[Resensi] Keajaiban Terowongan Gaza

terowongan hamas
ilustrasi
Tulisan ini sebenarnya sudah lama ingin saya publish di blog tapi saya selalu lupa untuk melakukannya. Tidak layak juga tulisan ini disebut dengan resensi karena kelemahan saya dalam menyimpulkan intisari dan memperlihatkan keunggulan dan kelemahan buku yang ditulis oleh Nandang Burhanuddin ini.
Saya membeli buku ini karena judulnya yang sangat memberikan rasa ingin tahu saya rasa lapar tentang terowongan Gaza. Terowongan yang membuat takut negara yang diakui kekuatan militernya nomor empat di dunia dimana salah satu keunggulan militernya adalah tank merkava. Dengan berbagai dalih dan juga bukti, penjajah Israel menargetkan untuk menghancurkan terowongan Gaza yang dikabarkan berjumlah ribuan dan berjarak ribuan kilometer.
Dalam buku ini juga diceritakan betapa pejuang Al Qassam mempunyai divisi khusus untuk menggali terowongan. Fungsi terowongan ini tidak hanya untuk menyerang tentara Israel seperti yang diperlihatkan beberapa saat lalu ketika operasi Daun-daun Gugur berlangsung tetapi lebih dari itu. Terowongan yang dimiliki pejuang-pejuang Gaza seperti Al Qassam juga berguna untuk menyelundupkan bahan-bahan makanan dan obat-obatan dari negara tetangga.
penyelundupan bahan makanan
Terowongan di Gaza mempunyai arti yang sangat penting setelah blokade diberlakukan setelah kemenangan HAMAS dalam pemilihan umum di Palestina. Selain untuk bergerak memukul setiap gerakan militer zionis Israel yang ingin masuk ke Jalur Gaza, dan menyelundupkan bahan makanan dan obat-obatan; terowongan-terowongan kaum perlawanan di Gaza mempunyai arti penting untuk kemenangan dan pembebasan Palestina dan juga kekalahan bagi Israel. 
Terowongan di Jalur Gaza tidak hanya mempunyai panjang ribuan kilometer tetapi juga mempunyai konstruksi yang cukup kokoh dimana antara satu terowongan dan terowongan lainnya bisa dibangun secara bertingkat. Komandan Al Qassam secara cerdik membalas perlakuan Israel yang membuat tembok yang sangat tinggi dalam membatasi antara Israel dan Jalur Gaza. 
Buku ini tidak hanya membahas mengenai konstruksi terowongan dan fungsi terowongan tersebut untuk perlawanan akan tetapi juga aktivitas para serdadu Al Qassam yang terdapat didalam terowongan. Terowongan yang panjang dan mengular tersebut selalu mempunyai penjaga dan juga pekerja. Para penjaga melakukan ribath untuk menjaga perbatasan Gaza dari incaran serdadu zionis sedangkan bagian pekerja bertugas untuk menggali lebih dalam dan lebih panjang lagi. Tidak diketahui secara pasti ada berapa korban yang insya Allah syahid dalam menggali terowongan-terowongan yang telah mencapai negeri zionis ini. Tapi pengorbanan para pekerja terowongan Al Qassam berbuah manis karena tidak mudah bagi Israel untuk menghancurkan seluruh terowongan yang telah dibuat oleh Al Qassam meskipun mereka (baca; Israel) menyatakan telah mempunyai peta dari terowongan Al Qassam tersebut.
Isi buku yang ditulis oleh Nandang Burhanuddin ini banyak menukil dari berita-berita yang terdapat di internet, khususnya media berbahasa Arab dan berbahasa Inggris. Hingga pada satu poin tertentu pembaca akan merasakan rendezvous dengan tulisan yang tersaji. 
About these ads

Leave a Reply