Must See Video and Must Read Article about Tobacco

Saya merasa harus ikut untuk berkampanye untuk hentikan merokok setelah melihat video diatas.

Merokok adalah kehidupan normal di Indonesia. Sewaktu kuliah ketika sedang skripsi tepatnya ada ungkapan,”kalo ga merokok maka ide itu stuck”. Benar atau tidak itu pilihan, jika anda seorang perokok mungkin ungkapan itu benar tapi teman-teman saya yang lain (baca: tidak merokok) mereka bahkan bisa menyelesaikan skripsi lebih cepat. Saya sendiri adalah perokok aktif, sudah berkali-kali saya mencoba untuk tidak merokok tapi hal tersebut membuat saya tersiksa. Bahan rokok yang bernama nikotin adalah penyebabnya.
Video diatas adalah potret kampanye marketing yang luar biasa bias dan berbahaya dari produk rokok. Philip Morris yang telah membeli saham Sampoerna adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk hal tersebut. Target para korporat rokok ini adalah anak-anak muda, apakah mereka menyangkalnya atau tidak.

Entah kapan saya memulai merokok saya tidak ingat tapi yang pasti saat saya sekolah saya tidak secandu seperti saya sekarang terhadap rokok. Saya masih ingat ketika teman-teman saya yang perokok berat sering menghentikan saya ketika rokok telah ditangan. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan melainkan perusahaan rokok telah melakukan marketing yang berbahaya dan tidak etis dengan mempromosikan rokok. Ditahun 90an ketika saya sekolah, laki-laki yang tidak merokok itu disebut banci. Sekarang laki-laki dan perempuan semua bisa merokok. Rokok adalah pergaulan tidak bergantung pada jenis kelamin anda.

Namun yang tidak diketahui orang adalah rokok menyebabkan kematian anda datang dengan cepat. Pemerintah Indonesia harusnya serius dengan hal ini. Pasal nikotin dapat menyebabkan kecanduan yang hilang dari undang-undang harus dilekatkan kembali. Jika tidak maka generasi muda Negara ini dalam bahaya karena mereka tidak akan sampai pada usia produktif untuk melakukan sesuatu untuk negara ini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan