Manfaat Periksa Pertumbuhan Janin Anak Yang Rutin

BADAI UANG

Kehamilan merupakan sebuah momen yang sangat ditunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Hadirnya calon bayi yang merupakan generasi penerus pastinya akan menambah warna bagi kehidupan suami dan istri. Tahun ini saya dan keluarga kembali diberikan amanah oleh Allah Yang Maha Esa dengan akan hadirnya anak kedua yang mungkin berjenis kelamin perempuan. Kehadiran putri pertama kami nantinya akan melengkapi keluarga kecil kami yang sudah diisi oleh tawa dan teriakan Ahmad Fariz Rantizi, putra pertama kami.

Meskipun tidak seperti saat kami mendapatkan anak pertama pada kehamilan anak kedua saya dan istri selalu berusaha memeriksakan tumbuh kembang pada janin secara rutin. Katanya ibu hamil setidaknya memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan sebanyak 3 kali selama masa hamil. Pertama, pada masa awal kehamilan, yaitu trimester pertama yang berguna memeriksa apakah janin berkembang pada rahim, tidak ada kemungkinan janin berkembang di luar kandungan atau kehamilan ektopik. Pemeriksaan kedua bisa dilakukan pada trimester kedua yang gunanya melihat apakah organ-organ janin berkembang baik seperti  lingkar kepala, tulang punggung, dan semua anggota badan bayi sudah terbentuk, sekaligus mengecek detak jantung bayi.

Seingat saya sewaktu istri lagi hamil anak pertama, ketika kami melakukan pemeriksaan Ultrasonografi atau USG dokter kami jarang mengecek detak jantung bayi. Beda halnya dengan saat kehamilan kedua saat ini. Mendengar detak jantung calon putri kami melalui alat pemeriksa kandungan tersebut membuat saya dan istri merasakan hal yang berbeda. Ada haru dan bahagia sekaligus khawatir karena berbagai alasan yang bisa kami utarakan berdua.

Pemeriksaan tumbuh kembang pada janin yang ketiga dilakukan pada trimester terakhir. Ini dilakukan untuk mengetahui posisi dan berat badan janin, apakah beratnya sudah ideal dan posisi kepala sudah di bawah atau masih sungsang. Pada trimester ketiga ini USG sangat penting, agar tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan.  Catatan dari dokter di trisemester ketiga untuk saya dan istri kali ini adalah memperbanyak memakan makanan berprotein. Dulu waktu hamil Tizi sarannya malah harus banyak makan es krim untuk menaikkan berat badan bayi yang masih berada di rahim.

Memang ada kisah-kisahnya sendiri saat kehamilan anak pertama dan anak kedua. Saya pikir waktu mendengarkan kisah bagaimana saya lahir dan adik-adik saya lahir dari orang tua, kisah mereka hanya dibuat-buat agar lebih terdengar dramatis.

SELALU MEMPERHATIKAN GAMBAR SIKLUS TUMBUH KEMBANG BAYI di RUANG PEMERIKSAAN

Kebiasaan yang tidak pernah hilang sejak kehamilan anak pertama dari saya adalah memperhatikan gambar yang memperlihatkan bagaimana janin tumbuh kembang di dalam rahim seorang ibu yang berada di ruang pemeriksaan.  Allahu Akbar. Bagaimana sebuah sel bisa berkembang menjadi sangat besar dalam jangka waktu lebih kurang 9 bulan dan bagaimana tubuh seorang ibu bisa beradaptasi dengan hadirnya makhluk baru didalam tubuhnya.

Saya rasa mengetahui bagaimana tumbuh kembang janin menjadi bayi penting untuk dilakukan sebelum pasangan suami istri  melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Di dalam ruangan anda bisa menerka kalau saya juga ikut bertanya kepada dokter tentang bagaimana calon bayi saya tidak hanya istri saya yang bertanya tentang dengan kondisi ibu dan janin. Saya bukannya sok tahu tetapi dulu ketika mulai ngeblog dengan menerbitkan ulang beberapa makalah mahasiswa jurusan kebidanan di tempat asal. Jadi saya bisa dibilang memiliki pengetahuan lebih banyak dibanding istri. Hanya saja rasanya berbeda saat merasakan langsung teori yang sempat saya baca sepintas lalu tersebut. Coba cek saja tulisan jelek hasil copasan makalah anak kebidanan berikut

ASUHAN ANTENATAL (Prenatal Care)

Penanganan Persalinan

Persalinan

INFORMASI PENTING JANIN YANG HARUS DIKETAHUI AYAH DAN IBU DARI DOKTER KANDUNGAN

Pada trimester pertama dokter menggunakan protokol “Pengamatan Pertama” yang mensyaratkan pengecekan USG pada usia kehamilan antara 11-13 minggu. Pada pengecekan ini dokter memeriksa ketebalan pada bagian belakang leher janin. Apabila ada ketidaknormalan pada leher belakang janin, dokter mungkin akan memvonis adanya ketidaknormalan kromosom. Kemudian, ibu diminta untuk menjalani tes PAPP-A dan hCG total. Ini digunakan untuk melihat indikasi ketidaknormalan kromosom janin dan kemungkinan Down’s Syndrome, trisomy 13, 18 dan kelainan lain.

Pada seputar kehamilan trimester kedua, dokter akan melihat perkembangan uterus dan memeriksa aktivitas janin. Ibu akan ditanya apakah janinnya aktif bergerak atau tidak. Umumnya dokter meminta ibu hamil untuk kembali memeriksakan kandungannya di usia 18 minggu untuk melihat perkembangan jantung, ginjal, abdomen, dan otak janin. Tumbuh kembang pada janin yang terlihat jelas di USG dan dibarengi dengan pernyataan ibu mengenai keaktifan gerakan janin pada trimester ketiga adalah indikator bahwa janin berkembang dengan sangat baik.

Dokter kami biasanya secara langsung mengabarkan hasil USG janin seperti di mana letak plasentanya, apakah ada kemungkinan plasenta di bawah, bergeser, atau apakah semua anggota tubuhnya sudah lengkap, apakah beratnya sudah ideal, dan lain-lain. Informasi semacam ini penting agar saya dan istri semakin tenang saat menjalani kehamilan dan persalinan nantinya. Apalagi kami berharap agar putri kami yang diharapkan lahir bulan Agustus nanti bisa melalui persalinan normal, beda dengan abangnya.

Selain berbahaya dan menyakitkan, persalinan sesar biayanya besar.

Dari informasi yang disampaikan oleh dokter kami hingga saat ini kemungkinan besar istri saya bisa melalui persalinan normal hanya saja dokter menambahkan kalau untuk kelahiran normal setelah sebelumnya sesar istri saya tidak akan diberikan induksi untuk memacu kelahiran.

Hingga saat ini dokter belum meminta istri saya melakukan tes non-stress (NST) serta profil biofisik (BPP) untuk mengkonfirmasi perkembangan janin. NST digunakan untuk merekam aktivitas jantung janin, sedang BPP digunakan untuk melihat aktivitas janin, perkembangan napasnya, tekanan ototnya, akselerasi detakjantung, dan kecukupan jumlah air ketubannya.

Jadi begitulah sekali lagi saya mohon doanya agar istri dan anak saya dalam kondisi sehat dan sempurna.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *