About these ads

Senjata Brigade Izzuddin Al Qassam dan Pahlawan Palestina

Malam ini saya kesulitan untuk beristirahat. Mungkin pengaruh dari kegiatan beberapa hari belakang dan juga cuaca yang, menurut saya, semakin ekstrim. Dan saya pun kembali mengetik pada tuts-tuts di netbook mengenai HAMAS. Saya begitu terkesan dengan para pemimpinnya, pergerakannya di Palestina, dan juga perjuangan-perjuangannya. Perang selama 51 hari melawan Israel yang menggempur Jalur Gaza yang padat penduduk dengan artileri berat yang lalu semakin membuat saya terkesan. HAMAS sekarang diakui sebagai sebuah organisasi yang kuat baik dalam meja perundingan maupun medan pertempuran.

Berkali-kali pemimpin-pemimpin HAMAS menjadi target pembunuhan oleh pemerintah Israel, dan berkali-kali juga HAMAS menunjukkan kepada Israel bahwa tewasnya pemimpin mereka hanyalah sebagian kecil dari bensin yang membakar semangat rakyat Palestina untuk tetap berjuang kembali ke kampung halaman mereka di Palestina yang telah dicaplok oleh Israel.

HAMAS dalam bahasa Arab berarti semangat. Dan itu yang selalu diupayakan untuk padam oleh Israel dengan berbagai cara. Mulai dengan membelah dan menguasai (devide et impera) dengan membagi daerah Palestina menjadi Jalur Gaza (dikuasai HAMAS) dan Tepi Barat (yang dikuasai FATAH). Sikap politik negara penjajah Israel sendiri lebih condong untuk mengakui gerakan FATAH dan Palestine Liberation Organization yang pernah dipimpin oleh alm. Yasser Arafat. Untuk membendung gerakan HAMAS pemerintah penjajah Israel memutuskan untuk memblokade Jalur Gaza, menekan PLO di Tepi Barat menangkapi aktivis HAMAS, dan yang paling hina adalah perekrutan rakyat Palestina sendiri menjadi mata-mata Israel.

Penyerangan yang menargetkan pemimpin Brigade Al Qassam, Muhammad Dheif adalah hasil dari informasi mata-mata Israel di Jalur Gaza. Namun Allah masih melindungi Ad Dheif (sang Tamu) yang lolos dari serangan rudal dari pesawat Israel. Walaupun pemimpin tertinggi sayap militer HAMAS, Brigade Izzuddin Al Qasam terhindar dari upaya pembunuhan tiga komandan militer Al Qassam tewas dalam serangan tersebut. Mereka adalah Mohammed Abu Shamala, Raed al-Attar, dan Mohammed Barhoum.

Dalam rilis pers-nya juru bicara resmi dari Brigade Al Qassam, Abu Jubaidah langsung merespon dengan mengatakan para pemimpin yang syahid akan selalu memberikan ketakutan ke dalam hati penjajah Israel. Dengan pengembangan persenjataan yang selalu dilakukan oleh Brigade Al Qassam dibawah kepemimpinan al Dheif, ketiganya akan segera bergabung dengan M-75, J-80, R-160, J-80, Roket Al-Qassam (ada tiga varian menurut jarak jangkaunya), roket Al Banna, roket Yassin, Senjata sniper Ghul, dan drone Ababil yang mempunyai tiga misi (menyerang, mengintai, dan bunuh diri). Persenjataan HAMAS tidak hanya itu tapi juga terowongan-terowongan yang telah menembus batas perbatasan yang telah dibuat oleh penjajah Israel.

Kita bangsa Indonesia selalu diingatkan untuk menghargai perjuangan pahlawan kita akan tetapi pesan tersebut sepertinya hanya sebuah kalimat yang manis tanpa kita renungkan. HAMAS selalu mengingat para pahlawannya yang dibunuh oleh penjajah Israel dalam persenjataan mereka. Semangat mereka selalu bergelora karena walaupun para pahlawan telah mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah yaitu berupa kesyahidan (insya Allah), para pahlawan tersebut tetap hidup dalam hati rakyat Palestina dan khususnya pasukan “bertopeng” Al Qassam. Trik dari pejuang Palestina dalam “menghidupkan” ayat-ayat Quran ini selayaknya dapat kita tiru.

1. Roket Al Qassam

roket al qassam

Dinamakan Al Qassam adalah untuk mengingatkan rakyat Palestina akan perjuangan pendahulu mereka almarhum Izzudin Al Qassam. Beliau adalah seorang ulama yang kerap menyampaikan peringatan kepada rakyat Palestina akan bahaya penjajah Inggris dan juga bahaya laten kelompok Zionis Yahudi yang ingin tinggal di Palestina. Syekh Izzudin Al Qassam syahid dalam kepungan tentara Inggris dan Zionis Israel bersama murid-murid beliau yang menerima pesan tentang bahayanya Inggris dan Zionis Yahudi.

2. M-75

roket m-75

M-75 adalah roket buatan pemuda Brigade Al Qassam yang mampu melesat sejauh 75 sampai 80 kilometer. Ibrahim al-Maqadma adalah salah satu pendiri sayap militer Brigade Al Qassam, ia dibunuh oleh Israel pada tahun 2003. Roket M-75 digunakan pertama kali pada tahun 2012.

3. Roket R-160

DR Abdullah Ar Rantisi adalah inspirasi bagi para pejuang HAMAS dan juga Brigade Al Aqsa. Beliau syahid setelah mobil yang dikendarai ditembak oleh helikopter Apache milik Israel.

4. Roket J-80

roket j 80

5.  Ghul – Jenis senjata sniper

sniper ghul

About these ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: