mencegah keguguran berulang

Keguguran tidak diinginkan oleh pasangan suami istri manapun, namun terkadang jika tidak diwaspadai keguguran dapat terjadi. Maka artikel yang dinukil dari majalah intisari ini mudah-mudahan membantu para pasangan suami istri di luar sana.

Perhatikan indikasi keguguran yaitu bisa berupa bercak merah dibarengi oleh rasa mulas. Sedangkan faktor-faktor penyebab keguguran antara lain:

  1. ketidak seimbangan hormon
  2. kualitas sel sperma yang kurang bagus sehingga janin tidak terbentuk normal dan mudah gugur
  3. tindakan kuret yang tidak bersih karena ada jaringan yang tertinggal
  4. tumbuhnya kista pada rahim yang mengganggu penempelan plasenta

Sebab lain terjadinya keguguran yang berulang adalah terdapat banyak jaringan parut atau ikat pada tempat menempelnya plasenta. Hal ini terjadi karena saat melahirkan anak pertama tempat tersebut kurang dibersihkan sehingga darah yang dikirim ke plasenta tidak mencukupi. akibatnya janin kekurangan makanan dan terjadi keguguran

Kehamilan yang disebabkan oleh toksoplamosis, virus dalam kotoran urung atau kucing, atau virus amat jarang terjadi (menurut R.P. Ontowiryo H.P spesialis kandungan dari RS Ibu dan anak Harapan Kita; intisari April 2003). Namun untuk ibu hamil disarankan untuk tidak memelihara kucing selama mengandung agar terhindar dari virus tersebut. Selain tidak memelihara kucing ketika berbadan dua, ibu hamil juga dianjurkan untuk mengkonsumsi daging atau lalapan yang dimasak dengan matang. Hal ini bertujuan untuk menghindari virus yang mengkontaminasi daging atau lalapan yang dikonsumsi.

Gejala yang ditunjukkan apabila terkena Virus tokso biasanya hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening, umumnya pada leher bagian belakang dan sedikit demam. Yang perlu diwaspadai adalah kalau sampai terjangkit virus rubella (campak jerman). Pada wanita yang tidak hamil virus ini tidak membahayakan namun keadaannya berbeda jika ibu hamil yang terkena virus tersebut. Virus ini membuat korbannya merasakan demam ringan dan keluar bintik-bintik merah, jika tidak diwaspadai janin akan terinfeksi virus ini melalui plasenta.

Ontowiryo juga menjelaskan bahwa pasangan suami istri dapat melakukan hubungan intim dengan beberapa catatan yaitu memakai kondom dan tidak menindih perut istri. Jadi hubungan suami istri secara medis dapat dilakukan namun memperhatikan hal-hal yang telah disebut diatas.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *