Pemilu Damai Hanya Impian?

Pemilu untuk memilih anggota dewan yang akan mewakili masyarakat Indonesia sebentar lagi dilaksanakan. Tanda-tanda panasnya persaingan antar peserta pemilu. Persaingan tidak hanya antar peserta, akan tetapi juga pada dua prinsip dalam satu tubuh yaitu didalam tubuh umat Islam sendiri.

Indonesia telah dikenal dengan mayoritas umat Islam sebagai penduduknya (halah iki opo tho bahasanya). Maksudnya orang juga sudah tahu kalo umat Islam Indonesia itu mayoritas. Logikanya partai-partai yang berazaskan Islam tentu dapat meraih suara terbanyak. Akan tetapi kenyataannya dalam tubuh umat ini sendiri telah berpecah belah. Isu yang paling hangat adalah fatwa Majlis Ulama Indonesia tentang Haramnya GolPut, golongan putih yang intinya golongan yang tidak memilih kandidat dalam pemilu tersebut. Ada beragam pro dan kontra dalam tubuh Umat Islam di Indonesia, ada yang mendukung dan ada juga yang menolak.

Kebanyakan yang menolak adalah mereka yang menganggap demokrasi merupakan sistem buatan manusia. Karena itu demokrasi harus diboikot. Slogan Stay Muslim don’t vote kemudian menjadi jargon kampanye tokoh golput ini untuk mengajak umat muslim yang mayoritas di Indonesia ini untuk mengajak umat Islam di Indonesia merubah sistem tersebut dan menggantinya dengan sistem kekhalifahan. Dunia maya tidak lagi damai karena isu ini mulai mendapatkan dukungan seperti yang terlihat pada group mulitply Dakwah to Jihad (dominasinya warna hitam), blog Thufail Al Ghifari (merah karena dominsi warna merah pada blog mas thufail), dan para aktivis HTI (Pengennya buat hitam putih but gak taw caranya).

Dalil mereka yang menolak demokrasi sebagai sistem kufur dapat saya mengerti. Demokrasi tidak ada dalam ajaran Islam. Pemilu yang bertitik tolak pada suara rakyat ditolak karena suara rakyat bukanlah suara tuhan.

Namun bukan hal itu yang membuat saya prihatin. Saya lebih berfokus pada ungkapan-ungkapan mereka yang menjelek-jelekan partai yang berazaskan Islam. Keberadaan partai Islam sebagai peserta pemilu 2009 sedikit di beri apresiasi. Kebanyakan mereka yang mengkampanyekan golput banyak menghujat menasehati partai-partai Islam dengan nasehat yang keras dan menyudutkan. Seakan-akan ada kebanggaan dalam diri mereka untuk mencaci maki menasehati partai-partai politik tersebut.

dah ah gak saya gak tau mo menulis apa lagi. emang bukan bidang saya untuk mengkritik para pengkampanye golput. Intinya saya tidak merasakan kedamaian dalam membaca postingan-postingan blog diatas. Apakah ramalan peramal Loren, yang mengatakan pemilu Indonesia tidak akan damai, akan menjadi kenyataan? Semoga Allah menghindari hal yang demikian.

Jika kondisi ini tidak teratasi maka mungkin umat Islam harus menyerahkan kekuasaan kepada non muslim. Dan tentunya akan ada opresi lagi dari non muslim terhadap umat yang mayoritas ini. (saya phobia banget ya non muslim jadi pemimpin). Membaca gerakan-gerakan tersembunyinya membuat saya harus waspada dengan lingkungan saya. Ah sudahlah…

Partai peserta pemilu telah bersepakat untuk melaksanakan pemilu dengan damai dengan adanya deklarasi. Mudah-mudahan saja tidak hanya bersifat formalitas. Para peserta pemilu harus bisa menerjemahkan kesepakatan yang telah dibuat kepada para simpatisan dan kadernya. Janganlah peristiwa di berbagai pelosok negeri yang dipenuhi tawuran antar pendukung, kekerasan, dan perusakan terjadi di seluruh Indonesia.

Kita berharap pemilu damai tidak hanya menjadi impian.

Advertisements

19 Replies to “Pemilu Damai Hanya Impian?”

    1. @cenya95 asal jangan ngimpi diatas ranjang aja ya… kapan damainya negeri kalo gitu… ::peace::

      mari bersama menjaga kedamaian sebelum, sewaktu, dan sesudah pemilu… and may the best team win…(kangen planet football :()

    1. @ Fajarseraya gak terlalu pesimis kok, tapi lumayan lah πŸ˜€
      semangat demi 5 jt n usb 16 GB jg demi pemilu yang damai dan gak gontok-gontokan

  1. Waw.. Thufail Al Ghifari.. saya punya tuh MP3 dia. Isinya ya tentang Konsep tri tunggal yg membohongi fakta dan sebagainya.
    Btw, code link situ salah tuh, yang bener ini mas :

    <br><br><a href=”http://pencaricerah.wordpress.com” target=”blank”>
    <img src=”http://i465.photobucket.com/albums/rr17/kandra_02/pencari-cerah.gif” border=”0″ alt=”pencari cerah”></a><br><br>

    Mohon di cek lagi, ingatkan saya klo masih salah, maaf.
    πŸ™‚

    1. @topan saya jg ada mp3 nya.. saya setuju dengan prinsip beliau bahwa demokrasi itu sistem kufur, tapi saya juga beranggapan bahwa jika muslim kalah dalam demokrasi dan mayoritas non-muslim menguasai kekuasaan negara ini maka hak-hak masyarakat, terkhusus muslim jadi teraniaya…

      aduh dilema banged deh… mudah-mudahan bang thufail gak marah ya… πŸ˜€

  2. salah lagi, ini yg paling benar :

    <br><br><a href=http://pencaricerah.wordpress.com target=”blank”><img src=http://i465.photobucket.com/albums/rr17/kandra_02/pencari-cerah.gif border=”0″ alt=pencari-cerah></a><br><br>

  3. Saya sangat berharap mas.. pemilu sekarang damai.. saya takutkan juga karna pemilu ini, kepercayaan rakyat terhadap pemimpin negara menjadi berkurang..

    1. @Danta betul mas, bersama-sama kita menjaga kedamaian di daerah kita. Jangan sampai peristiwa kerusuhan karena calonnya kalah membuat bangsa ini menjadi terpecah dan dikuasai orang asing

  4. Ping-balik: Berpisah untuk yang terbaik « PencariCerah: kampanye damai pemilu 2009
  5. Ping-balik: Macam-macam cara caleg berkampanye « PencariCerah: kampanye damai pemilu 2009
  6. Ping-balik: Damailah Indonesiaku dalam berkampanye « PencariCerah: kampanye damai pemilu 2009
  7. Ping-balik: Logo Partai Peserta Pemilu 2009 « PencariCerah: kampanye damai pemilu 2009
  8. Ping-balik: kompetisi popularitas website peserta pemilu 2009 « PencariCerah: kampanye damai pemilu 2009
  9. Ping-balik: SEO kontes: Kampanye Damai Pemilu 2009 « PencariCerah: kampanye damai pemilu 2009
  10. Ping-balik: Kampanye damai pemilu 2009 « PencariCerah: kampanye damai pemilu 2009
  11. Ping-balik: kampanye damai pemilu 2009 « PencariCerah: kampanye damai pemilu 2009

Tinggalkan Balasan