About these ads

Puisi Ini Untukmu, Istriku

Istriku,
maafkan aku jika punya sejarah tak seputih dirimu
engkau telah menerima pinanganku kala orang lain menolakku
namamu pun begitu putih, seperti cerahnya hari Fitri dimana dosa terampuni setelah 30 hari ibadah puasa Ramadhan

Istriku,
kita tidak punya waktu sebanyak orang lain kala berkenalan
aku hanya menawarkan niat tulus untuk bersama beribadah kepadamu dan engkau menerima dengan satu syarat

syarat yang aku setujui dan tak akan aku ingkari
syarat yang telah diperbolehkan oleh Tuhan kita
dan tidak disukai oleh kebanyakan wanita

Istriku,
engkau adalah permata di mataku
melihatmu tilawah dengan khusyuk
ketika aku pulang dari rutinitas
adalah kebahagiaan bagiku

Suapanmu sayang
adalah makanan paling aku nikmati di seluruh dunia

Permintaanmu, adalah jihad bagiku

Istriku,
maafkan aku yang tidak bisa menemanimu penuh pada malam-malam kegelisahanmu tubuh manusiaku begitu rapuh
tapi jiwaku merasakan kegelisahanmu
tidak tenang tidurku saat engkau terisak dalam pelukku
ingin ku buka mata, untuk melihat kesedihanmu
tapi saat kutanya asbab air matamu mengalir
kau selalu menjawab betapa bahagianya dirimu

Tuhanku
Engkau Maha Tahu isi hatiku, dan betapa aku mencintai
perempuan yang telah Engkau pilih untukku
Engkau Maha Tahu betapa aku bersyukur atas pilihanMu

Tuhanku,
Jagalah rasa cinta kami agar selalu taat kepada Mu
Jagalah kami dalam mendapatkan rezeki yang barakah
Jagalah keberkahan pernikahan kami agar menjadi peradaban kecil yang indah Jagalah Istriku dan juga buah hati kami yang berada dalam rahimnya yang gelap
Berilah kesabaran, keselamatan, dan kelapangan bagi kami dalam menapaki satu lagi tangga peradaban yang kami rencanakan

Untukmu Istriku

About these ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: