Natalie Dylan: Emansipasi atau Melecehkan Diri

Perlukah tetes darah keperawanan di malam pertama? “Tidak Perlu!” jawab mayoritas remaja (63%) yang disurvey oleh BKKBN. Benarkah??? Mungkin kalau para remaja yang disurvei membaca kisah Natalie Dylan pandangannya akan berubah.

Natalie Dylan Cewek BispakNatalie Dylan, gadis berumur 22 tahun asal California melelang keperawanannya untuk membiayai kelanjutan kuliah S2. Pelelangan ini dilangsungkan pada rumah lelang yang kurang terkenal di Nevada, Moonlight Bunny Ranch. Ironisnya, Natalie sedang mengejar pendidikan Master pada bidang terapi keluarga dan pernikahan.

Hampir 10.000 pria menawarkan keperawanan cewek ini. Keperawanan akhirnya dimenangkan oleh pria, Dennis Hof, pemilik peternakan kelinci di Nevada dengan nilai tawar sebesar sebesar 3,7 milion dolar atau 41,8 milyar rupiah.

Ide melelang keperawanan ini dicetuskan oleh saudara perempuannya yang juga bekerja sebagai pelacur selama 3 minggu untuk membiayai studinya sendiri.

Natalie Dylan bukanlah nama perempuan ini sebenarnya, nama anonim yang ia pilih untuk perlindungan dirinya.

Tindakan Natalie ini bukanlah yang pertama. Di tahun 2007, Cary Copestake melelang keperawanannya sebesar 10.000 pound. Bahkan tiga tahun sebelum Copestake, Rosie Reid seorang lesbian, melelang keperawanannya dengan nilai 8.400 pound.

Natalie sendiri adalah seorang sarjana dalam bidang Women Studies, pelelangan yang ia lakukan bertujuan untuk mendapatkan biaya untuk melanjutkan studinya pada bidang marriage and family theraphy. Dylan menjawab pertanyaan tentang tindakannya ini sebagai haknya sebagai perempuan.

“we live in capitalist society, why shouldn’t I be allowed to capitalize on my virginity”

Tanggapan ane:

Prihatin juga dengan si Natalie. Ia menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan uang biaya kuliah. Dalam prinsip feminis, perempuan yang menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan yang ia inginkan memang dibenarkan. Akan tetapi bagaimana dengan pandangan orang terhadap dirinya nanti? Apalagi doski mo menjadi seorang terapis keluarga dan pernikahan. Rencana studinya pada Marriage and Family theraphy sangat bertolak belakang dengan gambaran yang telah ia ciptakan terhadap dirinya sendiri. Apa Amerika segitu miskinnya hingga tidak ada lagi pinjaman yang diberikan kepada warganya yang mempunyai sebuah keinginan kuat untuk kuliah?

Gambaran Natalie yang tercipta saat ini bukanlah seorang mahasiswi akan tetapi pelacur kelas VIP. Don’ t ever try this at home…

Advertisements

3 Balasan untuk “Natalie Dylan: Emansipasi atau Melecehkan Diri”

  1. begitukah kerasnya kehidupan di amerika sana? alkhamdulillah saya masih hidup berada di tengah-tengah manusia yang beriman…

    1. Kisah Natalie merupakan puncak dari gunung es. Banyak kisah hampir serupa dengan dia di seluruh dunia. Kemiskinan menjadi sebuah alasan untuk melegitimasi perbuatan yang menyimpang. Benar kata Rasul S.A.W, jika kemiskinan itu dapat menyebabkan kekafiran.

Tinggalkan Balasan