About these ads

Ospek Mahasiswa Baru di Jurusan Sastra Inggris UNP

Waduh besok masuk kuliah. Bagaimana ya ospek mahasiswa baru di Jurusan Sastra Inggris? Ketakutan ini pasti ada pada setiap mahasiswa baru tidak hanya di jurusan sastra inggris tapi pasti juga di jurusan lainnya.

Sebelumnya saya ucapkan selamat bagi mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Inggris yang tahun ini. Menjadi mahasiswa berarti anda telah melangkah dari fase pelajar untuk menjadi manusia intelektual. Tenang saja pilihan anda tidak salah, dengan kuliah di sastra inggris akan terbuka berbagai macam kesempatan bagi anda untuk berkarir nantinya di dunia kerja.

Pasti anda merasakan deg-degan dengan pengalaman ospek mahasiswa baru di jurusan sastra inggris nantinya. Sama seperti anda saya juga merasakannya dan mungkin hampir seluruh mahasiswa baru merasakan hal yang sama.

Mengenang kembali masa-masa ospek mahasiswa baru di jurusan sastra Inggris Universitas Negeri Padang membuat saya ketawa sendiri. Kadang juga nangis sendiri. Karena banyak kenangan yang ada di waktu ospek tersebut.

ospek mahasiswa baru di jurusan sastra inggris ga jauh beda sama mos
gambar dari google

Universitas Negeri Padang memang tidak terlalu terkenal dengan jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, hal ini dikarenakan sejarah universitas yang awalnya adalah sebuah institusi yang memproduksi guru-guru yang berkualitas di pulau Sumatera, khususnya di Sumatera Barat. Sebelum bernama Universitas Negeri Padang kampus saya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Saya masuk pada tahun 2002 melalui Ujian saringan yang waktu itu bernama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru atau SPMB. Entah apa nama ujian saringan untuk masuk universitas saat ini karena sebelum disebut SPMB ujian saringan untuk masuk universitas ini disebut SIPENMARU, UMPTN, dan lain-lain.

Masuk sebagai mahasiswa di perguruan tinggi yang tingkat saingannya tinggi itu sangat membanggakan bagi saya pribadi. Banyak teman saya yang merupakan pelajar berprestasi gagal pada saringan ini. Stress tingkat tinggi dikarenakan beban sebagai mahasiswa yang berprestasi mungkin dirasakan pada saat itu.

Alhamdulillah berkat doa dari keluarga dan belajar saya berhasil lulus di Universitas Negeri Padang. Sebelum pengumuman ujian saringan masuk ke perguruan tinggi negeri ini saya juga menyiapkan rencana B yaitu rencana alternatif jika saya tidak lulus dalam ujian SPMB. Selesai tes di Padang saya langsung berangkat ke Bandung untuk mendaftar di beberapa perguruan tinggi negeri di Bandung. Salah satunya adalah Universitas Padjadjaran dan jurusan yang saya ambil tetap bahasa dan sastra Inggris.

(Ga kebayang jika lulus di rantau orang dan menjalani ospek mahasiswa baru di jurusan sastra inggris UNPAD)

Saya memilih Bahasa dan Sastra Inggris bukan karena saya mempunyai nilai bagus di sekolah terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris. Saya memilih jurusan bahasa dan sastra Inggris karena saya menyukai mempelajari Bahasa asing. Prospek kerja ke depannya jujur saya sebutkan disini tidak ada sama sekali. Pikiran saya hanya satu saya ingin mempelajari hal yang saya sukai dari kecil.

Di UNPAD saya mendaftar pada program D-3 (Diploma) sastra Inggris Universitas Padjadjaran. Dalam pikiran saya jika saya tidak lulus S-1 di Universitas Negeri Padang paling tidak saya bisa mendapatkan gelar sarjana dengan melalui proses D-3.

Ternyata Allah mengabulkan doa kedua orang tua saya dan juga memberikan saya kebanggaan bahwa saya lulus di jurusan sastra Inggris baik S-1 di Padang maupun D-3 di Bandung. Setelah berkonsultasi dengan orang tua saya memilih untuk mengambil S-1 di Padang.

Ospek mahasiswa baru di jurusan sastra inggris dimulai pada saat pendaftaran ulang bagi yang lulus. Banyak senior yang meledek saya tidak siap menjadi mahasiswa karena mendaftar ulang dengan ditemani oleh orang tua. Saya masih ingat celotehan beberapa senior yang mengejek saya sebagai anak manja karena hal tersebut. Mungkin karena terlihat manja itu, ketika orientasi mahasiswa baru atau yang lebih dikenal dengan ospek saya selalu menjadi bulan-bulanan senior. Saya selalu dikerjai tanpa pandang waktu dan tempat. Saya bersyukur karena sifat saya yang cuek dan menganggap bahwa Ospek itu hanya sebuah permainan mahasiswa saya tidak menaruh dendam apalagi sempat bentrok dengan senior.

