About these ads

7 Tips Memilih Jurusan Kuliah + 3 Karakter Orang Memilih Jurusan

memilih jurusan di universitas
ilustrasi: nyunyu.com

Kebanyakan siswa mungkin akan mulai mencari tahu jurusan kuliah mana yang akan ia ikuti ketika tamat sekolah, tapi tindakan ini salah.

Seharusnya kamu MULAI memilih jurusan kuliah nantinya pada saat kamu memulai sekolah menengah.

Saya nyatakan demikian karena keluarga dekat saya juga baru selesai sekolah menengah dan akan kuliah.

Tiba-tiba saja beberapa yang lalu kerabat saya itu meminta saran saya mengenai jurusan yang harus ia ambil ketika kuliah nanti.

Kira-kira pilih jurusan apa ya yang bagus?

Jawabannya tergantung pada orang yang kamu tanyakan. Jika kamu bertanya pada orang tua, mungkin mereka akan mengarahkan ke jurusan yang mereka senangi. Jika kamu bertanya pada alumni yang lagi galau mereka akan mengarahkan kamu agar tidak mengambil jurusan yang mereka pilih. Jika kamu bertanya pada saya, maka saya akan jawab ambil jurusan sastra inggris dan sistem informasi!

Sekarang kamu sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan jurusan apa yang bagus.

Apa yang kamu rasakan?

Bingung?

Tentu saja kamu bingung, karena jawaban-jawaban diatas (yang saya contohkan) adalah jawaban-jawaban yang umum. Bukan jawaban yang langsung bisa kamu praktekkan.

Lalu bagaimana donk?

Ini tips memilih jurusan kuliah yang saya kumpulkan dari artikel-artikel senior kamu yang sedang, dan telah selesai kuliah. Jadi saya harap kamu membacanya dengan seksama.

Tips #1 – Kenali MINAT kamu

Apa itu minat? Menurut kamus besar bahasa Indonesia minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Contoh minat saya ada membaca berarti saya mempunyai kecenderungan hati yang tinggi terhadap buku, artikel blog, dan lain sebagainya.

Sekarang bagaimana dengan kamu? Apa minat kamu?

Tips #2 – Kenali KEMAMPUAN kamu

Apa yang kamu bisa? atau dalam bahasa kamu, Gue bisa apa ya?

Pertanyaan ini bisa dijawab dari kegiatan yang kamu lakukan sehari-hari. Kira-kira teman kamu selalu minta bantuan seperti apa ke kamu? atau dalam kegiatan apa kamu bisa mengerjakan sesuatu dengan baik.

Ketika saya memilih kuliah di jurusan bahasa dan sastra inggris, saya mengetahui kemampuan saya dalam bahasa inggris lebih baik diantara teman-teman saya yang lain. Meskipun nilai bahasa inggris saya tidak terlalu tinggi ketika sekolah, tapi saya punya kemampuan itu dan saya punya minat terhadap bahasa inggris.

Karena kemampuan itu saya menjadi joki pada saat ujian (sebenarnya bukan nolongin orang juga karena hasil ulangan saya dan teman-teman hanya diatas standar sedikit).

Tips #3 – Hobi Kamu ada jurusannya tidak?

Hobi adalah kegiatan yang paling kamu senangi. Saat kamu melakukan hal yang kamu senangi tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, tetapi kamu tidak merasa lelah untuk melakukannya.

Kalau kamu pernah menonton filem The Social Network, kamu pasti tahu kalau situs facebook yang terkenal itu ada karena hobi Mark Zuckerberg dalam bidang komputer. Jika kamu hobi nulis dan baca artikel atau buku berbahasa asing, mungkin jurusan bahasa dan sastra inggris cocok bagi kamu. Jika kamu menyukai komputer dan kejaiban-keajaibannya maka jurusan sistem informasi atau teknik informatika jangan sampai lewat dari incaran kamu.

Bagaimana kalau hobinya jalan-jalan trus makan?

Saran saya kamu ambil jurusan blok m – senen, bisa jalan-jalan sambil makan…

hahahaha…

Tips #4 – INGAT cita-cita kamu apa?

Mungkin kamu lupa dengan cita-cita yang pernah kamu nyatakan di depan kelas sewaktu kecil dulu. Sekarang saatnya untuk mengingat kembali cita-cita yang pernah kamu nyatakan dengan lantang di masa lalu.

Dengan mengingat cita-cita kamu di masa lalu maka kamu akan mudah untuk memilih jurusan kuliah di akhir periode SMA

Tips #5 – Prospek Kerja Jurusan kamu apa?

Selain keempat tips diatas, tips terakhir ini berkaitan erat dengan realita.

Ujung-ujungnya setelah kamu selesai kuliah nanti pastinya kamu tidak ingin menjadi sarjana pengangguran. Tentunya kamu ingin agar nanti setelah kuliah beres kamu ingin membalas jasa orang tua dengan mendapatkan pekerjaan yang (minimal) sesuai dengan tingkat pendidikan kamu.

Ini yang harus kamu perhatikan nanti ketika ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri nanti (asumsi kamu mau masuk ptn).

Contohnya adalah kuliah di jurusan sastra inggris, sebelum sebagian dari kamu memilih jurusan ini, setidaknya baca dulu prospek kerja sastra inggris ini.

Jika kamu yakin jurusan kuliah yang kamu pilih prospek kerjanya lebih menjanjikan maka kamu harus yakin dengan keputusanmu, jangan sampai orang lain membuat keyakinanmu goyah.

Tips #6 – Ambil masukan dari Psikotest

Di lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah dan juga tempat les seperti Ganesha Operation seorang siswa yang akan menyelesaikan sekolah diberikan sebuah test psikologi. Test yang diadakan oleh lembaga yang bersangkutan bertujuan untuk mendapatkan gambaran kemana arah karir kamu kelak.

Yang harus kamu ingat bahwa ujian psikotest yang dilakukan oleh lembaga pendidikan seperti yang saya sampaikan diatas tersebut hanya akan memberikan gambaran kepada kamu. Berdasarkan hasil try out yang diadakan dan juga test kepribadian yang kamu lakukan, lembaga pendidikan yang bersangkutan akan memberikan penilaian sementara kemana kamu memilih jurusan kuliah.

Hasil test tersebut saya tekan kan sekali lagi hanya GAMBARAN, bukan sebuah keputusan final. Kamu bisa mengikuti saran mereka atau kamu tidak ikuti semua keputusan kamu.

Tips #7 – Persiapkan alternatif

Ujian saringan masuk perguruan tinggi itu persaingannya sangat ketat saudara-saudara. Maka selain jurusan kuliah di perguruan tinggi negeri kamu harus persiapkan untuk kuliah di perguruan tinggi swasta.

Tiga Karakter Siswa Dalam Memilih Jurusan Kuliah

Setelah membagikan tips memilih jurusan kuliah saya rasa tidak lengkap rasanya untuk tidak membahas tipikal seorang siswa dalam memutuskan jurusan yang dia ambil nantinya.

Dari pengalaman saya bertahun-tahun yang lalu setidaknya ada tiga kelompok karakter siswa yang digolongkan pada keputusannya memilih jurusan.

Karakter #1

… adalah tipikal orang yang memilih jurusan mengikuti kebanyakan orang.

Jika banyak orang yang masuk jurusan ekonomi maka dia juga akan memilih jurusan ekonomi. Orang seperti ini mempunyai kemungkin yang besar untuk kesulitan dalam mengikuti kegiatan perkuliahan.

Pertanyaan saya pada orang-orang yang menjadi korban mode seperti ini adalah besok kamu mau jadi apa?

itu yang pertama

pertanyaan yang kedua kok bisa ya lulus ujian masuk?

Karakter #2

… adalah orang yang memilih jurusan di universitas karena pilihan sendiri.

Orang tipikal seperti sudah kelihatan kesungguhannya dari sekolah.

Mungkin disekolah dia tidak punya prestasi yang mencolok semisal menjadi juara 1 berturut-turut, tetapi nilainya tidak ada yang benar-benar jeblok.

Orang-orang karakter #2 ini telah merancang masa depan mereka sejak lama, dan biasanya orang-orang karakter #2 ini sukses dalam bidang yang telah mereka pilih.

Karakter #3

… adalah orang yang memilih jurusan di universitas karena pilihan orang terdekat.

Orang terdekat yang saya maksud adalah orang tua, teman dekat, atau senior sekolah yang sukses.

Saya termasuk orang yang memilih jurusan karena orang tua yang menegaskan saya harus masuk jurusan sastra Inggris. Orang tua saya mengenal karakter saya yang sedari kecil tertarik dengan bahasa inggris, jadi saya diarahkan untuk jurusan tersebut. Alhamdulillah saya menyelesaikannya dalam lima tahun (ini termasuk standar di kampus saya hehehehe…).

Ada beberapa orang kenalan saya memilih jurusan di universitas yang diarahkan orang tuanya karena dulu orang tua teman tersebut tidak bisa masuk ke jurusan yang dimaksud.

Teman saya itu sekarang menjadi sarjana, tapi ketika dia kuliah sering kali dia menceritakan kesulitannya dalam mengikuti mata kuliah di jurusannya.

Tidak kebayang kalau orang tua teman saya itu adalah orang tua saya, mungkin sekarang saya tidak akan berbagi pengalaman melalui blog pencaricerah.com ini.

Orang tua memang menjadi salah satu referensi yang harus kita dengarkan masukannya tetapi paling tidak orang tua juga harus mengetahui kemampuan dari anaknya.

Komunikasi dua arah antara anak dan orang tua tentu tidak akan menghasilkan hal yang negatif, tetapi pemahaman terhadap individu terhadap keputusan masing-masing.

Jadi jika orang tua kalian meminta untuk masuk ke suatu jurusan yang tidak kalian minati, jangan langsung memotong pembicaraan mereka. Beri orang tua kesempatan untuk menjelaskan dan setelah itu sampaikan keberatan anda memilih jurusan di universitas yang dimaksud. Jika orang tua tetap keras mengarahkan anda ke jurusan yang mereka mau, sholat istikharah-lah. Semoga pilihan orang tua tersebut membawa kebaikan untuk kita, karena pada dasarnya orang tua tidak akan menjerumuskan anaknya ke tempat yang tidak baik.

Kesimpulan

Menjelang ujian masuk perguruan tinggi negeri (yang namanya kembali lagi berubah) kamu harus mantap memilih jurusan kuliah yang akan kamu ikuti.

Jangan kamu pilih jurusan karena banyak teman-teman kamu yang memilih jurusan tersebut, karena belum tentu kamu siap dengan apa yang akan kamu hadapi nanti di perguruan tinggi nanti.

Semoga tips yang telah saya sampaikan dapat membantu kamu dalam memilih jurusan di perguruan tinggi.

Saya melampirkan panduan memilih jurusan pada artikel ini, jika kamu berminat silahkan download panduan tersebut.

 

About these ads

1 Comment

  1. Tips and trick says: Reply

    waduhh gan hahaha, bener banget nih. kalo saya sekarang milih jurusan IT karena minat dari diri sendiri dan orang tua setuju2 aja ehehe

Leave a Reply

%d bloggers like this: