Uncategorized

Menuju Kemerdekaan Palestina dan Membendung Serangan Zionis

Peperangan gerakan Perlawanan Islam, HAMAS, di Palestina tidak hanya berakhir pada perang yang berakhir beberapa bulan yang lalu. Peperangan berlanjut di dunia maya. Aktivis-aktivis cyber dari Israel mulai gencar memposting dan memprovokasi netizen untuk mendeskreditkan HAMAS sebagai sebuah gerakan Islam yang bertujuan membebaskan masjid Al Aqsa dan tanah Palestina secara keseluruhan.
Sebagai sebuah gerakan yang telah bertahan dari gempuran dan pembunuhan pemimpin-pemimpinnya, HAMAS dan sayap militernya Brigade Al Aqsa telah menjadi sebuah kekuatan yang membuat ciut Israel dan lawan politiknya di Palestina, PLO/Fatah. Bisikan Israel agar Mahmud Abbas menekan HAMAS agar menyerahkan kekuasaan dan persenjataan terus dilakukan untuk melemahkan gerakan perlawanan. Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyya, dari HAMAS telah meletakkan jabatan yang ia emban untuk menuju rekonsiliasi Palestina. Sedangkan permintaan untuk menyerahkan persenjataan yang dimiliki oleh HAMAS ditentang oleh para pemimpin politiknya. Persenjataan yang dimiliki pejuang-pejuang Palestina tidak boleh diambil oleh penjajah, karena senjata tersebut yang akan membela hak hidup warga Palestina dan membuat penjajah Israel berpikir ribuan kali untuk melakukan agresi militer di Jalur Gaza, Palestina.
Gaza adalah negara yang merdeka dalam arti sebenarnya, begitu sebuah pernyataan di media sosial yang menyoroti betapa keras kepalanya pejuang Palestina di Gaza untuk menolak menyerah di tangan Zionis Israel (Hal berbeda diperlihatkan oleh pemerintahan Fatah di Tepi Barat). Meskipun sekarang setelah pengrusakan massif yang dilakukan oleh Israel terjadi, Gaza tetap tidak tunduk pada persyaratan Israel. Justru Israel yang semakin ketakutan dengan kekuatan perlawanan pembebasan Palestina di Jalur Gaza. Bahkan berita terbaru yang diposting oleh blog pkspiyungan, sayap militer HAMAS, Brigade Al Qassam semakin bersemangat untuk menggali terowongan hingga jantung Israel. Kabar yang tentunya membuat Netanyahu semakin panik dan calon pemimpin zionis semakin berhati-hati jika berhadapan dengan gerakan HAMAS. Jika pernyataan itu benar (blog pkspiyungan dinilai memberikan berita hoax dan provokator, padahal kontennya cuma copy paste krn adminnya cuma sendirian) maka Brigade Al Qassam telah mempersiapkan sebuah perlawan yang baru yaitu menyerang di jantung musuh. Selama ini para pejuang Palestina lebih bersifat bertahan dari serangan daripada menyerang.
Israel dengan lobi politik Internasionalnya menekan pemerintahan dunia untuk mengucilkan Jalur Gaza dari hubungan internasional. Hal ini terlihat dari massifnya berita-berita miring yang bersumber dari media-media pro Zionis yang dikutip oleh aktivis-aktivis pro Zionis. Mungkin Israel dan para pendukung Zionisme menyadari bahaya eksistensi mereka yang kini telah terbuka ke hadapan dunia gegara peperangan yang tidak mereka menangkan dan kekalahan mereka di meja perundingan. Ada dua negara di Eropa yang telah menyatakan menerima kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara (saya lupa negaranya tapi salah satunya kalau tidak salah Swedia). Apalagi ketika peperangan Daun-Daun Gugur berlangsung, dikabarkan beberapa perusahaan Israel yang nyata membela kepentingan Israel (dengan memberikan sumbangan dari laba bersih mereka) seperti Starbucks, Mc D, Coca Cola, dan Pepsi terkena imbasnya.
Pembebasan Palestina bukan cita-cita baru muncul setelah nyata kemenangan diraih melalui peperangan beberapa bulan lalu. Bagi HAMAS dan Brigade Al Qassam, cita-cita tersebut telah diwarisi semenjak para penjajah mengusir rakyat Palestina dari rumah-rumah mereka setelah keruntuhan kekhalifahan di Turki. Mereka mewarisi tekad pengusiran terhadap penjajah zionis Israel lewat perjuangan melalui mimbar dan aksi nyata syekh Izzuddin Al Qassam yang syahid akibat kepungan gabungan tentara zionis dan tentara inggris.
Saya tidak akan berhenti untuk mengikuti dan mendoakan agar kemerdekaan Palestina akan segera terwujud
Advertisements

Leave a Reply