Plester Luka Hansaplast, Teman Kala Berpergian

Plester pelindung kaki menjadi barang yang sangat menyita perhatian kala rekan-rekan wanita saya di kantor menggunakan sepatu baru. Biasanya plester ini ditemplekan pada bagian tumit di dekat mata kaki. Gesekan antara kulit kaki dan kulit sepatu yang masih baru menjadi pandangan ironis antara kebahagiaan memakai sepatu baru yang lucu dan menahan perih kulit yang hampir terkelupas.

Sejak ditemukan oleh Earl Dickson di tahun 1920, perban kecil untuk luka ringan telah membantu manusia dalam menganggulangi akibat kerusakan struktur atau fungsi tubuh. Perang telah membuat produk Earl Dickson disebarkan ke seluruh dunia. Schoolpouringrights.com menulis kalau Band-Aid, merek plester luka pertama, menjadi produk yang paling banyak dikirimkan ke luar Amerika Serikat kala perang dunia kedua berlangsung.

Sekarang merek plester luka yang dapat kita temui tidak hanya Band-Aid, tetapi ada banyak merek. Salah satunya adalah Hansaplast, plester sudah lama beredar. Paling tidak sejak saya kecil merek ini selalu menjadi bagian dari diri saya sendiri yang selalu mengalami luka entah itu terjatuh di sepeda, jatuh karena kesandung batu atau disayat pisau saat belajar masak.

Barang kecil ini harusnya kita bawa kemana-mana. Alasannya simpel. Kita tidak bisa memperkirakan dimana dan kapan kita akan memerlukannya. Seperti payung atau mantel hujan bagi pengendara bermotor.

Ketika kita akan berangkat beraktifitas cuaca mungkin saja terlihat sangat cerah. Tetapi ketika kita berada ditengah perjalanan cuaca bisa saja berubah dengan cepat menjadi hujan. Bagi karyawan kantor yang ruangannya full AC, pakaian yang basah karena hujan akan menjadi masalah sendiri.

Lalu apa hubungan membawa plester luka dengan payung atau mantel hujan?
Kondisinya yang hampir sama. Kita bisa mendapatkan kecelakaan kecil dimana dan kapan saja. Pentingnya kehadiran plester luka akan menjadi sangat signifikan karena jika luka kecil yang tidak ditutup dengan baik bisa membuat proses regenerasi kulit akan terhambat dan bisa menyebabkan adanya bekas luka bahkan koreng.

Di kantor seorang karyawan bisa mendapatkan luka kecil karena kertas yang digunakan untuk ngeprint atau fotokopi. Sisi kertas A4 yang selama ini tidak terlihat berbahaya jika tidak baik dalam mengaturnya akan membuat jari anda tersayat tanpa disadari. Saya sendiri pernah merasakan perihnya disayat sisi tepi kertas A4 ketika mempersiapkan sebuah dokumen yang harus diperbanyak.

luka sayat
sumber gambar: id.hansaplast.co.id

Ada satu hal yang harus diingat ketika menggunakan plester luka merek hansaplast atau yang lain. Gunakan yang hiegienis. Jangan gunakan plester yang sudah dibuka penutupnya. Kadang saya melihat beberapa orang menggunakan plester luka yang telah digunakan berulang-ulang dengan alasan HEMAT.

Sebuah plester yang digunakan berulang-ulang dikhawatirkan kehilangan khasiatnya dalam menutup luka dan menahan bakteri yang dapat menyebabkan luka kecil menjadi memburuk.

Bagi saudara-saudara muslim harap perhatikan saat menggunakan plaster transparan tahan air seperti hansaplast. Sebelum wudhu buka dulu plesternya dan rekatkan lagi kalau wudhu selesai. Karena syarat wudhu itu adalah air yang bersentuhan dengan kulit. Jika saat berwudhu kulit kita tidak terkena air maka wudhu kita tidak sah dan khawatirnya berdampak dengan diterima atau tidaknya shalat kita.

Ingat plester luka yang saya maksudkan disini adalah luka fisik yang kecil, bukan luka hatimu.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *