Pembantaian di Gaza Cukup Allah Sebaik-baik Pelindung

Pembantaian di Gaza, Palestina hingga hari ini sudah berlangsung selama 26 hari. Kelompok-kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina di Gaza semakin teguh dalam perjuangan mereka. Di luar Gaza, penduduk dunia bersatu mendesak pemerintah-pemerintah mereka turun tangan dalam menghentikan pembantaian yang dilakukan oleh Zionis Yahudi. Namun sayang kelompok-kelompok penguasa tersebut tidak bisa lepas dari cengkraman Zionis.
Masyarakat Amerika Serikat telah berdemontrasi mengutuk perang berat sebelah yang dimulai oleh Zionis Yahudi. Namun sikap pemerintah mereka tetap saja sama, mendukung segala tindakan pemerintah Zionis bahkan memberikan bantuan militer. Masyarakat di Inggris telah mulai menolong dengan melakukan aksi boikot terhadap produk-produk negara Zionis Israel. Semua telah satu suara pada peristiwa pembantaian di Gaza, Zionis Israel harus menghentikan agresinya di Gaza dan mengangkat blokade yang telah memenjarakan penduduk Gaza dalam beberapa tahun terakhir.
Saya sendiri menginginkan kelompok perlawanan meletakkan senjatanya. Bukan karena kelemahan dan kekurangan mereka tapi karena Zionis yahudi membalas kekalahan-kekalahan satuan militer mereka pada rakyat Gaza. Hingga saat ini menurut salah satu akun Facebook Page relawan Palestina mencatat 1600-an lebih rakyat Gaza telah syahid karena gempuran Zionis Israel, 8000-an lebih cedera dan juga mengalami kekurangan persediaan obat-obatan. Belum lagi target-target pembalasan Zionis Israel atas kekalahan satuan militer mereka mulai menargetkan para pengungsi yang berada di rafah, rumah sakit-rumah sakit, dan bangunan-bangunan kemanusiaan lainnya.
Ingin rasanya saya menyampaikan kepada para pejuang, “sudahlah. Menyerahlah sekarang. Kasihan rakyat kalian.” Tapi saya kemudian teringat bahwa rakyat Gaza menginginkan kematian sebagaimana kematian pemimpin Hamas yang melegenda, Dr. Abd. Rantisi. Pernyataannya yang terkenal menjadi semangat yang membara di setiap rakyat Gaza. Dr. Rantisi pernah menyatakan bahwa kematian itu pasti akan menjemput setiap manusia. Penyebabnya apakah karena serangan jantung atau ditembak Apache sama saja. Tapi Dr. Ar Rantisi mengatakan saya lebih memilih kematian ditembak oleh Apache. Dan Allah mendengar kerinduannya kepada syahid lalu mengabulkan permintaannya. Helikopter Apache Zionis Israel menembakkan rudal menargetkan mobil yang ditumpanginya hingga syahid menjemput.
Kini saya melihat semangat itu berada di dalam setiap rakyat Gaza hingga mereka pun tetap menyemangati para pejuang kemerdekaan yang selalu berjaga di perbatasan dan menyerang militer Zionis Israel hingga kemerdekaan itu mereka dapatkan. Saya hanya berdoa untuk mereka Semoga Allah selalu melindungi rakyat Gaza, Memberikan kemenangan kepada pejuang-pejuang kemerdekaan. Hasbiyallah wa ni’mal wakil. Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung.
Advertisements

Tinggalkan Balasan