About these ads

Pernikahan adalah Basis Peradaban

pernikahan adalah saat cincin emas melingkar di jari manismu
gambar dari https://jasafoto.net

Pernikahan adalah basis peradaban. Apa maksud dari pernyataan ini? Simak khutbah dari ustadz Anis Matta tentang pernikahan untuk menambah ilmu sebelum menikah.

Setelah sekolah fase selanjutnya dari sebuah kehidupan manusia adalah kuliah, bekerja lalu menikah dan berkeluarga. Setiap fase ada ilmu yang harus dipersiapkan untuk menjalaninya.

Dengan ilmu fase kehidupan akan mengantar seseorang menuju tujuan hidupnya.

Berikut ilmu yang diberikan ustadz Anis Mata dalam fase pernikahan. Ilmu ini disampaikan di tahun 2013 saat beliau di daulat untuk menyampaikan khutbah nikah.

Kita seringkali menganggap pernikahan itu adalah peristiwa hati.

Padahal sesungguhnya pernikahan itu adalah peristiwa peradaban.

Ini bukan cuma tentang 2 manusia yang saling mencinta lalu mengucap akad. Tetapi bahkan ini merupakan peristiwa peradaban yang mengubah demografi manusia.

Pernikahan adalah sayap kehidupan.

Rumah adalah benteng jiwa.

Jika di rumah kita mendapat energi memadai, di luar rumah kita akan produktif.

“Sakinah” bukan cuma “tenang”. Ia berasal dari kata “Sakan” yang artinya “diam/tetap/stabil”. Maka ia menjadikan tenang karena stabil, bukan tenang yang melalaikan.

Sakinah adalah perasaan tenang yang lahir dari kemantapan hati. Manusia menjadi tenang saat kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara komprehensif.

Al Quran menjelaskan, “Kami jadikan air sebagai sumber kehidupannya”. Air (mani) merupakan sumber (simbol) stabilitas (psikis saat diatur volumenya dalam tubuh) dan produktivitas (kualitas semangat dan kuantitas keturunan).

Hakikat pernikahan tidak bisa dipelajari darimanapun. Learning by doing. Islam mengarahkan menikah muda agar rasa penasaran itu cepat terjawab.
Agar setelah “rasa penasaran” itu terjawab, perhatian seseorang lebih banyak tercurah dari urusan biologis ke intelektualitas-spiritualitas.

Tidak perlu takut terhadap beban hidup, yang perlu dilakukan hanya mengelolanya.

Sebab pelaut ulung pun lahir setelah gelombang-gelombang samudera.

Yang bisa membuat kita melewati gelombang itu adalah persepsi awal cinta sebagai dorongan untuk terus memberi pada yang kita cintai.

Hubungan yang terbina dari sini bukan hanya hubungan emosional, tapi juga spiritualitas-rasional. Karena keluarga ini adalah basis sosial terkecil untuk membangun peradaban.

 

About these ads

1 Comment

  1. […] baca Pernikahan Adalah Basis Peradaban […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: