Menangislah Untuk Wanita Mesir

By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Masih ingatkah serangan tajam plus hujatan terhadap Presiden Mursi? Hujatan yang dijejali hasud dengan menyebar rekaman Mr. Mursi soal hijab/jilbab.

(2)
Mursi menegaskan, “Sebagai Kepala Negara, saya tidak akan memaksakan jilbab.” Namun diterjemahkan dengan salah menjadi, “Saya tidak mewajibkan.”

(3)
Mursi pun ramai-ramai dituduh antisyariat. Keluarlah slogan, “Mursi, Mubarak berjanggut.” Tak lupa menuduh IM sebagai gerakan Islam yang berkuasa, tapi MINUS Islam.

(4)
Tanpa maaf. Tanpa ralat. Hingga akhirnya mereka berada di barisan antiMursi. Bersama AsSisi, Mursi pun dikudeta atas restu AS, UE, ISRAEL dan pendanaan dari Emirates, Saudi (Raja Abdullah), dan Kuwait.

(5)
Apa yang menimpa JILBAB MUSLIMAH Mesir setelah kudeta 3 Juli 2013? Jawabannya, yang dihinakan bukan lagi “seutas kain”, tapi kehormatan pemakainya sekaligus.

(6)
Data berikut seharusnya membuat pendukung kudets malu. Termasuk syaikh-syaikh Sultan, yang rela menjual ayat dan fatwa demi bisa bertahan hidup.

(7)
Pihak keamanan Mesir yang seharusnya mengayomi dan melindungi. Di era kudeta. Mereka menjadi makhluk buas yang lapaaaaar. Militer lebih sadis lagi.

(8)
574 pelecehan seksual. 317 tes kehamilan paksa. 90 wanita dibunuh. 82 dipenjara. 25 disidang di pengadilan militer. 20 diperkosa. 5 dihukum seumur hidup. 3 diculik. 4 dihukum mati.

(9)
Apa kesalahan mereka? Menolak kudeta. Mencari kemerdekaan dengan demokrasi sejati. Sedemikian salahnya berdemokrasi. Mereka dihalalkam darah dan kehormatannya.

(10)
Pertanyaannya. Kemana elemen-elemen Islam yang konon paling Islami, paling sesuai Sunnah Nabi, paling syariah? Ternyata kini tak bernyali.

(11)
Uniknya. Ketika masyarakat Mesir memboikot Pemilu. Fatwa boikotnya diptaktekkan di Indonesia, yang justru sedang sengitnya persaingan dengan kaum kafir.

(12)
Jadi. Mereka yang menolak memilih di Indonesia. Justru yang paling bersemangat mendukung kudeta di Mesir. Mereka yang sangat antiAS. Tapi yang diserang AKP di Turki, IM di Mesir, HAMAS di Gaza, Front Pembebasan Syiria.

(13)
Adakah syariat kini di Mesir? Jangan tanya. Sekedar menjadi manusia saja, sungguh terhina. Jika tidak berduka atas tragedi di Mesir. Teriakan anda dan kita untuk siapa?

About these ads

Leave a Reply