Pimpinan Dan Karyawan Memahami Tanggung Jawab

Great power come great responsibility, pesan uncle Ben kepada Peter Parker. Pesan ini tidak hanya ditujukan pada sebuah tokoh khayalan tapi juga pada setiap orang yang mempunyai kekuasaan. Di lingkungan pekerjaan hal ini amat sangat terlihat, direksi punya keputusan mutlak yang tidak dapat diganggu oleh bawahannya karena direksi menanggung beban karyawan yang jadi bawahannya. Karyawan biasa hanya berpikir bagaimana agar gajinya bisa naik dan keluarganya sejahtera. Kadang karyawan tidak bisa sejalan pikiranny dengan direksi karena hal itu.
Mengetahui karakteristik pimpinan menjadi hal wajib bagi karyawan, namun tidak bagi pimpinan. Pemimpin hanya membagi karyawan pada beberapa kategori menurut karakter komunal. Perbedaan ini diakibatkan pemimpin itu hanya satu sedangkan yang dipimpin itu banyak dalam hal jumlah. Pemimpin tidak akan bisa memberi apa yang setiap karyawan inginkan tapi ia bisa memberikan apa yang diinginkan kelompok karyawan. Staf biasa yang mempunyai karakter beragam dapat disatukan keinginannya dalam pembagian bonus tahunan. Karyawan yang mendapat bonus walaupun mungkin hanya satu kali gaji akan lebih bersyukur dan membuat yanh bersangkutan lebih semangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya.
Karyawan harus mengerti karakter pemimpinnya karena pemimpinnya hanya satu. Mereka dapat memperhatikan gerak-gerik pemimpin lalu kemudian memutuskan untuk melakukan hal-hal yang disukai pemimpinnya. Selain itu karyawan akan mampu memahami tanggung jawab pemimpinnya berdasarkan jabatan yang diemban.
Tanpa ada rasa saling memahami akan tanggungjawab yang diemban maka akan muncul perasaan iri hati yang akan membuat kinerja sebuah organisasi berantakan dan tidak akan capai tujuan yang ditetapkan.

Advertisements

Tinggalkan Balasan