Tak Berkategori

Menulis dan Blog

Setelah lama absen ternyata ada banyak hal dalam otak ini yang harus dituangkan ke dalam sebuah media. Dengan menuangkan ide-ide di kepala maka anda akan merasa lebih plong.  Jika ide-ide dalam kepala tersebut tidak dikeluarkan pastinya anda akan merasa ada “hutang” yang belum dibayar dan tentunya perasaan anda akan merasa dikejar-kejar oleh debt collector.

Bagi sebagian orang menulis merupakan pekerjaan yang tidak menyenangkan. Kenapa? Karena menulis tidak sama dengan berbicara langsung dengan lawan bicara anda, menulis mengharuskan anda untuk menyampaikan pendapat anda secara runut hingga para pembaca akan mendapatkan gambaran tentang apa yang anda diskusikan. Apalagi jika ditilik dari karakter umum bangsa kita yang lebih kuat budaya lisan daripada tulisan.

Budaya ini saya rasakan perlahan-lahan mulai berubah, saya menyadarinya melalui kegemaran saya browsing dan googling. Ada banyak blog berbahasa indonesia dengan topik-topik yang beragam membanjiri dunia. Terlepas dari niat awal para blogger ini saya menyadari budaya indonesia perlahan-lahan mulai menyeimbangkan antara lisan dan tulisan.

Budaya menulis tidak lepas dari budaya baca. Ini saya sadari betapa pentingnya hubungan dua kegiatan ini. Ibarat mengisi sebuah cawan membaca adalah air yang terus-menerus mengisi cawan yang hingga suatu waktu cawan tersebut itu telah penuh hingga membuat air tersebut luber dengan menulis. Dalam dunia blog terkadang ketika seseorang sudah niat untuk membuat blog terkadang orang lupa untuk membaca peraturan yang harus dipatuhi dalam menggunakan platform atau jasa blogging.

Hal ini pernah saya bahas di blog saya dengan platform blogger mengenai pentingnya membaca sebuah term and condition dalam memakai jasa situs-situs yang kita butuhkan. Tulisan saya dalam blog ini berbahasa inggris, karena saya mencoba ilmu otak kanan ippho santosa yang mengatakan ketika otak kanan telah bekerja sebaiknya jangan coba-coba dihentikan.  

Advertisements

Leave a Reply