About these ads

Memilih jurusan di Universitas

Memilih jurusan di Universitas

Memilih jurusan di Universitas itu salah satu langkah yang menentukan karir atau pekerjaan anda nantinya. Salah memilih jurusan bisa jadi akan membuat cita-cita anda akan tidak tercapai.

Memilih Jurusan di Universitas
ilustrasi

Tiga Tipikal Orang Memilih Jurusan di Universitas

Saya ingin memulai pembahasan tentang memilih jurusan di Universitas dengan membahas tipikal orang yang memilih jurusan di universitas. Pembagian tipikal orang yang memilih jurusan ini hanya sebuah pengamatan pribadi dari teman-teman kuliah saya saat kita lagi berdiskusi tentang kenapa memilih jurusan bahasa dan sastra Inggris di Universitas Negeri Padang.
  1. Tipikal pertama yang saya temui adalah tipikal orang yang memilih jurusan di universitas mengikuti tren. Menurut saya tipikal orang yang milih jurusan berdasarkan tren yang sedang terjadi adalah orang yang bingung. Tipikal orang seperti ini butuh menggali lagi potensi yang ada dalam dirinya. Salah pilih jurusan akan membuat prestasi akademisnya jeblok dan pasti untuk memperbaiki nilai akademis itu akan sulit dan butuh waktu juga motivasi dari diri sendiri yang kuat.
    Teman saya sewaktu kuliah mengalami hal ini. Awalnya teman saya ini memilih jurusan sastra inggris. Jurusan saya ini cukup laku untuk dijual, karena program yang ia ikuti bukanlah program reguler, karena saking banyaknya peminat jurusan ini di Sumatera Barat. Sayangnya prestasi yang ia dapatkan tidak seperti yang ia harapkan. Ia mendapati kesulitan dalam mengikuti perkuliahan hingga ia mengambil keputusan cepat dengan berganti jurusan ke ekonomi. Di sinilah minat beserta bakatnya terasah, hingga ia menjadi juragan kecil saat kuliah dengan membuka usaha salon motor dan mobil.
  2. Tipikal yang kedua adalah orang yang memilih jurusan karena memang dia sendiri pengen. Bingung juga saya memilih diksi yang tepat.
  3. Tipikal ketiga adalah orang yang memilih jurusan di universitas setelah mendapatkan berbagai wejangan dari keluarga khususnya orang tua. Orang terdekat yang saya maksud adalah orang tua, teman dekat, atau senior sekolah yang sukses.
Saya sangat tidak sukses di mata pelajaran eksak. Setiap ada ulangan atau pekerjaan rumah apakah itu matematika, kimia, fisika, kimia, atau biologi nilai saya pasti jelek. Saya bukannya tidak belajar, tapi kemampuan saya hanya sampai disitu. Orang tua saya tentu tidak senang dengan pencapaian saya ini tapi mereka dapat menerima dan juga membimbing saya ke arah yang lebih baik.

    Saya menyukai bahasa. Semenjak kecil saya suka menonton dan mendengarkan film, musik berbahasa asing. Nilai pelajaran bahasa inggris saya tidak begitu bagus tapi masih lebih baik daripada mata pelajaran eksakta. Kedua orang tua saya mengetahui minat saya ini, khususnya bunda, dan mereka membimbing saya untuk terus mendalami minat saya terhadap bahasa asing (baca: Inggris) dengan mendaftarkan saya pada lembaga pendidikan bahasa Inggris yang terkenal di kota saya.

    About these ads

    1 Comment

    1. […] Berapa lama masa studi anda di perguruan tinggi? Ini jawabannya […]

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: