Sekilas Tentang Kredit Tanpa Agunan


kredit tanpa agunan
ilustrasi

Pengertian Kredit Tanpa Agunan

Kredit tanpa agunan adalah produk perbankan dimana seseorang yang telah memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan dapat mendapatkan pinjaman dana tunai tanpa memberikan jaminan/agunan. Produk perbankan ini juga dikenal dengan istilah personal loan.

Sejarah Kredit Tanpa Agunan di Indonesia

Produk Kredit Tanpa Agunan pertama kali diperkenalkan oleh Standard Chartered Bank dan hingga saat ini banyak bank-bank nasional swasta maupun pemerintah yang mengeluarkan produk personal loan dikarenakan banyaknya permintaan dari masyarakat dan juga keuntungan yang menjanjikan bagi bank yang bersangkutan.

Syarati dan Ketentuan Kredit Tanpa Agunan

Syarat dan ketentuan dalam mendapatkan kredit tanpa agunan biasanya sangat mudah, cukup mempunyai kartu kredit dan juga mengisi aplikasi biasanya seseorang sudah bisa mengajukan permintaan pinjaman ini. Saat ini kepemilikan kartu kredit menjadi syarat utama bagi peminat kredit tanpa agunan. Kepemilikan kartu kredit bagi bank memudahkan analisa terhadap calon debitur (peminjam). Dengan sistem yang sudah terintegrasi dengan Bank Indonesia (sering dikenal dengan istilah BI checking) bank penyalur kredit tanpa agunan dapat mengetahui sejarah tagihan seorang calon debitur. Jika dalam riwayat tagihan kartu kredit yang dimiliki seorang calon debitur mempunyai riwayat pembayaran yang baik dan juga kontrol pemakaian kartu kredit yang baik maka calon debitur yang mengajukan kredit tanpa agunan tidak akan mengalami kesulitan dalam persetujuan aplikasinya. Sebaliknya jika seorang calon debitur mempunyai riwayat pembayaran yang tidak baik dan juga tidak ada kontrol terhadap pemakaian kartu kreditnya (pemakaian sering overlimit) maka aplikasi yang diajukan oleh calon debitur tersebut dapat ditolak. (Baca 3 Langkah Mudah Kredit Tanpa Agunan dari Tunaiku).

Kredit Tanpa Agunan Untuk Tujuan Konsumsif

Masyarakat biasanya menggunakan kredit tanpa agunan ini untuk tujuan konsumtif seperti modal resepsi pernikahan, untuk merenovasi rumah, untuk modal liburan, sebagai down payment pembelian rumah atau kendaraan bermotor (saat ini BI melarang penggunaan kredit tanpa agunan untuk DP) dan lain-lain. Tidak hanya masyarakat yang mendapat manfaat dari hadirnya kredit tanpa agunan atau personal loan ini, Bank pun sebagai institusi yang menerima dan mengumpulkan dana dari masyarakat juga terbantu. Dengan adanya produk kredit tanpa agunan pihak perbankan dapat memutar uang nasabah yang disimpan dan dengannya dapat memberikan keuntungan lebih bagi nasabah yang menyimpan uang selain dari membayar biaya operasional mereka sendiri.

Meskipun pihak bank dan masyarakat (dalam hal ini calon debitur) terlihat saling menguntungkan akan tetapi permasalahan antara dua institusi ini cukup pelik. Biasanya permasalahan antara Bank dan debitur dalam hal kredit (termasuk kredit tanpa agunan) adalah ketika pihak debitur mengalami wan prestasi (cedera janji) yaitu ketika debitur mengalami keterlambatan dalam pembayaran tagihan kredit selama beberapa waktu. Dalam sistem operasional Bank umumnya pihak bank akan melakukan pendekatan personal terukur pada debitur yang terlambat melalui beberapa tahapan yaitu:

  1. menelpon dan mengingatkan debitur telah lewat masa atau jatuh tempo pembayaran
  2. menyurati debitur dengan mengingatkan pada kesepakatan awal perjanjian kredit
  3. menggunakan pihak ketiga untuk menagih

Tahapan ketiga yaitu menggunakan jasa pihak ketiga untuk menagih debitur yang “bandel” ini yang membuat masyarakat (calon debitur) menjadi enggan untuk menggunakan fasilitas kredit perbankan (seperti kredit tanpa agunan). Debt Collector dari pihak ketiga biasanya membuat debitur merasa tidak nyaman dengan cara-cara yang dilakukan oleh pihak ketiga. Walaupun debt collector mempunyai surat tugas dari bank yang menggunakan jasanya akan tetapi teknik operasi di lapangan sepertinya tidak mengikuti Sistem Operasional yang ditetapkan Bank. Tidak jarang kita mendengar begitu banyak keluhan dari debitur yang menjadi hikmah bagi calon debitur untuk menghindari bank dalam menggunakan produk keuangan yang dibutuhkan. Tentang bagaimana seharusnya menghadapi debt collector baik dari bank sendiri ataupun pihak ketiga yang digunakan bank dapat membaca postingan Kabar Terbaru Bagi Pemegang dan Pengguna Kartu Kredit.

Lezatnya kue yang bernama kredit tanpa agunan dimana seorang calon debitur dapat dengan mudah mengajukan aplikasi dan juga menguntungkan pihak bank juga dilirik oleh perbankan yang berbasis syariah. Namun kali ini pembahasan mengenai sekilas kredit tanpa agunan dicukupkan dulu, dan nantikan tulisan tentang kredit tanpa agunan syariah.
Bantu Sebar Tulisan Ini untuk Saudara dan Teman Anda dengan mengklik icon social media  dibawah.
About these ads

Leave a Reply