Iklan WordAds on Pencaricerah.com

Apa itu WordAds?

WordAds merupakan sebuah program partnership dari WordPress yang ditawarkan kepada para pengguna hosting wordpress. Cara kerja program ini secara spesifiknya tidak saya ketahui akan tetapi jika melihat bagaimana cara iklannya tampil kemungkinan iklan wordads sama dengan program periklanan milik google, adsense.

Proses Pendaftaran di wordads.co

Mendaftar di wordads pun tidak seperti google adsense walaupun hampir terdapat persamaan antara keduanya. Pertama wordads mengharuskan pemilik blog untuk membeli domain top level. Contohnya dulu blog saya ini beralamat www.pencaricerah.wordpress.com, ketika saya mendaftarkan diri untuk mengikuti program wordads saya membeli domain top level berekstensi .com. Sekarang blog saya beralamatkan www.pencaricerah.com.

Selain alamat blog harus berupa top level domain, syarat lainnya adalah konten blog yang harus spesifik (sering juga dikenal dengan blog niche) dan mempunyai trafik yang cukup untuk menampilkan iklan. Blog pencaricerah sendiri melewati tahap ini karena satu postingan saya mendapatkan tanggapan yang cukup bagus dari netizen.

Setelah melewati tahap-tahap diatas saya pun mendaftarkan www.pencaricerah.com untuk mengikuti program wordads.

Untuk menunggu konfirmasi apakah blog yang dikelola lolos dalam program partnership ini saya menunggu beberapa bulan. Dan tanggal 12 May 2012 saya mendapatkan jawaban positif dari pengelola wordads kalau www.pencaricerah.com lolos seleksi kemitraan wordads.

Saya mohon maaf jika iklan yang ditampilkan oleh program ini tidak anda sukai karena seluruh iklan yang tampil seharusnya telah melewati filterisasi atau penyaringan dari wordpress sendiri. Setelah lama menulis dalam bentuk blog ini saya berpikiran untuk mendapatkan penghasilan sampingan. Wordads sendiri merupakan pilihan bagi para blogger yang memakai platform wordpress yang dihost pada server wordpress.

Untuk diterima sebagai publisher di wordads ada beberapa kategori yang menjadi pertimbangan wordpress yaitu traffic, konten blog, dan bahasa yang digunakan dalam blog. Saya sendiri tidak mengetahui secara pasti pencaricerah.com di approve menampilkan iklan. Selama ini traffic yang konsisten yang saya terima adalah dari postingan saya berjudul “peluang kerja sastra inggris” dan begitu banyak baik mantan mahasiswa sastra inggris dan teman-teman yang sekarang di kelas 3 Sekolah menengah umum yang merespon tulisan tersebut. Kepada seluruh netters saya mengucapkan terima kasih, semoga pencaricerah.com dapat berguna dan tulisannya mencerahkan seperti niat saya pada awalnya ketika memulai blog ini.

Advertisements

Blogger dan Bahasa Media

Media elektronik seperti internet telah mendapatkan sebuah perhatian khusus bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan internet diibaratkan sebuah gudang yang menyimpan berbagai macam ragam informasi. (Tapi kalo mo cari sesuatu harus teliti juga, karena mencari apa yang kita inginkan seperti mencari jarum di setumpuk jerami). Adanya mesin pencari pun telah mempermudah alur informasi tersebut didapatkan. Nah sekarang apa hubungannya dengan kasus blogger vs kapanlagi.com?

Kasus kapanlagi.com yang seakan telah menipu ribuan blogger Indonesia membawa sebuah dampak yang positif. Apa itu? Gerakan perlawanan blogger yang notabene kebanyakan mempunyai modal kecil dapat menyudutkan sebuah situs yang bermodal besar. Bloging adalah ajang untuk berbagi (selain juga untuk nyari duit). Melihat perkembangan kasus kapanlagi.com vs blogger ini saya jadi sadar bahwa kekuatan bersama akan mampu melawan ketidak adilan. Sayang saya hanya melihat komunitas blogger yang seperti ini, bagaimana dengan umat Islam? Bukankah umat islam seperti bangunan kokoh jika bersatu? (aduh jadi kemana-mana)

Maaf tulisan saya belum runtut, maklum baru belajar agar bisa seperti blogger senior.

Saya memperhatikan judul-judul blog yang terdapat pada halaman-halaman postingan teman-teman blogger yang melawan kapanlagi. Ketika melihat judul tersebut saya teringat dengan bahasa media. Judul-judul tersebut ada yang memojokkan kapanlagi, ada yang agak netral, ada yang marah buanget, ada yang mencoba menjernihkan. Well saya bukan orang media tapi ketika melihat judul-judul yang berbeda tersebut saya merasakan bahwa reputasi kapanlagi akan hancur jika tidak segera menahan arus “demonstrasi” para blogger. Yah harus tanggung jawab atuh. Buat kontes emang harus ada pemenangnya, bisa juga tidak ada pemenang asal diberitahukan kontes tersebut ┬ádibatalkan.