Pemilu 2014; Sebuah Catatan Pengamat Kampungan

Pemilihan Umum telah memanggil kita..

(seharusnya) s’luruh rakyat merasa gembira..

Dibawah Undang-undang Dasar ’45 (yang diamandemen)..

Kita menuju pemilihan umum..

(mars pemilu)

Saya masih ingat lagu itu selalu menjadi pengiring berita mengenai pemilihan umum di Indonesia. Apalagi ketika itu Orde Baru masih berkuasa dan partai politik dimana rakyat memilih para wakilnya masih tiga, Partai Demokrasi Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Golongan Karya.

Waktu itu pemenang pemilu sudah pasti, Golongan Karya, namun sejak tumbangnya Orde Baru dan partai politik baru bermunculan, gairah perpolitikan saya hadir. Namun di era Reformasi ini dan di momen pemilihan umum kali ini ada ketakutan yang lebih besar dari harapan mengenai pemilu di Indonesia.

Lanjutkan membaca “Pemilu 2014; Sebuah Catatan Pengamat Kampungan”

Advertisements