mengenal dinar dan dirham


dinar adalah koin emas 22 karat seberat 4,25 g dan berdiameter 23 mm. sedangkan dirham merupakan koin perak murni seberat 3 g dan berdiameter 25 mm. dinar dan dirham merupakan mata uang riil yang terbuat dari bahan intrinsik. standar baku dinar dan dirham ditentukan oleh khalifah umar ibn al khattab.

fakta uang kertas; harga setongkol jagung di tahun 1970-an Rp. 5 sedangkan pada tahun 2003 Rp. 1000. artinya barang yang sama harus dibayarkan degan 200 kali lipat atau nilai rupiah melorot tinggal 1/200 nilai semula. kesimpulannya uang kertas selalu kehilangan nilai, akibatnya semua lapisan masyarakat dirugikan.

uang kertas
uang kertas adalah kertas dengan gambar tertentu yang nilai nominalnya ditentukan oleh negara lewat politik, warga negara kemudian dipaksa untuk mengakui nilainya dan menggunakannya sebagai alat tukar karena undang-undang.

negara (pemerintah) merampas kekayaan warga negaranya dengan inflasi. perampasan dilakukan dengan mendadak dan drastis melalui devaluasi/sanering. contohnya ketika dizaman presiden soekarno Rp.1.000 digunting menjadi Rp.1. inflasi, atau yang lebih dikenal dengan kenaikan harga barang, menjadi kambing hitam atas perampasan kekayaan ini.
kekayaan fiktif yang memabukkan
cara kerja sistem finansial modern terdiri dari uang kertas, bunga, dan kredit (hutang) dalam sistem ini terjadi sewa menyewa uang dan penciptaan uang. institusi yang membuat semua itu terjadi adalah perbankan dan bunga. dengan adanya perbankan dan bunga kemudian memungkinkan penciptaan uan melalui utang.

bank c menerima uang rp.100 juta dari nasabah A, dan membukukannya dalam buku rekening. bank kemudian akan meminjamkannya kebada nasabah D sebesar 90 juta, sedangkan 10 juta harus ditahan sebagai cadangan, yang kemudian didepositkannya di bank e. maka bank e memiliki uang sebesar 90 juta, sementara dalam rekening nasabah A tetap tercatat 100 juta. selanjutnya bank e dapat meminjamkan uang tersebut ke nasabah mereka sebesar 81 juta. demikian proses ini terjadi seterusnya.
dalam satu putaran ini saja, terakumulasi uang 271 juta, sedangkan uang asalnya hanya 100 juta. Artinya 171 juta adalah uang fiktif. akibatnya terjadi inflasi yang artinya depresiasi uang kertas.

bagi bank uang nasabah adalah liabilities karena bank harus membayar bunga atasnya. karena itu bank akan terus mengutang-utangkannya dan dengan proses tersebut penciptaan uang terjadi. maka ketika terjadi rush – pengambilan dana secara bersamaan pada sebuah bank – terjadilah keruntuhan bank, karena dana tersebut tidak ada (karena lagi dioper-oper). dampak dari penciptaan uang lewat bunga dan utang tersebut adalah inflasi. padahal kualitas dan kuantitas barang dari waktu ke waktu tidak berubah.

nilai tukar emas dan perak sebagai benda niaga ditentukan oleh keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar. tidak ada monopoli oleh satu pihak dalam pemasok uang seagaimana fungsi bank sentral seperti bank indonesia.

sumber : gemerincing dinar, muslihat uang kertas; intisari April 2003; ditulis oleh zaim sahidi, pengelola lembaga studi dan implementasi ekonomi alternatif, adina, jakarta.

pada cukilan artikel tersebut ada beberapa hal yang mengganjal dalam pikiran saya;

1.apa fungsi bank sentral seperti BI jika masyarakat bersepakat untuk mengganti uang yang sekarang?
2.bagaimana caranya seorang pekerja dibayar dengan dinar dan dirham?
3.bagaimana dengan harga komoditas pokok? apakah akan ada sebuah penetapan standar harga sebuah produk seperti yang sering disebut sebagai harga pasar?
4.bagaimana cara penyimpanan dinar dan dirham untuk dibawa sehari-hari? sedangkan membawa uang recehan telah memberatkan saku orang yang membawanya?

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *