About these ads

Novel The Plot Against America: Skripsi Yang Membanggakan

The Plot Against America by Philip Roth
The Plot Against America
Setelah empat tahun kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris dengan program studi Sastra Inggris konsentrasi pada Sastra salah satu yang menjadi kesulitan saya adalah menulis skripsi. Skripsi adalah bukti seorang mahasiswa mengenai tingkat intelektualitasnya dan juga pengembangan dirinya atas kuliah yang ia jalani selama 4 tahun. Menulis skripsi adalah hal yang paling berat yang pernah saya lakukan namun sekarang saya merindukan untuk kembali menulis penelitian ilmiah di bidang sastra.

Sebelum memulai penelitian sastra dosen saya kala itu memberikan sebuah persyaratan atas karya yang akan diteliti. Secara garis besar yang saya masih ingat sekarang adalah karya sastra yang akan dikupas tuntas dengan beragam teori sastra sebagai pisaunya itu haruslah mendapatkan penghargaan sastra. Mencari novel berbahasa inggris sendiri di kota padang adalah sebuah pekerjaan rumah yang tidak mudah. Sebagai sebuah kota dimana hampir seluruh pemuda dan pemudi di pulau Sumatera mencari ilmu dan jatidiri, ketersediaan novel dalam bahasa Inggris bagai mencari jarum di dalam jerami. Bukan tidak ada, tapi sulit untuk mendapatkan sebuah karya sastra terbaru dan juga mendapatkan penghargaan.
Saya memilih karya sastra dalam bentuk novel sebagai bahan penelitian. Alasan saya sangat sederhana yaitu novel paling mudah ditemukan. Akan tetapi novel yang saya temui di beberapa toko di Padang merupakan novel yang diterbitkan sebelum saya kuliah (baca: novel lama, novel tahun jebot atau apapun anda akan memanggilnya). Hingga akhirnya saya diberikan referensi untuk mencari novel di sebuah toko di Jakarta. Nama toko tersebut adalah QB World, dan dari informasi dosen saya disitu banyak terdapat novel berbahasa Inggris dan jika beruntung maka saya akan mendapatkan novel yang masuk dalam kriteria “layak untuk diteliti”.
Google dan warung internet adalah sahabat saya waktu itu. Dengan menyewa jaringan internet yang leletnya minta ampun saya berselancar di dunia maya dengan mengetikkan kata kunci penghargaan dunia sastra. Penghargaan Nobel kategori sastra, Jubilee Award adalah beberapa penghargaan yang diakui oleh dosen saya. Namun saya kemudian tergelitik dengan sebuah novel berjudul The Plot Against America karya Philip Roth. Membaca ringkasan atau review dari Novel ini saya langsung memilih ini novel yang layak untuk saya teliti.
Mendapatkan Novel ini sungguh membuat frustasi karena saya harus ke situs qbworld.com untuk cek ketersediaan novel. Syukur bahwa novel tersebut ada namun hanya beberapa eksemplar saja. Harganya pun cukup “wah” menurut kantong mahasiswa seperti saya. Price tag buku tersebut bukan dalam mata uang Rupiah akan tetapi masih dalam kurs Dollar Amerika. Sedangkan harga Dolar masih berkisar Rp. 12.000,- . Alhamdulillah, bibi saya yang sudah lama di Jakarta langsung membelikan novel ini dan langsung mengirimkannya kepada saya.
Ketika menerima novel The Plot Against America saya langsung tercengang. Tebal buku tersebut sekitar 10 sentimeter dan saya mengalami kesulitan untuk membaca paragraf awalnya. Jadwal untuk mahasiswa memasukkan judul penelitian tinggal beberapa hari lagi dan saya baru membaca sebagian kecil dari novel tersebut. Luar biasa.
Saya memang tidak bisa menyelesaikan kuliah dalam kurun waktu standar 4 tahun, namun menguliti novel The Plot Against America membuat saya cukup puas dengan kerja keras saya sendiri. Tentunya saya tidak bisa melupakan rasa terima kasih kepada teman-teman prodi pendidikan bahasa Inggris yang selalu lebih kejam mengkritik skripsi saya di kantin tempat kami biasa berkumpul.
Selain kesulitan dalam mencari bahan penelitian (baca: novel) hal lain yang membuat saya tertantang adalah menulis. Layar putih Microsoft Word adalah sebuah kengerian tersendiri jika kita tidak biasa dalam menulis apalagi menulis dalam bahasa Inggris. Ironis kan, kuliah di sastra Inggris tapi menulis dalam bahasa Inggris tidak mengalir lancar sebagaimana yang dikira orang. Untuk ada trik dari seorang penulis yang saya praktekkan memudahkan saya dalam memulai menulis skripsi. Trik itu adalah dengan menulis apa yang saat itu terlintas di dalam otak. Saat saya mempraktekkan trik dari penulis tersebut perlahan-lahan halaman putih Microsoft Word mulai terisi dengan huruf dan kata.
Tantangan ketiga adalah seminar proposal dan seminar hasil (baca: kompre). Dua fase ini sangat menentukan apakah seorang mahasiswa sastra inggris akan melanjutkan penelitiannya atau harus merubah atau lanjut dengan kegagalan. Dalam seminar proposal saya seperti terdakwa dimana teman-teman sejurusan yang datang memberi sarang atau sanggahan terhadap penelitian saya. Untungnya sanggahan dan saran itu tidak membuat saya down sehingga dengan beberapa perubahan disana-sini lalu kembali membaca beberapa teori Skripsi saya lanjut ke seminar hasil. Berdiskusi selama dua jam dengan para penguji mengenai isi dalam skripsi saya membuat adrenalin saya sangat tinggi. Jika teman-teman saya hanya dalam 1 jam saja sudah selesai dan mengetahui hasil ujian, saya membutuhkan waktu 2 jam (yang menurut saya tidak terasa). Teman-teman diluar yang sedang menunggu giliran sempat was-was kalau saya kemudian gagal dalam ujian akhir ini. Alhamdulillah saya berhasil melewatinya dengan nilai B.
Sekarang saya mengingat masa-masa itu saya menjadi geli sendiri, kemudian menyadari bahwa saya bisa berbangga terhadap diri sendiri untuk mendapatkan gelar Sarjana Sastra. Skripsi yang cukup provokatif dan berhasil saya pertahankan. Tentunya tidak lepas dari bantuan dan perlindungan Allah SWT yang memberikan rezeki berupa teman-teman yang bawel dan kritis.
Bagaimana dengan mahasiswa sastra inggris sekarang?
About these ads

