About these ads

4 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Saat Memilih Perguruan Tinggi

Setelah anda mengetahui 15 hal tentang kehidupan di perguruan tinggi, saya ingin berbagi mengenai tentang 4 hal yang harus anda perhatikan saat memilih perguruan tinggi.

Tulisan ini cukup panjang dan saya berharap anda bersabar dalam membaca poin-poin yang saya jabarkan. Semoga tulisan ini dapat membantu anda dalam memutuskan perguruan tinggi yang akan anda pilih, entah itu perguruan tinggi swasta atau perguruan tinggi negeri.

Beberapa waktu yang lalu di media massa mengabarkan ada mahasiswa yang tidak pernah ikut perkuliahan namun dapat diwisuda. Saat di wawancarai mahasiswa tersebut terlihat gagap dalam menjawab pertanyaan tentang jurusan dan mata kuliah favoritnya di perguruan tinggi abal-abal tersebut.

Berdasarkan kejadian tersebut saya berharap Tip memilih perguruan tinggi yang akan saya bagikan berikut ini betul-betul bermanfaat bagi anda yang akan kuliah.

wanita lagi bingung memilih perguruan tinggi
gambar dari journal-bisnis

Selain dari kejadian yang menjadi headline di media massa diatas, tulisan ini juga terinspirasi dari adik ipar saya yang telah duduk di kelas tiga sma.

Kejadiannya bermula dari sebuah percakapan di perjalanan menuju bandara Soekarno-Hatta. Saya yang hendak menjemput istri yang pulang dari dinas luar kota, tiba-tiba saja ditanya tentang jurusan apa yang harus diambil saat selesai sekolah nanti oleh adik ipar saya.

Saya menjawab kalau jurusan harus dipilih sesuai dengan minat. Tapi, lanjut saya, yang harus diperhatikan adalah perguruan tinggi dimana ia akan kuliah.

Entah disadari atau tidak dunia kerja seakan lebih memilih lulusan perguruan tinggi terkenal dibanding perguruan tinggi yang tidak. Seseorang yang berasal dari perguruan tinggi favorit dan memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) yang lumayan, akan lebih mudah diterima daripada seseorang yang berasal dari perguruan tinggi yang tidak terkenal dan memiliki ipk yang tinggi.

#1, Kenali Reputasi Perguruan Tinggi (Akreditasi)

Ada banyak perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Dari banyaknya perguruan tinggi negeri dan swasta tersebut hanya beberapa perguruan tinggi yang lebih dikenal secara nasional. Perguruan tinggi yang terkenal saya maksudkan disini adalah seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tidak banyak siswa yang bisa masuk ke universitas-universitas terkenal tersebut. Hanya yang beruntung dan terpilih yang bisa masuk ke universitas-universitas yang telah saya sebutkan diatas.

Bahkan jika melihat fenomena ujian masuk perguruan tinggi, alokasi mahasiswa baru untuk perguruan tinggi negeri dibanding dengan siswa sma yang lulus masih sangat jomplang. Karena itu memilih (baca:mengenali) perguruan tinggi yang dituju sangat diperlukan.

Mengenali reputasi masing-masing perguruan tinggi yang akan di-lamar oleh siswa saat ini sangat mudah dilakukan. Apalagi saat dunia sudah terlipat dalam genggaman melalui kecanggihan internet dan smartphone. Dengan mengakses situs badan akreditasi nasional perguruan tinggi kita dapat melihat reputasi perguruan tinggi yang akan kita tuju dengan mudah.

Akreditasi adalah sebuah bentuk pengakuan dan pengawasan dari pemerintah terhadap kinerja dari perguruan tinggi di Indonesia. Tidak hanya perguruan tinggi swasta yang diberikan akreditasi tetapi juga perguruan tinggi negeri. Bahkan peringkat atau nilai akreditasi perguruan tinggi negeri dapat lebih buruk daripada perguruan tinggi swasta. Jika anda lulus di sebuah perguruan tinggi negeri namun jurusan yang anda ikuti memiliki akreditasi yang rendah, prospek peluang kerja anda akan rendah.

#2, Pilih Jurusan (Sesuai Minat dan Kemampuan Anda)

Dalam memilih perguruan tinggi selain reputasi dari kampus yang akan anda tuju, anda juga harus mengenali jurusan yang akan anda ambil.

Ada banyak jurusan yang terdapat dalam sebuah perguruan tinggi, memilih jurusan sesuai dengan minat dan kemampuan akan membuat masa kuliah anda lebih terkendali.

Saya ingin memberikan contoh pribadi terhadap hal ini.

Ketika saya mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi (kala itu bernama SPMB) saya mempunyai minat ke Universitas Indonesia jurusan Bahasa dan Sastra Perancis. Saya menyadari bahwa saya sangat menyukai mempelajari bahasa asing. Bahkan dari sejak sekolah dasar minat saya ini didukung oleh orang tua saya, khususnya ibu. Jadi sejak mengetahui minat saya yang besar dengan bahasa asing, ibu saya mendaftarkan saya kursus Bahasa Inggris. Dan ini berlanjut hingga saya berada di kelas tiga sma.

Karena saya orangnya mudah bosan, saya merasakan kejenuhan dalam mempelajari bahasa inggris. Oleh karena itu saat memilih perguruan tinggi dan jurusan yang akan diambil saya memilih Bahasa dan Sastra Perancis.

Bagi saya mempelajari bahasa Perancis membuat saya lebih tertantang karena bahasa tersebut adalah bahasa yang baru dan memiliki rasa yang berbeda dibanding bahasa Inggris.

Pada momen ini orang tua dan kerabat dekat saya menyarankan agar saya tidak hanya fokus untuk memilih jurusan Bahasa dan Sastra Perancis yang sangat-sangat baru bagi saya. Selain mengejar minat saya diminta untuk tetap melanjutkan ke jurusan Bahasa dan Sastra Inggris yang telah saya pelajari dari sekolah dasar.

Pada saat pengumuman ujian masuk perguruan tinggi saya ditakdirkan untuk melanjutkan belajar bahasa inggris di Universitas Negeri Padang. Dan jika saya melihat teman-teman saya yang tidak lulus karena memilih perguruan tinggi dan jurusan yang tidak sesuai kemampuannya, saya merasa bersyukur memiliki keluarga yang cukup jitu dalam mengarahkan saya.

Kejadian bertolak belakang dialami oleh teman sma saya yang pada semester pertama kuliah di jurusan yang sama dengan saya.

Orangnya sangat tekun dalam belajar akan tetapi kemampuan beliau terhadap bahasa asing tidak bagus, sehingga dua semester berturut-turut nilai kuliahnya hanya satu koma sekian. Berpatokan pada hasil kuliah yang tidak maksimal tersebut pada tahun kedua kuliah teman saya tersebut pindah ke jurusan lain.

Makanya saya tekankan lagi, Kenali kemampuan anda!

Jika anda merasakan kesulitan dalam mengenali kemampuan anda maka pertanyaan dari hotcourse ini baiknya anda jawab sekarang.

  1. Bidang apa yang saya minati?
  2. Kualifikasi apa yang saya miliki?
  3. Apa saja hobi saya?
  4. Apa cita-cita saya?
  5. Lapangan kerja yang tersedia untuk saya seperti apa?

Dari jawaban anda terhadap lima pertanyaan tersebut semoga anda mengenal kemampuan yang anda miliki dan memilih jurusan terbaik di perguruan tinggi terbaik.

 #3, Pilih Perguruan Tinggi Yang Berkualitas

Perguruan Tinggi yang berkualitas yang saya maksudkan disini bukan perguruan tinggi yang mempunyai nilai akreditasi baik. Kualitas yang saya maksudkan disini adalah tersedianya tenaga pengajar yang berkompeten untuk membimbing anda mencapai target yang anda siapkan pada saat anda memilih perguruan tinggi yang bersangkutan sebagai sarana menimba ilmu.

Perguruan tinggi favorit yang saya sebutkan pada awal-awal tulisan ini merupakan perguruan tinggi yang sangat berkualitas. Setidaknya kriteria perguruan tinggi terbaik yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi (dalam tiga kategori) didominasi oleh kampus-kampus tersebut.

Coba perhatikan.

Kampus dengan kualitas SDM yang tinggi

  1. Institut Pertanian Bogor (IPB)
  2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
  3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
  4. Universitas Negeri Malang (UM)
  5. Universitas Indonesia (UI)
  6. Universitas Negeri Makassar (UNM)
  7. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  8. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
  9. Universitas Airlangga (Unair)
  10. Universitas Bengkulu

Kampus dengan Manajemen terbaik

  1. Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS)
  2. Universitas Gunadarma
  3. ITS
  4. UGM
  5. UI
  6. ITB
  7. IPB
  8. Universitas Kristen Petra
  9. Universitas Sebelas Maret (UNS)
  10. Universitas Islam Indonesia (UII)

Kampus dengan Kualitas Penelitian dan Publikasi

  1. ITB
  2. IPB
  3. UI
  4. UGM
  5. Universitas Padjadjaran (Unpad)
  6. Universitas Hasanuddin (Unhas)
  7. UNS
  8. Universitas Brawijaya (UB)
  9. ITS
  10. Universitas Diponegoro (Undip)

sumber: detik.com

#4, Biaya Kuliah di Perguruan Tinggi

Biaya perkuliahan itu tidak sedikit teman.

