Pemilu DKI Jakarta

Pilkada jakarta akan menjadi sangat menarik karena Jakarta adalah tidak hanya ibukota negara, namun juga pusat bisnis, dan pusat administrasi pemerintahan.
Banjir, pengemis, tingginya volume kendaraan, angkutan umum yang masih semrawut adalah sebagian kecil dari problem Jakarta. Belum lagi persoalan sosial budaya ibarat sebagai sebuah gula, banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia ini mengadu nasib ke ibukota negara ini. Saya adalah salah satunya. Gubernur Jakarta juga harus memperhatikan keadaan sosial budaya masyarakat Jakarta yang majemuk ini.
Penentuan orang nomor satu di DKI Jakarta ini akhirnya akan ditentukan melalui pemilihan umum putaran kedua. Calon Gubernur Joko Widodo dan incumbent Fauzi Bowo akan bersaing menuju kursi panas DKI 1. Di putaran pertama Calon Gubernur yang diusung Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan unggul 10 % dibandingkan incumbent Fauzi Bowo yang diusung partai Demokrat. Namun banyaknya pemilih yang tidak memakai hak pilihnya di pilkada DKI putaran pertama yang lalu layak menjadi perhatian KPUD selaku panitia pelaksana.
Sebelum pemilu putaran pertama digelar isu Daftar Pemilih Tetap yang kacau menjadi duri untuk pemilihan umum selanjutnya. Istilah seorang anchor televisi berita bahwa warga Jakarta di-GolPut-kan.

Golongan Putih, sebutan untuk pemilih yang abstain pada perhelatan pemilu, memang momok untuk KPUD. Biasanya GOLPUT dilakukan dengan kesadaran sendiri yang umumnya beralasan pada ketidak percayaan pada calon atau partai yang berlaga pada pemilu. Namun pada pilkada Jakarta, banyak warga yang tidak terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap yang dikeluarkan KPUD DKI. Sebuah harian lokal bahkan memberikan judul luar biasa “GOLPUT unggul jauh daripada Jokowi.”

Panitia Pengawas Pemilu DKI tampaknya serius dalam menyikapi tingginya angka GOLPUT ini. Beberapa waktu yang lalu PANWASLU DKI bertempat di bundaran hotel Indonesia mengajak masyarakat, khususnya warga DKI yang tidak terdaftar pada DPT pemilu putaran pertama untuk melaporkan kehilangan haknya tersebut ke PANWASLU. Tindakan Panwas ini layak diapresiasi untuk menyehatkan kehidupan berdemokrasi di DKI.

Siapapun Gubernurnya ada banyak pekerjaan yang menanti.

Advertisements

One Reply to “Pemilu DKI Jakarta”

  1. Ping-balik: Hingar Bingar Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014-2019 | PencariCerah

Tinggalkan Balasan