LET’S GET MARRIED !

By. Dewi, 4 Mei 2008

Mungkin saya bukan ahlinya, tapi saya hanya ingin berbagi dan memberikan
nasehat singkat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang minim,
terutama buat teman-teman yang belum menikah.

Kapan nih menikah? hehehe

Mengingat, sekarang ini saya melihat dan cukup prihatin, pada
orang-orang di sekitar saya, baik teman, adik atau siapa saja yang saya
kenal, yang masih betah membujang hingga usia sudah mengusik alarm,
tanda peringatan teeeetttt!

“hey….you become old and old!”.

Dan berdasarkan hasil survey dan pengamatan dilapangan, ternyata banyak
kendala yang membuat seseorang enggan untuk menikah, dan betah
membujang, antara lain berikut ini dan saya membantu sedikit dengan
saran, mudah-mudahan berkenan ^_^:

1. Karena Belum Ketemu Soul mate

hey guest ! kapan kamu bisa ketemu your soulmate jika kamunya hanya
diam, dimeja kamu, bergelut terus berjam-jam yang menyita dengan
pekerjaan, kamu.

Atau berkutat dengan diktat bacaan kuliah kamu diperpustakaan, apa kamu
tidak melihat disebelah kamu ada cewek cantik berjilbab, sedang
melirikmu

Or apa kamu juga lupa di sebelahmu, cowok sahabat kamu yang berkopiah
itu, ternyata sudah lama naksir kamu? (;-))

Let’s enjoying to find your soul mate guest!

And hey, Please deh, kamu itu hidup, sayang, dan harus menikmati hidupmu
dengan bersosialisasi, terutama dengan lawan jenis, siapa tahu dengan
bersosialisasi kamu menemukan tambatan hatimu.

Tuh khan sambil mendayung minum air sekalian 😉

Come on, get up ! and ready for hunting.

2. karena baru patah hati

hey guest ! patah hati apa patah tulang sih.

Lebih sakit patah tulang donk !.

(uppps kok ngelantur hehehe)

Patah hati, itu untuk Allah semata, jika Dia sudah tidak lagi menerima
taubat kita.

Tapi untuk manusia, No…no…don’t ever do it.

“Allah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, sedang kita
tidak”

Kalau dia sudah pergi meninggalkanmu atau kamu pergi meninggalkannya
berarti dia memang bukan untukmu.

Cari lagi !

Dunia tidak selebar daun kelor.

Ayo…rajin-rajin nerima saran, dari ortu, teman dekat kamu, atau juga
saudara.

Jangan “ogah” dong dikenalkan dengan kerabat atau teman mereka.

Eh…apa ?…ga, mau dijodohin !, alasannya ? ini khan bukan jaman
siti nurbaya, Nek !

Idih, RUGI….nenek sama kakek kita aja, juga dijodohin, buktinya
mereka bisa lengket sampe kaken-kaken, ninen-ninen. (:-P)

Kenapa harus ragu dijodohin, siapa tahu dari perjodohan itu kita bertemu
dengan tambatan hati.

Atau setidaknya nambah teman, Guest!

3. menikah tidak semudah membalik telapak tangan, pokoknya menikah
itu sulit, jelimet, dan membutuhkan banyak biaya.

Walah….! Siapa bilang sih ????

Menikah itu mudah sayang!.

Tinggal panggil penghulu dan saksi-saksi, ijab khobul…udah deh sah.

Insyaallah.. !

Yang penting tekad dan niat.

Pernikahan dalam Islam sesuai sunah Rasul sangat “easy”

Don’t make it difficult on you.

Upacara pernikahan dan tetek bengeknya ?

Ya…ga usah dipaksain, sayang, kalau itu diluar kemampuanmu.

Tapi ssstttt….kalau ortu maksa, ya syukur-syukur kalau mereka mau
menyumbang biayanya khan ! hehehe.

4. aku merasa belum siap secara finansial

Lalu kapan siapnya, Guest !

Sampai kamu jadi manager, direktur, atau mau nunggu kamu punya
perusahaan sendiri ?.

Eh…kenapa sih sebegitunya kamu tidak percaya, bahwa :

“Rejeki itu Allah yang mengatur”

Sayang, setiap pernikahan itu membawa rejekinya masing-masing.

Eitssss….! Masih mengelak….!

Lalu kamu bisa punya uang setiap bulan itu darimana coba?

Dari perusahaan dan orang tua?

Ah….masa?

Itu semua datangnya dari Allah, sayang.

Allah membagi rejekinya kepadamu lewat perusahaan dan orang tuamu.

Apalagi jika kamu menikah nanti.

Rejekinya pastinya double donk!

Karena setiap orang membawa rejekinya masing-masing

Jika dua hati bertaut, maka dua rejeki juga Insyaallah akan bertaut.

Iya…nggak, Guest!.

5. pernikahanku dengan calonku tidak memenuhi persyaratan adat dan
tradisi suku atau bangsaku

Dia dari marga yang berbeda, status ekonomi yang berbeda, kasta yang
berbeda, kulit yang berbeda, dan sebagainya, dan sebagainya.

STOP !, siapa yang menikah kamu atau adatmu?

Kamu atau orang tuamu?

Apakah Allah juga memandang berbeda setiap makhluk-Nya?

Rasulullah SAW dan agama mengajarkan kita untuk memandang sama kepada
seluruh manusia, kecuali yang iman dan takwa kepada-Nya yang
membedakannya.

Atau kakakku yang tertua belum menikah, emmmm…aku takut
melangkahinya.

Ya…ampun, jodohmu dan jodohnya berbeda waktu datangnya, jika Allah
sudah mempertemukan kamu dengan tambatan hatimu atau jodohmu, maka
segerakanlah menikah dengannya, jangan menundanya kecuali karena Allah.

Atau musibah akan datang.

Terlalu lama pacaran demi menunggu kakak tercinta menikah duluan, apakah
kamu mampu, menjaga hati dan juga cinta sucimu selama itu ?, lalu sampai
kapan, setahun, dua tahun, atau tiga tahun?, lalu sekarang ?

Apakah kamu mampu menjaga kemampuanmu tidak menyentuhnya ?

Walahualam bisawab.

Maka segerakanlah menikah dan jangan menundanya ketika hasrat itu
datang, sempurnakanlah separuh dien !.

Islam is not cultural guest!

6. Saya trauma terhadap perceraian, teman, sahabat, kakak saya, atau
orang tua.

Please, deh !

Kamu khan bukan mereka, beda orang, berbeda pula cara dan karakter dalam
menyelesaikan setiap persoalan.

Mereka boleh jadi gagal, tapi kamu belum tentu.

Dan sebenarnya kamu diuntungkan melihat masalah ini, dari sisi kacamata
positif, artinya kamu bisa mempelajari dan meminimalisasi, dengan banyak
belajar pengalaman berharga dari mereka, yang gagal membina rumah
tangganya.

Agar nantinya kamu juga siap dan mencari pemecahannya bila kamu nanti
sudah berumah tangga.

Kemudian kuatkanlah iman dan takwamu kepada-Nya untuk mengatasi semua
persoalan dengan bijaksana.

Kalau memulai sesuatu jangan melihat gagalnya dong !, lihat proses
menuju perbaikannya, biar kita selalu optimis.

Then say ” Saya pasti bisa !”

Tuh…khan it’s easy to be married, asal tidak menyalahi syariat
dan ajaran agama (misal dengan menyakiti diri sendiri), untuk apa takut
menikah.

Menikah tidak sesulit yang dibayangkan.

So….ayo..!

Sumber: dari milis FLP

Advertisements

Tinggalkan Balasan