1 Comment

  1. […] Lowongan Kerja untuk Anak Sastra Inggris Tips Belajar Bahasa Inggris Peluang Bisnis Mahasiswa Sastra Inggris; Internet Marketing 15 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Masuk Perguruan Tinggi Kuliah di Jurusan Sastra Inggris Yang harus Diketahui Doni: kuliah di jurusan sastra inggris atau kuliah di jurusan manajemen Dosen Sebagai Pilihan Karir Sastra Inggris Paspor Untuk Menjelajahi Segala Peluang Kerja Kisah Ospek Mahasiswa Baru Jurusan Sastra Inggris Sastra Inggris dan Peluang Sebagai Internet Marketer Selebriti Dunia Yang Kuliah Di Jurusan Sastra Inggris Tentukan Pilihan Kuliah D3 Sastra Inggris atau S-1 Sastra Inggris MATA KULIAH SASTRA INGGRIS – Computer Assisted Language Learning – HUMANISTIC STUDIES – HISTORY OF ENGLISH LANGUAGE SASTRA DALAM PERADABAN ISLAM Testimoni Mahasiswa Sastra Inggris: Yang Dipelajari Adalah Proses Testimoni Mahasiswa Sastra Inggris Tentang Jurusan Lulusan Sastra Inggris Sebaiknya Menghindari Bank Mandiri Phonetics: Teknik Bahasa Inggris Dengan Mudah Masuk Sastra Itu Menyenangkan Dan Belajar untuk Kritis Skype Aplikasi Untuk Memperlancar Berbicara Dalam Bahasa Inggris The Plot Against America, Novel Yang Membawa Saya Jadi Sarjana […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: