About these ads

Nomor Induk Mahasiswa?

Pagi-pagi di akun facebook, teman yang sekarang menjadi dosen di kampus nyolek.

Heran juga, karena jarang juga dosen yang satu ini nyolek-nyolek saya di akun medsos. Setelah mendatangi akun facebook nya barulah saya tahu bahwa colekan itu bukan hanya sekedar “hai”. Sapaa yang jarang itu menimbulkan sebuah konsekwensi yaitu harus mengisi biodata alumni. Menurut info biodata alumni yang akan dijadikan database di kampus akan menambah nilai bagi kampus tersebut.

Sebuah link diberikan untuk mengisi database alumni, namun belum lagi mengisi biodata saya langsung lemes. Bukan males dimintai biodata, tapi biodatanya bikin saya harus membongkar file-file lama yang entah dimana. Bayangkan saja setelah lebih kurang 5 tahun meninggalkan kampus dan kampung halaman untuk mengisi biodata saya di database alumni syarat pertama yang harus diisi adalah Nomor Induk Mahasiswa (NIM).

jeng…jeng…

Oh Tuhan dulu saya hapal diluar kepala Nomor Induk Mahasiswa saya tersebut. Tapi sekarang tidak. Saya hapal NIM karena berulang kali saya mencoba untuk mendapatkan beasiswa dari kampus. Karena keseringan mengisi formulir pengajuan beasiswa itulah saya akhirnya menghapal NIM.

Bagi yang sebentar lagi jadi mantan Mahasiswa, sebaiknya siap-siap untuk mengabadikan NIM ini. Jangan seperti saya yang ingat hanya ketika kuliah dan sekarang malah kangen untuk melihat foto lucu di kartu Mahasiswa.

About these ads

2 Comment

  1. […] sastra inggris nantinya. Sama seperti anda saya juga merasakannya dan mungkin hampir seluruh mahasiswa baru merasakan hal yang […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: