Selamat Datang Ramadhan

Ustadz Faudhil Adhim, @kupinang
ustadz Faudhil Adhim

Ramadhan semakin dekat. Hitungannya ditahun 2015 Ramadhan akan dimulai tanggal 18 Juni 2015. Bagaimana persiapan kita, muslim nusantara?

Bagi seorang teman Ramadhan kali ini adalah proses adaptasi. Rumahnya terkena gusuran atas perintah gubernur Ahok. Bagi saya pun Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang baru. Saya pindah dari provinsi Jawa Barat ke Jakarta Timur. Status pun berubah dari jomblo menjadi suami.
Tentunya menyambut Ramadhan kali ini saya harus beradaptasi.
Apa saja yang harus saya persiapkan untuk Ramadhan kali ini? Secara garis besar hampir sama dengan Ramadhan sebelumnya. Membaca buku tentang puasa Ramadhan, panduan shalat tarawih, dan juga zikir yang membuat Allah menjadi lebih ridha terhadap amalan saya.
Harapan saya Ramadhan kali ini bisa lebih baik dibandingkan Ramadhan sebelumnya.
Karenanya saya mohon maaf jika dalam postingan atau konten blog saya ada kata-kata yang menjadi bulir dosa. 
Ramadhan semakin dekat. Sudah saatnya berlatih menahan diri dari twitwar serta saling mengolok menertawakan orang lain via twitter.
1. Ada yang berpuasa, tapi tidak memperoleh ampunan-Nya. Semoga Allah Ta’ala selamatkan kita dari kecelakaan yang semacam itu.
2. Apa yang menyebabkan rusaknya puasa kita? Banyak hal. Salah satunya perkataan sia-sia maupun keji, melalui lisan maupun jemari (tweet).
3. Mari kita ingat hadis ini:
لَيْسَ الصِّيَامِ مِنَ الْأَكْلِ الشَّرَابِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ الّغْوِ وَالرَّفَتِ >>
4. “Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. >>
5. >>
فَإِنْ شَابَكَ أِحَدٌ أَوْ جَهَلَ عَلَيْكَ فَقُلْ : إِنّي صَا ئِمٌ، إِنِّي صَاءِمٌ
HR. Ibnu Khuzaimah.
6. >> Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah: Aku sedang puasa, aku sedang puasa.” HR. Ibnu Khuzaimah.
7. Meski kita berdiam di masjid, lisan tak mengucap perkataan yang bikin sakit, tapi kalau jemari masih sibuk mengolok lewat tweet???
8. Maka menahan diri dari perkataan yang sia-sia, terlebih yang keji, bukan hanya berlaku bagi ucapan lisan. Ucapan via socmed perlu dijaga.
9. Jika terhadap ajakan untuk saling berdebat saja kita patut mengucap “saya puasa”, maka patutkah kita sibuk memancing masalah untuk debat?
10. Cukuplah kita mengingat sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam untuk berhati-hati agar kita terhindar dari puasa bercacat.
11. Sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam:
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالْعَطَشُ
HR IbnuMajah, Darimi, Ahmad, Baihaqi
12. “Berapa banyak orang yang puasa, bagian (yang dipetik) dari puasanya hanyalah lapar dan haus (semata).” HR. Ibnu Majah dan lainnya.
13. Semoga tweet sederhana ini bermanfaat. Semoga kita tidak tergolong orang yang berpuasa tapi tidak meraih ampunan Allah Ta’ala.
https://twitter.com/kupinang/status/607751153288245248
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN
About these ads

Leave a Reply