About these ads

Nelayan dan Pernyataan Kontroversial Ibu Susi

kontroversi susi pudjiastuti
image from the web


Ditengah pro dan kontra kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang terjadi kemarin, sang media darling yang baru, Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja, Susi Pujiastuti kembali mengeluarkan statement yang kontroversial. Mantan CEO Susi Air ini menyatakan bahwa nelayan tak masalah jika BBM jenis solar kini seharga Rp. 8.500. Namun sayangnya klaim ini juga tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Susi dalam sebuah acara. Saya tidak tahu apakah redaksi kompas sengaja menggiring opini pembacanya untuk menerima kenaikan harga BBM baru-baru ini.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengklaim para nelayan tidak mempermasalahkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “Kemarin bicara dengan 300 pengusaha kapal, cold storage, rata-rata berteriak keinginannya adalah availability (ketersediaan BBM). Maunya kapan mereka butuh, ada. Harga tidak masalah,” ujar Susi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/11/2014). (Baca Susi Klaim Nelayan Tak Masalah Harga BBM Naik).

Keanehannya muncul pada kata Nelayan, dalam alam pikiran saya nelayan yang dimaksud dalam judul tulisan di kompas tersebut adalah mereka yang menangkap ikan dengan jala dan kapal tongkang. Sedangkan Menteri Susi Pudjiastuti berbicara dengan pengusaha kapal dan cold storage. Apakah pengusaha kapal dan cold storage melaut? Itu yang jadi pertanyaan saya. Sejauh yang saya ketahui tentang kehidupan nelayan di pinggir pantai mereka tidak membuat kapal yang digunakan untuk melaut tetapi mereka membeli kepada “pengusaha kapal” maka jika pengusaha kapal tidak masalah dengan harga BBM jenis solar naik maka sudah sewajarnya karena mereka hanya membuat kapal bagi nelayan untuk melaut dan menangkap ikan. Mereka yang memakai kapal atau perahu yang melaut di sore hari dan kembali pada pagi hari dengan hasil tangkapan ikan maka itulah yang disebut nelayan.

Saya menyayangkan pernyataan dari Ibu Menteri ini, seakan ia hanya melihat salah satu kelompok dan mengabaikan kelompok lain. Nelayan adalah kelompok paling bawah dari kelompok sosial di Kementerian Perikanan dan Kelautan yang di pimpin oleh Susi Pudjiastuti. Kita lihat saja kedepan akan seperti apa kehidupan masyarakat Indonesia khususnya Nelayan.

About these ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: