumpuhkan situs internet AB Israel itu.

Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh pihak militer Israel pada 26 Oktober 2000.

Perhimpunan Muslimin Amerika untuk Yerusalem telah mengeluarkan pernyataan pers, berupa seruan untuk memboikot perusahaan kosmetik Estee Lauder.

Ronald Lauder, CEO Estee Lauder International adalah seorang Zionis yang bekerja sama dengan lembaga Israel yang kegiatan utama menjarahi tanah-tanah Palestina, bernama Dana Nasional Yahudi (Jewish National Fund).

Lauder juga secara terang-terangan menentang hak orang-orang Palestina untuk kembali ke kampung halaman mereka.

Ada banyak LSM internasional yang menjadi sponsor gerakan boikot besar-besaran ini.

Di antaranya Pita Hijau (Green Ribbon) dan Komisi Hak-hak Azasi Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission), Islamic Party of Britain, Forum Hak-hak Azasi Muslim Internasional (International Muslim Rights Forum: IMRF) yang bermarkas di Teluk.

Lembaga yang terakhir ini telah melancarkan sebuah kampanye boikot besar-besaran pada produk-produk Amerika terkenal.

Produk-produk itu adalah maskapai penerbangan TWA yang kini sudah bangkrut dan tutup.

Pakaian jeans Levi’s dan Wrangler, industri perbankan Citibank, minuman ringan Coca Cola, Sprite, Fanta, Maxwell House Coffee, serta produk-produk kebutuhan bayi Pampers.

Mobil-mobil buatan GM, Ford, Jaguar, DaimlerChrysler, peralatan kosmetik Revlon, Estee Lauder.

Kartu telepon internasionalAT&T, rokok Marlboro, produk pembersih Ariel serta produk telepon genggam yang sedang laris di tanah kita Nokia.

Saya mendapat beberapa komentar negatif terhadap tulisan tentang boikot produk Israel ini, anda dapat melihatnya sendiri di kotak komentar.

Tapi tahukah anda berapa kerugian Israel akibat aksi boikot produk yang telah dilakukan masyarakat dunia? Silahkan klik link yang telah saya berikan tersebut diatas.