Uncategorized

Soraya Abdullah Balvas dan Niqab

Siapa soraya abdullah?? Saya mengetahuinya dari pemberitaan televisi bahwa wanita yang kini berniqab ini menghilang. Menghilang dengan maksud yang bagaimana saya tidak tahu, hanya saja beliau sekarang dikaitkan dengan tersangka Muhammad Jibril dan ayahnya Abu Jibril. Jadi sekarang beliau mendapat ujian lagi (insyaAllah) dengan dikaitkan pada peristiwa bom Mega Kuningan Jumat bulan lalu. Namun tidak itu yang ingin saya bahas sekarang, melainkan ujian yang beliau terima semenjak memutuskan untuk berhijab dan berniqab karena Allah.
Sebagai seorang artis wanita yang sedang tenar keputusannya untuk berhijab membuatnya kehilangan pekerjaan untuk beberapa bulan. Tidak ada produser televisi yang menginginkan seorang aktris yang membalut tubuhnya dengan baik. Kisahnya ini dapat ditemui dalam situs kedaibacakita.
Berawal dari perceraian dengan suami, Soraya mendapatkan hidayah saat mondok di pesantren Al Ihya, Bogor (yang kini membantah bahwa Soraya pernah mondok disana, baca poskota).
Menurut berita yang ditemui Soraya mulai memakai niqab sejak tahun 2007 yaitu ketika ia mulai mengikuti pengajian dengan Abu Jibril.
Wallahu Alam bishawab.
Yang menjadi perhatian saya adalah komentar yang diberikan oleh orang-orang yang tidak senang dengan perubahan beliau. Ada yang mengatakan beliau menjadi ninja, ada yang mengatakan kembali ke jaman purba, dan perkataan lainnya. Melihat dari komentar-komentar tersebut para penulis anonim yang kontra terhadap perubahan Soraya jelas ingin terlihat modern, liberal, pendukung kebebasan wanita. Namun sayang jelas terlihat juga bahwa ia tidak bisa menerima perbedaan keyakinan seseorang. Bagi seorang muslimah Indonesia memakai burqa mungkin hanya pilihan masing-masing, namun jika seseorang telah memilih dengan kesadarannya maka apakah pilihan itu harus dicemooh??
Betapa berbedanya kisah Soraya Abdullah dan kisah wanita yang berniqab sebelumnya. Di negara yang selalu kita caci karena kerusakan moralnya justru Islam semakin dicintai dan amalan seperti burqa di terima sebagai pilihan dari si pemakai, sedangkan di Indonesia ini orang yang mengaku liberal dan plural tidak berani menerima perbedaan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Semoga masalah yang menimpa Soraya Abdullah dapat menjadi penggugur dosa baginya.
Advertisements

Leave a Reply