Uncategorized

Syiah Bukan Bagian dari Islam

Syiah selama ini saya pikir adalah salah satu dari mahdzab yang berkembang dalam Islam. Namun sekarang saya menyadari bahwa syiah bukanlah bagian dari Islam. Syiria saat ini membuktikan bahwa Syiah menjadi sebuah ajaran yang mendompleng Islam dan tata cara peribadatannya.

Negara Iran, Republik Islam Iran, dengan pemimpinnya Ahmadinejad adalah salah satu pemimpin yang saya kagumi karena keberaniannya dalam menentang Israel dan Amerika. Kelompok perlawanan Hizbullah adalah kelompok perlawanan bersenjata yang saya kagumi karena mereka juga membantu rakyat palestina ketika melawan penjajah Israel di wilayah Gaza. Sekarang saya baru mengetahui bahwa ternyata sikap mereka hanya berpura-pura dan itu (sikap berpura-pura) digunakan untuk mengelabui kaum sunni di dunia untuk menutupi kekejaman mereka. Dalam peperangan di Syiria, Hizbuz latta wa uzza (sebutan Mujahidin Syiria kepada Hizbullah Iran) bersama dengan aparat rezim membantai kaum sunni yang tidak berdaya, padahal telah jelas bahwa setiap petinggi Syiria telah terlihat kekafirannya dengan menuhankan rezim yang saat ini berkuasa Bashar al Saad. Dulu saya berpikir karena kecintaan mereka terhadap pemimpin maka mereka menuhankan Bashar. Tapi saat ini ternyata itu bukan hanya kecintaan terhadap pemimpin belaka tapi telah menyimpang dari ajaran Islam. Saya melihat video di youtube bagaimana penguasa tiran seperti Bashar begitu diagungkan dengan mengganti syahadat. Naudzubillah.

Sedangkan presiden yang saya kagumi karena keberanian dan kezuhudannya, Ahmaddinejad, ternyata adalah salah seorang dari keturunan Yahudi dan dikabarkan dekat dengan pemuka-pemuka agama Yahudi pendukung zionisme. Dulu saya mengganggap kabar itu hanya kampanye hitam kepada salah satu pemimpin Islam yang terkemuka namun setelah Perang di Syiria membuat saya menemukan jawaban yang cukup mengejutkan. Kaum sunni di masa pemerintahan Ahmaddinejad ternyata banyak dibantai, namun pembantaian ini tidak terliput oleh media internasional dikarenakan begitu massifnya serangan Ahmadinejad kepada kebijakan Amerika Serikat dan Israel.

Massifnya berita mengenai ketegasan Ahmadinejad mengkritik Amerika Serikat dan Israel telah menutupi perbuatan zalimnya sendiri. Ini adalah bahaya pencitraan berlebihan oleh media massa.

Media mainstream membuat sebuah pencitraan kepada pembaca dan pembaca mengambil bulat-bulat apa yang diberikan. Padahal Allah telah memberikan peringatan, Jika seseorang membawa kabar kepadamu maka telitilah kabar tersebut. Tabayyun, adalah sebuah sikap yang harus diambil oleh setiap muslim sunni untuk mendapatkan kebenaran, karena dengan tabayyun ia tidak hanya menerima kabar namun mengolah kabar tersebut secara objektif untuk dimakan oleh otak dan juga diamalkan oleh perbuatan. Perbuatan yang hanya menerima bulat-bulat apa yang diberikan oleh media mainstream hanya sebuah perbuatan taklid buta yang dalam agama tidak dianjurkan.

Perilaku ulama syiah yang menjunjung tinggi Ali bin Abi Thalib dan keluarganya namun dilain pihak mencaci sahabat-sahabat nabi adalah perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran nabi Muhammad S.A.W. Sahabat-sahabat nabi yang dicaci adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar Ibn Khatab, Utsman bin Affan. Mereka adalah sahabat yang dijanjikan untuk masuk surga oleh Nabi sendiri dan juga dikenal sebagai khalifah pewaris kenabian dikarenakan mereka mempunyai keutamaan-keutamaan sendiri dalam membantu dakwah nabi Muhammad S.A.W. dan juga ketakwaan mereka kepada Allah S.W.T. Bagi saya tak habis pikir, kenapa ulama syiah menjelek-jelekan sahabat yang mulia sedangkan Ali bin Abi Thalib sendiri memuliakan mereka. Alasan mendasar kenapa ulama syiah mencela para sahabat nabi saya ketahui adalah pada pemegang kekuasaan setelah nabi S.A.W. mangkat. Menurut mereka Ali r.a. yang berhak mewarisi kekuasaan yang ditinggalkan nabi padahal nabi tidak memberikan isyarat kepada sahabat (menurut riwayat). Kesimpulan saya para ulama syiah mencela habis-habisan para khulafaurasyidin hanya karena mereka tidak mendapatkan kekuasaan yang seharusnya. Padahal Ali r.a. sendiri ridha dipimpin oleh Abu Bakar r.a., Umar r.a., dan Utsman r.a.

Salah satu ciri lain dari pemeluk Syiah adalah nikah mut’ah. Menurut mereka pernikahan semacam ini mempunyai dalil yang kuat namun ternyata dikalangan ulama syiah sendiri, mereka menentang pernikahan seperti ini. Silahkan cari di youtube video Ulama Syiah ditanya mengenai Nikah Mut’ah dan jawabannya.

Ulama sekaliber Yusuf Al Qardhawi pun harus mengubah fatwanya mengenai Agama Syiah. Semula ia berharap Sunni dan Syiah dapat bersatu dalam sebuah akidah yang lurus, namun sekarang beliau meralat pendapat beliau. Syiah adalah ajaran yang sesat.

Advertisements

One comment

  1. Pingback: Sunni atau Syiah: Berawal dari “Oohh..Jokowi itu Syiah” | PencariCerah

Leave a Reply