Mahasiswa seperti di UI dan ITB sangat concern dengan biaya perkuliahan. Jika ada sedikit perubahan, para aktifis mahasiswa di kampus tersebut mulai mengadakan aksi. Mulai dari aksi audiensi dengan pihak manajemen kampus hingga aksi unjuk rasa yang menuntut adanya transparansi biaya perkuliahan.

Itu di kampus yang masuk ke perguruan tinggi negeri, nah bagaimana dengan yang swasta.

Selain biaya perkuliahan semacam uang pangkal, spp, dan lain sebagainya, anda harus memikirkan biaya yang dikeluarkan orang tua anda untuk:

  1. biaya bulanan (jajan, beli buku, nonton filem dan lain sebagainya)
  2. biaya akomodasi (anda tinggal ngekos atau ngontrak? ngontraknya barengan atau sendiri?)
  3. biaya transportasi (jika tempat tinggal anda jauh dari kampus)

Biaya-biaya diatas dapat anda kurangi besarannya jika anda berprestasi melalui beasiswa.

Di banyak kampus tersedia beragam macam beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu dan/atau berprestasi. Mulai dari beasiswa dari pemerintah hingga beasiswa dari perusahaan.

Sayangnya banyak juga mahasiswa yang merasa gengsi untuk sekedar mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa. Alasannya “malu ngurus surat keterangan tidak mampu”. Pesan saya disini, jangan sampai anda gedein gengsi. Jika anda gengsian, bukan hanya anda yang rugi. Keluarga pun rugi. Ingat biaya kuliah itu tidak hanya uang untuk perguruan tinggi tetapi juga uang untuk anda sendiri.

Tidak terasa saya sampai pada momen untuk mengakhiri tulisan mengenai 4 hal yang harus anda perhatikan saat memilih perguruan tinggi. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua dan bagilah kepada teman, atau kerabat anda yang sedang bersiap untuk meninggalkan seragam putih abu-abunya.

About these ads

5 Comment

  1. […] (Baca: 4 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Saat Memilih Perguruan Tinggi […]

  2. […] ini saya ingin menambahkan beberapa hal yang harus diketahui tentang kehidupan baru anda di perguruan tinggi sebagai mahasiswa […]

  3. […] 4 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Saat Memilih Perguruan Tinggi | PencariCerah says: Reply […]

  4. […] sendiri memilih sastra inggris sebagai kuliah yang saya ambil dikarenakan kemampuan saya yang cukup baik dibidang pelajaran bahasa […]

  5. […] Bagaimana universitas yang bagus menurut anda? Sebuah universitas yang bagus pastilah memiliki prestasi akademik dan non akademik yang banyak. Indikator yang lain adalah mahasiswa yang telah lulus di perguruan tinggi tersebut banyak yang diterima di lapangan kerja atau memberi manfaat kepada masyarakat banyak dengan membuka lapangan kerja baru. Ada banyak kriteria yang dapat anda terapkan untuk memilih universitas yang bagus. Selain kriteria yang saya contohkan diatas anda juga bisa meminta saran kepada senior anda yang sudah kuliah di universitas. Jika anda bertanya tentang pemilihan universitas yang bagus pada senior anda maka anda akan mendapatkan jawaban yang cenderung subjektif. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi telah memberikan peringkat untuk masing-masing universitas yang terdaftar di Indonesia, contohnya dapat anda lihat pada tulisan saya tentang kampus sastra inggris terbaik di Indonesia dan  Daftar 20 Universitas Terbaik Indonesia menurut situs Webometrics . Intinya disini: Selain anda mendapatkan rekomendasi dari orang-orang dekat seperti saudara, senior dan juga situs-situs informasi pendidikan seperti webometrics. Jangan lupa untuk cek universitas terbaik di situs Badan Akreditasi Negara. Sejauh ini perguruan tinggi yang populer dan mendapatkan akreditasi dari BAN-PT masih di pegang oleh Universitas yang banyak dikenal seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung dan lain-lain.  Selain mungkin anda bisa menambahkan dalam pertimbangan anda 4 hal yang harus anda perhatikan saat memilih perguruan tinggi. […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: