Kuliah itu Susah Ga Sih? Ini Jawabannya

Pertanyaan diatas saya terima dalam salah satu komentar artikel blog saya. Judul artikel yang dibaca oleh rekan kita berjudul 15 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Masuk Perguruan Tinggi. Postingan tersebut menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh seorang calon mahasiswa yang pernah di posting di situs yahoo answer. Dan ternyata dari 15 pertanyaan yang sudah saya jawab tersebut, kuliah itu susah ga sih belum saya terima.

Terima kasih kepada Monica Putri Adhistyana yang telah memberikan pertanyaan yang sangat bagus tersebut di kolom komentar.

Kuliah itu susah ga sih? Pertanyaan ini agak sulit saya menjawabnya. Lama saya memikirkannya. Saya mencoba untuk mengingat-ingat kembali masa-masa kuliah saya di jurusan sastra inggris Universitas Negeri Padang.

Jika saya membawakan diri sebagai seorang calon mahasiswa, rasanya kuliah itu susah. Kenapa? Selama saya sekolah di SMU Negeri 2 Bukittinggi hampir semua metode belajar mengajar sama saja. CBSA, Catat Buku Sampai Abis.

Saya tidak tahu bagaimana metode belajar mengajar sekolah saat ini. Dulu saya diharuskan membuat ringkasan bab per bab buku pedoman belajar yang dipinjamkan sekolah. Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Matematika, Kesenian semua harus diringkas. Alhasil kalau saya lagi malas membaca saya pinjam buku catatan teman untuk saya kopi paste atau saya ringkas lagi dari ringkasan teman tersebut. hehehe…

Guru pun lebih banyak berbicara di depan kelas, meskipun beberapa kali meminta interaksi dari murid-muridnya budaya catat buku sampai abis ini tidak memberikan interaksi yang dimaksud. Kadang ketika guru menerangkan satu bab dari pelajaran yang saya ringkas semalam, saya membaca komik di bawah meja. Atau menyamarkan komik tersebut di atas buku catatan. jadi seakan-akan saya menulis keterangan guru tersebut.

kuliah itu susah ga sih?
gambar dari duniadosen.com

Situasi belajar mengajar di sekolah beda dengan kuliah. Saat kuliah dosen hanya memberikan fasilitas untuk bertanya seputar materi kuliah yang tidak anda mengerti. Justru mahasiswa (saya, dan anda mungkin) yang harus aktif mencari segala referensi tentang apa yang sedang anda pelajari.

Jadi contohnya begini. Ketika saya mengambil mata kuliah prose, dosen saya mengharapkan semua mahasiswa yang mengikuti mata kuliah dibawah bimbingan beliau untuk mempunyai interpretasi sendiri setelah membaca cerpen bahasa inggris.

Interpretasi itu beda ya dengan menceritakan kembali. Interpretasi itu lebih kepada membahas masalah sosial, budaya, pendalaman karakter, simbol-simbol yang terdapat di karya sastra yang sudah dibaca.

Nah, perubahan ini yang sangat sulit saya ikuti. Biasanya abis baca trus diringkas sekarang disuruh untuk memaparkan pendapat pribadi yang didukung dengan sumber-sumber ilmiah. Dan lebih susah lagi ketika anda bikin makalah sebagai tugas akhir atau tugas mingguan.

Kalau anda biasanya cuma copas materi dari internet tanpa mengerti apa yang ditulis oleh orang tersebut kemudian anda kumpulkan makalah itu seperti anda yang menulisnya (tulisan original), dosen cepat tahu loh. Kenapa? Parameter sejauh mana anda bisa “kepintaran” anda itu ada pada beliau berdasarkan diskusi di dalam kelas.

Jadi jika anda tidak bisa mempertanggungjawabkan tulisan anda di makalah mingguan atau tugas akhir. Siap-siaplah anda digojlok dengan lebih keras lagi oleh dosen yang bersangkutan.

Itu dari pengalaman saya ya. Jadi menjawab pertanyaan kuliah itu susah ga sih? Saya harus bilang kuliah itu susah, apalagi jika anda ikut-ikutan ambil jurusan yang tidak anda sukai sama sekali. Lebih kelam lagi masa studi anda ketika jurusan tidak anda sukai, tidak anda minati dan tidak ada sama sekali kemampuan anda mendalami jurusan tersebut.

Saya bilang parah orang yang saya sebut tadi karena setelah ia beruntung selesai kuliah, ia akan kesulitan untuk menentukan karir. Teman baru saya di kantor contohnya (maaf harus anonim takut ketahuan orang tua). Ia kuliah di jurusan akuntansi, selesai kuliah lebih dari empat tahun. Lulus kuliah hanya sebagai hadiah untuk orang tua menurut pengakuannya pada saya.

Minat teman baru saya itu ternyata hampir sama dengan saya. Yaitu membuat konten online yang bernilai dan bermanfaat untuk semua orang. Dan dia baru menyadari passion tersebut ketika ia sudah bekerja.

Sayangkan guys kuliah tidak ditempat yang kamu sendiri tidak sukai?

Ada lagi nih yang bikin kamu mesti bertanya kuliah itu susah ga sih? Poin yang kedua adalah mengatur jadwal kuliah. Jadwal perkuliahan itu beda banget dengan jadwal mata pelajaran di sekolah. Kalau disekolah mata pelajaran IPA, IPS, Agama, Olahraga dan lain-lain itu sudah ditetapkan oleh Sekolah. Dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore (eh kok jadi kayak kerja kantoran ya?) anda tinggal menjalankan program yang sudah ada.

Di kuliah lain lagi. Anda harus pintar-pintar melihat jadwal. Kalau anda suka dan ingin selesai kuliah lebih cepat anda tinggal memenuhi jadwal kuliah selama satu hari. Atau anda tinggal milih kuliah pagi dan menghindari jadwal kuliah di sore hari. (Saya pribadi lebih memilih ambil kuliah pagi karena otak lebih fresh di pagi hari dibanding sore hari).

Tantangannya adalah di jadwal tersebut. Meskipun bisa bebas memilih mata kuliah yang ingin diikuti jadwal mata kuliah tersebut sudah ditetapkan oleh pihak fakultas. Saya pernah di suatu semester ingin lebih santai kuliah, tetapi jadwal mata kuliah yang keluar di semester tersebut ternyata mata kuliah wajib jurusan. Akhirnya saya melupakan keinginan untuk kuliah dengan santai.

Hal lain yang membuat saya sebal dengan jadwal mata kuliah yang telah ditetapkan adalah perubahan jadwa. Jadi begini. Ketika mau masuk masa studi anda diharuskan memilih mata kuliah mana saja yang ingin diikuti. Kala itu saya ingin mengikuti mata kuliah Pengantar Jurnalistik dan juga mata kuliah phonetics. Jadwalnya berdekatan, Pengantar Jurnalistik pagi sekitar jam 9 dan Phonetics di jam 11. Jadi saya pikir setelah shalat zuhur saya bisa main dulu sebelum balik ke kosan.

Saya isilah kartu rencana studi (KRS) dengan dua mata kuliah tersebut. Beberapa hari kemudian, tidak lama setelah KRS dicetak dan uang kuliah di bayarkan ada pengumuman di jurusan jika perubahan jadwal mata kuliah. Dan dua mata kuliah yang saya ingin pelajari ternyata jadwalnya bentrok. Suka tidak suka saya harus memilih ambil Pengantar Jurnalistik atau Phonetics.

Berhubung Phonetics termasuk mata kuliah wajib jurusan maka saya memilih Phonetics. Dan akhirnya saya tidak pernah mengikuti mata kuliah Pengantar Jurnalistik.

Ini realita jadwal kuliah yang membuat susah mahasiswa. Kok bisa jadwal yang telah ditetapkan diawal bisa berubah?

Kisah-kisah diatas cuma sebagian dari pengalaman saya selama kuliah. Meskipun terlihat ribet, susah, dan sebagainya-dan sebagainya jika dijalanin dengan tekad yang kuat semua kesusahan itu menjadi sebuah perjalanan yang manis. Bahkan jadi bahan becandaan kalau lagi ngumpul sama teman.

Jadi menurut anda kuliah itu susah ga sih?

Advertisements

One Reply to “Kuliah itu Susah Ga Sih? Ini Jawabannya”

Tinggalkan Balasan