Pengertian Asuransi Syariah: Apa dan Bagaimana

pengertian asuransi syariah tercapai dengan akad
gambar via asuransihalal.wordpress.com

Sebelum masuk ke topik utama yaitu pengertian asuransi syariah, ada baiknya kita kenali dulu apa itu asuransi dalam terma konvensional.

Memulai dengan memahami asuransi secara konvensional akan lebih baik karena masyarakat lebih mengenai asuransi konvensional sebelum asuransi syariah.

Pengertian Asuransi

Asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang berisiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi. Kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proposional di antara semua unit-unit dalam gabungan tersebut. (Robert I. Mehr, Life Insurance Theory and Practice, 1985, Business Publication Inc.)

Mark R. Greene mendefinisikan asuransi sebagai institusi ekonomi yang mengurangi resiko dengan menggabungkan di bawah satu manajemen dan kelompok objek dalam suatu kondisi sehingga kerugian besar yang terjadi yang diderita oleh suatu kelompok yang tadi dapat diprediksi dalam lingkup yang lebih kecil. (Life and Health Insurance Companies as Financial Institution, 1984, LOMA).

C Arthur Williams Jr. dan Richard M. Heins mendefinisikan asuransi sebagai perlindungan terhadap resiko finansial oleh penanggung. Selain itu asuransi adalah alat yang mana resiko dua orang atau lebih atau perusahaan-perusahaan digabungkan melalui kontribusi premi yang pasti atau yang ditentukan sebagai dana yang dipakai untuk membayar klaim. (Risk Management and Insurance, fifth edition, 1987, Mc Graw-Hill Book Company, hlm.214-215)

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian mengatakan asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. Atau, tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti; atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Secara konvensional Asuransi adalah alat untuk mengurangi resiko atas kerugian,kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang dapat berjalan jika terjadi sebuah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan penerimaan/pemberian premi asuransi.

Pengertian Asuransi Syariah

Islam mengarahkan umatnya untuk mencari rasa aman baik untuk dirinya maupun untuk keluarganya di masa mendatang.

Al-ammu al-qidza’i atau aman konsumsi merupakan prinsip untuk mencapai keamanan dimana masyarakat bebas dari rasa lapar.

Rasulullah SAW pernah berpesan kepada Sa’ad bin Abi Waqqash agar mensedekahkan sepertiga hartanya saja dan selebihnya ditinggalkan untuk keluarganya agar mereka (baca:keluarga Sa’ad bin Abi Waqqash) tidak menjadi beban masyarakat.

Asuransi dalam bahasa Arab disebut dengan at-ta’min, penanggung disebut mu’attamin, sedangkan tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’amin. (Jubran Ma’ud, Ar-Ra’id, Mu’jam Lughawy ‘Ashry, Bairut, Dar Al’Islami Li Al Malayin, t.t, Jilid 1, hal. 30)

Seseorang membayar/menyerahkan uang cicilan untuk agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati, atau untuk mendapatkan ganti terhadap terhadap hartanya yang hilang, dikatakan ‘seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan hidupnya, rumahnya atau mobilnya’. (Majma’ul lughah al Arabiyah, Al-Mu’jam al-Wasit, Mesir, 1960, hlm. 27-28)

Pengertian asuransi syariah menurut Al-Fanjari adalah (usaha) saling menanggung atau tanggung jawab sosial. (Muhammad Syauqi al-Fanjari, Al-Islam wa at-Ta’min, Riyadh, 1994, hlm. 23)

Mushtofa Ahmad Zarqa memberikan pengertian asuransi syariah dengan kejadian. (Mushtofa Ahmad Zarqa, Al-Ightishodi Al-Islamiyah, Bairut, Dar al-Fikr,1968)

Lain lagi dengan Husain Hamid Hisan yang menyebutkan asuransi syariah dengan sikap ta’awun (saling menolong) yang telah diatur dengan sistem yang sangat rapi, antara sejumlah besar manusia. Jika sebagian dari manusia yang berkomitmen untuk ta’awun mengalami sebuah peristiwa maka semua saling menolong dalam menghadapi peristiwa tersebut dengan memberikan derma oleh masing-masing peserta. Dengan derma yang diberikan tersebut sebagian manusia yang mendapat musibah dapat menutupi kerugian-kerugian yang dialaminya. (Husain Hamid Hisan, Hukmu asy-Syarii’ah al-Islamiyyah Fii ‘Uquudi at-Ta’miin, Daru al-I’tisham, Kairo, hlm.2)

Az-Zarqa dalam buku ‘Aqdu at-Ta’min wa Mauqifu asy-Syari’ah all-Islamiyyah Minhu mengatakan sistem asuransi yang dipahami oleh para ulama hukum (syariah) adalah sebuah sistem ta’awun dan tadhamun yang bertujuan untuk menutupi kerugian peristiwa-peristiwa atau musibah-musibah. (Dikutip dari Husain Hamid Hisan, Ibid hlm. 3)

Pengertian asuransi syariah adalah sebuah gabungan kesepakan untuk saling tolong menolong, yang telah diatur dengan sistem yang rapih, antara sejumlah besar manusia. Tujuannya adalah meringankan kerugian dari peristiwa-peristiwa yang telah menimpa sebagian mereka. Jalan yang ditempuh adalah dengan memberikan sedikit derma dari masing-masing individu.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mendefinisikan asuransi syariah sebagai usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah. (Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah)

Tabarru’ adalah derma atau dana kebajikan yang diberikan dan diikhlaskan oleh peserta asuransi jika sewaktu-waktu akan dipergunakan untuk membayar klaim atau manfaat asuransi.

Dari pengertian asuransi syariah diatas dapat disimpulkan jika asuransi adalah sebuah usaha untuk saling menolong antara peserta, dengan membagikan sebagian harta untuk meringankan kerugian yang telah dialami oleh peserta lainnya.

Dengan memahmi pengertian asuransi syariah maka semoga dimudahkan untuk berasuransi syariah.

About these ads

2 Comment

  1. […] berasuransi adalah kegiatan yang melawan taqdir dan mengurangi tawakal kepada Allah SWT padahal asuransi adalah salah satu cara untuk manusia dalam mengantisipasi dampak finansial yang muncul jika pencari nafkah […]

  2. […] Pengertian Asuransi Syariah […]

Leave a Reply