Are you ready to make life changing?

Generic Banner

8 Days from now there will be new product Launch by Yaro Starak, an internet marketing/blogger from Australia.

After the success with Membership Site Masterplan program he planned to give small business owners a new way to get more income from blogging activity.

Just read his first e-book Blog Profit Blueprint and then you can consider joining his program. For me I had download and read his traffic report to grow my blog and getting traffic from arround the world.

What I like from Yaros writing is his ability to take complex subjects and make them very easy to understand even for an Indonesian like me (English is the third language for me cause I was an English Literature Student.  My mother tongue is Minang and my formal language is Bahasa).

If you need to getting now Yaro you could visit his blog http://www.entrepreneurs-journey.com/ and you will find a lot of interesting discussion, tips, and tricks about blogging.

Mark your seat of this new product by clicking this link how to buy / sell blogs or websites for passive income.

Advertisements

Bisnis Online: Peluang atau Penipuan?

Generic Banner
benarkah penipuan?
benarkah penipuan?

Saat ini isu tentang kotornya e-book sampah, yang merujuk pada beberapa situs dan produknya yang menjanjikan kemudahan memperoleh kekayaan di internet cukup hangat di dunia maya, baik itu di blog maupun di forum.
Penyebabnya adalah beberapa konsumen (saya tidak tahu berapa jumlah yang pastinya) merasa tertipu dengan bahasa iklan yang terlalu menjanjikan. Bahasan mengenai bahasa iklan yang terlalu ini sebenarnya telah lama ada, sebelum saya mengenal blog malahan. Bahasan tersebut menjadi topik hangat pemberitaan media cetak nasional beberapa tahun yang lalu (gak ingat kapan tepatnya habis gak langganan koran seh :D). Ketika itu yang menjadi permasalahan adalah bahasa iklan di televisi yang dianggap menyesatkan masyarakat.
Iklan merupakan sebuah rayuan disamping pengenalan sebuah produk kepada masyarakat yang diharapkan menjadi konsumennya. Tujuannya secara ringkas adalah untuk me-laku-kan produk yang telah diproduksi. Bahasa iklan dibuat sebagai sebuah penarik perhatian konsumen untuk mencoba atau bahkan untuk menjadikan produk yang diiklankan sebagai sebuah produk yang menggantikan produk yang sebelumnya dipakai oleh pemainnya.
Setelah konsumen yang terhipnotis dengan pemakaian bahasa atau malah audio-visual sebuah iklan, di belakang hari mereka merasa tertipu karena bahasa iklan produk yang disampaikan kepada mereka ternyata tidak sesuai dengan kenyataan hasil yang mereka hadapi. Dalam hal ini konsumen akan dirugikan sejak awal, yaitu sejak mengenal iklan wah dari sebuah produk.
Di dunia nyata perlindungan terhadap konsumen yang merasa dirugikan oleh sebuah produk dilakukan oleh YLKI. YLKI akan membuat perhitungan dengan produsen melalui meja hijau atau berbagai macam bentuk tindakan hukum lainnya.
Terkait dengan isu di dunia maya saat ini, saya mempunyai beberapa pertanyaan:

  1. apakah YLKI diperlukan untuk memonitor produk-produk e-marketing Indonesia yang nakal?
  2. bagaimana implikasi UU ITE yang diributkan beberapa hari yang lalu terhadap kasus perlindungan konsumen?