Aturan bagi mahasiswa baru sastra inggris waktu itu adalah kepala harus plotos alias rambut harus dipotong hingga betul-betul terlihat kulit kepala. Peralatan wajib yang harus dibawa topi petani, kantong kresek, baju putih, celana hitam, kaos kaki dengan warna berbeda satu sama lain dan juga buku dan alat tulis. Sebenarnya saya tidak ingat bagaimana senior memperlakukan saya tapi teman-teman selalu mengingatnya. Suatu pagi saat baris di depan kantor Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris seorang senior iseng menarik saya ke depan. Saya ikuti aja permainan senior tersebut. Dan didepan teman-teman baru saya sang senior meminta saya memperagakan jurus bangau. Saya mengikuti permintaan itu dan meledaklah kegelian teman-teman saya melihat biksu shaolin yang sedang praktek kungfu.

Momen itu sendiri seperti yang saya sebutkan tadi sudah saya lupakan, tapi senior-senior saya tidak pernah melupakan hal itu dan kejadian itu selalu menjadi sebuah pemecah kebuntuan saat tidak ada yang dibicarakan saat berkumpul di himpunan mahasiswa jurusan.

Memang ada kalanya saya berpikir bahwa ospek itu buat apa sih? Alasan senior penyelenggara ospek bahwa kegiatan orientasi mahasiswa baru dibuat agar fase dari pelajar menjadi mahasiswa dapat dilalui dengan baik. Tapi yang selalu terlihat adalah senior mengerjai yunior. Apakah menjadi mahasiswa itu harus dikerjai agar ia dewasa dan intelek? Pakainnya saja jauh dari kesan intelek. Tapi di lain sisi saya merasakan bahwa kejadian-kejadian memalukan seperti menirukan jurus bangau itu membuat senior menjadi dekat dengan saya sebagai yuniornya. Dan sikap-sikap yang sok-sok an dari senior yang diperlihatkan ketika OSPEK itu tidak saya temui setelah berinteraksi bersama mereka pada saat perkuliahan di mulai.

Jika saya harus memilih antara Ospek tetap diberlakukan atau dihilangkan sama sekali maka saya saat ini merasa sulit untuk memutuskan. Karena saya sendiri selain merasa kesal dikerjai oleh senior dilain sisi juga merasa bersyukur karena membuat saya “dekat” dengan senior yang ternyata mempunyai sikap berbeda pada saat Ospek.

Mungkin akan lebih bijak jika kita melihat kecenderungan ospek yang dilakukan beberapa tahun terakhir. Jika kecenderungan ospek malah membuat konflik, maka orientasi mahasiswa baru harus diganti konsep dan pelaksanaannya di lapangan. Jika kecenderungan ospek malah membuat kehidupan perkuliahan semakin baik, ospek sebaiknya tetap dilakukan.

Sekian dulu nostalgia saya menjadi mahasiswa baru di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Bahasa Sastra dan Seni Universitas Negeri Padang. Semoga bermanfaat bagi para senior dan mahasiswa baru sastra inggris.

About these ads

7 Comment

  1. […] Dosen Sebagai Pilihan Karir Sastra Inggris Paspor Untuk Menjelajahi Segala Peluang Kerja Kisah Ospek Mahasiswa Baru Jurusan Sastra Inggris Peluang Bisnis Mahasiswa Sastra Inggris Internet Marketer Selebriti Dunia Yang Kuliah Di Jurusan […]

  2. Assalamu alaikum, mohon bantuannya boleh? saya sedang mencari judul skripsi di library UNP untuk keperluan tugas akhir, tp harus login. tp karena saya bukan mahasiswa disana saya tidak bisa mendapatkan versi PDF nya. Saya sangat senang sekali jika Anda mau membantu. saya tunggu responnya ya. very urgent, need help, please 🙁

    1. kandra says: Reply

      maaf mbak hayyik zainah,

      saya tidak bisa membantu karena saya sudah mantan mahasiswa UNP. coba search ke group fb saya dan cari group BEM FBSS semoga adek-adek kelas saya masih bisa membantu kesulitan yang mba alami

  3. Postingannya lucu senior :D.

    Hayyik Zainah: saya sekarang juga sedang dalam proses pengajuan judul skripsi di unp. Jika masih diperlukan insyaallah bisa membantu 🙂

  4. […] (Baca: Kisah OSPEK di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNP ) […]

  5. […] tentang ospek. Jika anda ingin tahu bagaimana rasanya ospek silahkan baca tulisan saya tentang pengalaman ospek di perguruan tinggi […]

  6. […] Dosen Sebagai Pilihan Karir Sastra Inggris Paspor Untuk Menjelajahi Segala Peluang Kerja Kisah Ospek Mahasiswa Baru Jurusan Sastra Inggris Sastra Inggris dan Peluang Sebagai Internet Marketer Selebriti Dunia Yang Kuliah Di Jurusan Sastra […]

Leave a Reply