About these ads

Ojek Online, Asuransi dan Industri Transportasi

ojek online dan asuransiKemarin saya telah membahas bahwa sebuah ide bisa membuat anda mempunyai kehidupan yang lebih baik. Saya mengambil contoh dengan menjamurnya ojek online yang dapat dipesan melalui aplikasi smartphone. Kali ini saya ingin membahas dari sisi lain fenomena ojek online tersebut yaitu dari sisi regulasi.

Beberapa saat yang lalu selain diapresiasi oleh masyarakat, kehadiran ojek online juga menimbulkan kontroversi pada pihak yang lain yaitu organda. Melalui ketua umumnya (mohon dibantu untuk linknya) pihak organda meminta Nadim Makarim selaku founder Go-Jek juga memperhatikan kelompok lain dari sebuah industri angkutan darat, yaitu taksi dan bajaj. Sebagaimana kita tahu bahwa kedua angkutan darat ini mendapatkan efek yang kurang enak karena kehadiran aplikasi ojek online semisal Go-Jek. Ketua umum organda meminta founder Go-Jek juga membuat aplikasi untuk kedua moda tersebut. Saya tidak tahu bagaimana tanggapan sang founder Go-Jek atas permintaan dari organda tersebut, disini saya ingin membahas dari segi peraturan yang juga mempunyai hubungan dengan industri asuransi yang saya jalani.

Pertanyaan saya yang masih belum mendapatkan jawaban. Apakah para driver ojek online diasuransikan? Apakah yang diasuransikan itu kendaraannya atau orangnya atau kedua-duanya? Apa jenis polis asuransi yang digunakan oleh perusahaan ojek online?

Sepengetahuan saya selama ini, beberapa pengojek masih mempunyai kewajiban terhadap kendaraan yang mereka gunakan untuk kegiatan komersil mereka. Kewajiban yang saya maksud adalah pembelian kendaraan bermotor roda dua yang didapat melalui lembaga financing seperti WOM, Mega Finance, Adira, dan lain-lain. Jika pengojek masih mempunyai cicilan terhadap kendaraannya seharusnya lembaga kredit seperti yang saya sebutkan diatas telah mengasuransikan kendaraan yang telah mereka jual kepada pengojek dengan cara pembayaran yang dicicil. Maksud saya biaya asuransi telah masuk dalam komponen biaya harga jual yang diberikan kepada konsumen yang membayar dengan mencicil.

Di Indonesia untuk asuransi kendaraan bermotor roda dua digunakan polis asuransi standar kendaraan bermotor Indonesia. Sepengetahuan saya untuk semua asuransi kendaraan bermotor di Indonesia menggunakan polis asuransi ini untuk menjamin kerugian finansial yang terjadi atas sebuah kejadian yang terjadi secara tidak terduga dan tiba-tiba. Bagian polis asuransi kendaraan ada yang disebut dengan ikhtisar polis yaitu tempat dimana objek yang diasuransikan dirinci. Rincian ikhtisar polis tersebut berupa nomor polisi, nomor kendaraan, pemegang polis, tahun kendaraan, periode asuransi dan juga penggunaan objek yang diasuransikan. Dalam kaitannya dengan ojek online yang diasuransikan (jika motor yang digunakan didapat dengan cara mencicil) adalah kendaraan bermotor yang penggunaannya, biasanya, masuk dalam kategori penggunaan pribadi. Di dalam kaitannya dengan asuransi istilah penggunaan pribadi dimaksudkan kepada penggunaan kendaraan tanpa mendapatkan sewa atau bernilai komersial dari penggunaan kendaraan tersebut.

Baik leasing maupun perusahaan asuransi tidak akan mengetahui jika kendaraan roda dua yang diasuransikan telah berubah fungsi saat kendaraan tersebut didaftarkan kepada aplikasi ojek online untuk dikomersilkan. End User, istilah kami, yang seharusnya memberitahukannya kepada pihak leasing atau asuransi yang bersangkutan untuk merubah kondisi pertanggunan, yaitu dari penggunaan pribadi menjadi komersil. Jika pengojek mengalami peristiwa yang tidak diinginkan dan menghasilkan kerugian secara materi maupun immateri tanpa mengubah kondisi pertanggungan maka pihak asuransi tidak dapat memproses klaim yang diajukan.

Kekhawatiran saya pun berlanjut pada peraturan pemerintah yang mengatur mengenai penggunaan kendaraan bermotor untuk dikomersilkan tersebut. Jika pada kendaraan bermotor roda empat atau mobil kita mengenal jenis mobil pribadi dan mobil yang dikomersilkan dengan jenis plat. Maka bagaimana dengan kendaraan bermotor roda dua? Apakah nanti kita akan melihat plat kuning pada kendaraan roda dua? Di industri asuransi jika dari awal kendaraan tersebut disebutkan plat kuning, maka asuransi akan menerima resiko menjamin kerugian kendaraan yang dikomersilkan, tapi untuk pengojek, baik online maupun tidak, kendaraan yang digunakan adalah kendaraan berplat hitam. Disinilah pihak asuransi membutuhkan deklarasi dari end user untuk menyatakan kendaraan yang mereka gunakan saat ini diperuntukkan untuk penggunaan komersil.

Jika founder Go-Jek bisa menyinkronkan idenya yang luar biasa bermanfaat ini dengan peraturan pemerintah, saya pikir kita akan melihat banyak manfaat yang akan didapatkan oleh berbagai industri. Dan hal ini tentu akan membuat perekonomian kita akan terangkat, karena industri asuransi dan industri transportasi angkutan darat saling berkaitan satu dengan yang lain.

About these ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: