Kuliah Itu Berapa Tahun Sih? Simak Baik-Baik Jawabannya

Iklan

Saya sering mendapat pertanyaan dari pengunjung blog yang rata-rata baru menyelesaikan ujian akhir nasional di tingkat Sekolah Menengah Umum seperti berikut

“kak, kuliah itu berapa tahun?”

“om, kuliah S1 sampai berapa semester?”

“bang, semester kuliah ada berapa?”

Dan berbagai macam pertanyaan yang intinya sama. Jujur saja, saya sangat senang mendapatkan pertanyaan-pertanyaan diatas. Kenapa?

Artinya banyak anak muda Indonesia yang mempersiapkan masa depannya dengan baik, khususnya saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Meski nantinya pasti akan banyak tantangan yang akan kamu hadapi ketika di kampus nanti, dari sekarang kamu yang mau kuliah harus bertekad jangan berlama-lama di kampus.

Meskipun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang dari form komentar maupun form kontak tentang berapa lama sebaiknya menyelesaikan pendidikan di universitas, saya sedikit mengalami kesulitan karena sudah lama meninggalkan kehidupan kampus. Semoga pengalaman yang akan saya bagikan ketika menimba ilmu di Universitas Negeri Padang bisa menjadi pelajaran yang bermanfaat bagi rekan-rekan semua.

Secara umum seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi khususnya yang mengambil titel sarjana, harus mengumpulkan lebih 144 sks agar mendapat gelar S1 tersebut. Total jumlah sks tersebut berasal dari sejumlah mata kuliah dengan berbagai beban sks yang berbeda. Apa itu SKS? Baca lebih lanjut pengertian sks di link yang sudah saya berikan.

Contoh: ketika saya menjadi mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Inggris di Fakultas Bahasa, Sastra dan Seni UNP ada satu mata kuliah yang beban sksnya 18. Ketika seseorang gagal mendapatkan nilai baik untuk beban mata kuliah yang sangat besar ini, dipastikan orang tersebut akan harus rela melihat teman-teman seangkatannya lulus lebih dulu.

Kenapa?

Kegagalan dalam menyelesaikan mata kuliah yang memiliki beban sks maha dahsyat ini akan membuat orang yang gagal (dalam mata kuliah tersebut) harus mengulang lagi di semester berikutnya.

Hal ini akan membuat dua kerugian:

  1. rugi di waktu
  2. rugi di biaya kuliah

Belum lagi jika di semester selanjutnya, ketika mata kuliah ini harus diulang untuk mendapatkan nilai yang optimal, tiba-tiba pihak kampus memutuskan untuk mendiskon beban sks mata kuliah tadi. Dari beban sks 18 di semester sebelumnya, menjadi 16 sks di semester berikutnya.

Ini bukan mengada-ada. Kejadian ini benar-benar terjadi. Saya bersyukur mendapatkan nilai B untuk mata kuliah dengan sks 18. Kalau saya tidak lulus atau hanya membawa nilai C di akhir semester. Niscaya saya akan tidak akan lulus di september 2007. Mungkin saja saya akan menyelesaikan kuliah di awal tahun 2018.

Kalau dihitung dengan tahun kira-kira saya menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar S1 sastra inggris lebih kurang 5 tahun. Selain mendapatkan nilai bagus untuk mata kuliah maha dahsyat, saya juga berusaha untuk mempercepat masa studi dengan mengikuti semester pendek yang diadakan di jurusan.

Jadi, sekali lagi jangan berlama-lama menempuh pendidikan tinggi itu.

Jika teman hitung berapa biaya yang harus dikeluarkan saat kuliah mungkin tidak akan ada waktu yang akan disisakan untuk pacaran, main, atau berorganisasi.

Berdasarkan pertanyaan yang beberapa kali muncul di kolom komentar beberapa postingan saya dua kategori tersebut yang dapat saya simpulkan. Oleh karena itu saya mencoba untuk menjawab dengan sepengetahuan saya dan juga pengalaman saya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi berapa semester dalam kuliah dijalani oleh seseorang. Contohnya apakah jurusan yang diambil oleh mahasiswa tersebut sesuai dengan minat dan bakatnya, Apakah mahasiswa itu tok hanya kuliah atau ia juga mencari nafkah sembari kuliah, Bagaimana kemampuan seseorang dalam mengikuti perkuliahan, dan lain sebagainya.

Bonus: Pekerjaan admin pencaricerah selain nulis di blog pencaricerah.com apa sih? Jawabannya Marketing Support. Temukan lika-liku perjalanan saya sebagai pegawai kantoran berdasi di link tersebut.

Seperti yang telah saya sebutkan diatas berapa lama kuliah seseorang itu banyak faktor yang mempengaruhinya. Makanya sebagai seorang calon mahasiswa saya sarankan banyak mencari informasi tentang perkuliahan. (baca: informasi kuliah sastra inggris)

Selain pertanyaan semester kuliah ada berapa untuk lulus sarjana bagi calon mahasiswa perlu tahu juga apa itu sks dalam kuliah. Idealnya dengan tidak ada ospek calon mahasiswa harus banyak mencari informasi agar bisa membantu percepatan proses belajar di perguruan tinggi dan juga merancang rencana masa studinya.

Kuliah S1 berapa semester idealnya untuk diselesaikan? Menurut pendapat saya sebaiknya kuliah untuk gelar sarjana S-1 diselesaikan dalam 4 tahun atau 8 semester. Jika terpaksa maka usahakan untuk menyelesaikan kuliah maksimal dalam 6 tahun.

Jika anda terpaksa menyelesaikan kuliah selama 6 tahun anda harus bertekad untuk menjadi lulusan terbaik di kampus. Mungkin anda akan merasa bingung karena ada orang disekitar anda yang kuliah lebih dari durasi waktu yang saya sebutkan. Hal ini membuat anda menjadi galau dan bertanya-tanya “kuliah itu sampai berapa semester sih?”

15 Hal Yang Perlu diketahui oleh Mahasiswa Baru

Pembahasan kuliah itu berapa tahun saya coba fokuskan dipendidikan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana S-1. Dengan memfokuskan di satu proses ini saya bisa dengan mudah menyampaikan apa yang saya alami dalam menyelesaikan kuliah sastra inggris.

Baca: Kuliah di Jurusan Akuntansi itu Susah Ga Sih?

Jumlah semester dalam kuliah sastra inggris yang saya jalani totalnya adalah 10 semester. Saya masuk ke jurusan bahasa dan sastra inggris Universitas Negeri Padang di tahun 2002 dan saya lulus di tahun 2007. Jadi anda bisa menyimpulkan jawaban atas pertanyaan semester kuliah itu berapa bulan.

Jika anda tidak menyelesaikan dalam jangka waktu yamg diberikan maka kemungkinan besar anda akan diberi 3 pilihan

  1. Memperpanjang studi dalam 1 atau 2 semester. Artinya anda harus selesai kuliah dalam semester ke 7 atau 8
  2. Mengundurkan diri
  3. Drop out

Untuk menyelesaikan satu gelar sarjana anda akan mengikuti 145 sampai 147 mata kuliah. Saya sendiri menyelesaikan kuliah sastra inggris setelah menyelesaikan 57 mata kuliah sastra inggris.

Sebelum menjawab pertanyaan kuliah itu berapa tahun, saya ingin anda menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini,

  1. kenapa anda ingin kuliah?
  2. Apakah anda kuliah karena orang tua?
  3. Apakah anda kuliah karena teman anda kuliah?
  4. Apa anda kuliah untuk mendapatkan pekerjaan yang meningkatkan taraf hidup keluarga?

Kenapa saya menanyakan hal-hal diatas kepada anda? Bukan langsung menjawab pertanyaan yang mudah itu? Pertama saya ingin anda kembali pada tujuan anda.

Dalam Islam ada hadist yang berbunyi innama amalu binniyaat. Segala sesuatu berawal dari niat.

Begitu pun kuliah.

Jika anda niat kuliah karena orang tua yang ingin agar anda kuliah, tanyakan kenapa? Lihat keadaan keluarga anda. Saya ingin memberikan contoh pada anda. Contoh ini tidak jauh karena ia berasal dari saya sendiri. Jadi semoga anda bisa mendapatkan pelajaran darinya.

Setelah selesai sekolah di kota Bukittinggi dan mendapatkan berita kelulusan Evaluasi Belajar Tahap Akhir saya bersiap diri untuk kuliah. Orangtua saya sangat mengharapkan agar anak-anaknya jadi Orang.

Baca: Fatin Mungkin Belum Lulus Kuliah Tahun 2018, Ini Penyebabnya

Maksudnya bukan selama ini saya kera dan berevolusi jadi manusia seperti kata si Darwin. Tetapi menjadi individu yang sukses dengan simbol yang berlaku yaitu mempunyai mobil, rumah, istri yang cantik, dan anak yang banyak.

Banyak orang yang dikenal oleh orang tua saya menjadi Orang karena gelar sarjana. Karena itu mereka berusaha dengan sangat keras agar saya dan adik-adik (anak-anaknya) memiliki gelar sarjana. Tujuannya satu agar anak-anaknya tidak senasib seperti mereka.

Orangtua saya sendiri tidak memiliki pendidikan tinggi karena situasi ekonomi keluarga mereka. Ibu saya mempunyai banyak saudara dan pendidikan paling tinggi yang diusahakan oleh kakek dan nenek saya hanya setingkat SMA. Begitu pula ayah saya.

Karena pengalaman mereka tersebut saya dan adik-adik selalu di pecut agar berprestasi dan semangat sekolah. Saya masih ingat ketika orang tua saya marah karena malas belajar, mereka memarahi saya dengan mengatakan

mau jadi tukang angkat dipasar kamu?

Tentu saja saya tidak mau. Dan itu membuat saya dan adik-adik selalu push to the maximum limit of our strenghts.

Saya pun menyelesaikan sekolah menengah atas dengan prestasi yang membuat Ibu terharu. Mendapatkan peringkat ketiga dikelas (selama ini tidak pernah masuk rangking 10 besar) dan menjadi salah satu lulusan terbaik.

Setelah ebtanas saya pun merasa euforia kuliah sedang mewabah, termasuk saya. Pembahasan di sekolah tidak luput dari memilih jurusan di perguruan tinggi.

Saya sendiri memilih untuk kuliah di jurusan sastra. Pilihan sementara saya kala itu adalah sastra perancis. Tapi orang tua dan kerabat saya menganjurkan agar saya masuk sastra inggris. Orang tua saya melihat bakat saya untuk bahasa inggris diatas rata-rata. Soalnya mereka melihat teman-teman saya banyak yang bertanya jika ada soal bahasa inggris kepada saya. Dan dari kecil saya juga dilihat banyak belajar bahasa inggris sendiri dengan perantaraan film kartun.
Pilihannya hampir seragam yaitu kuliah di luar kota karena budaya orang minang adalah merantau.

Karena euforia itu kami tidak membuat rencana berapa lama kuliah di jurusan yang kami pilih. Saya sendiri akhirnya lulus setelah lima tahun menjalani kehidupan kuliah. Lama kuliah saya ini masih terhitung standar karena jurusan sastra inggris di perguruan tinggi yang saya pilih masih tergolong baru.

Umumnya untuk menyelesaikan sebuah perkuliahan adalah 4 tahun. Jika kampusnya memiliki fasilitas perkuliahan lengkap mulai dari dosen hingga alat-alat bantunya, sebaiknya usahakan menyelesaikan kuliah kurang dari 4 tahun.

Ini alasan saya mengatakan hal tersebut.

Lapangan kerja bagi fresh graduate itu mempunyai persaingan yang cukup tinggi. Jika kamu tidak menyelesaikan kuliah dengan jangka waktu normal, kamu akan tergencet dalam persaingan di dunia kerja.

Orang yang sudah bekerja pun akan memilih perusahaan yang sama dengan fresh graduate. Anda akan mengetahui alasannya di lain waktu.

Semakin lama anda kuliah beban ekonomi keluarga anda akan semakin tinggi. Saya merasakan kondisi ini karena orang tua saya tidak mampu. Makanya agar meringankan beban orang tua saya banyak dibantu dengan kuciran bantuan beasiswa dari kampus. Saya heran jika beberapa dari mahasiswa sekarang yang tidak mencari beasiswa sekarang ini.

Usahakan untuk mendapatkan beasiswa saat kuliah. Mungkin nilainya kecil dalam pandangan anda tetapi beasiswa tersebut dapat mengurangi beban dari orang tua anda.

Jika anda mendapatkan beasiswa maka secara tidak langsung meringankan beban orang tua. Selain itu anda juga menolong biaya sekolah saudara anda yang lain.

Semoga kisah yang saya bagi dan juga saran yang saya sampaikan bisa menjawab pertanyaan anda kuliah itu berapa tahun. Jangan lupa jika ada pertanyaan silahkan gunakan kolom komentar, saya akan berusaha menjawab pertanyaan anda dan Bagikan artikel ini agar bisa bermanfaat juga bagi rekan-rekan anda yang lain.

Advertisements
Iklan

48 Replies to “Kuliah Itu Berapa Tahun Sih? Simak Baik-Baik Jawabannya”

    1. Bisa jadi referensi untuk 1 tahun mendatang, setidaknya udah mengerti sedikit demi sedikit tentang kehidupan kuliah

  1. Jadi kk, skrg kerja sebagai apa?, apakah ilmu2 yg didapat selama kuliah, membantu banyak untuk pekerjaan mu saat ini? Saya ini calon mahasiswa, tapi saya masih ragu ,apakah seharusnya saya lebih baik lansung mencoba berbisnis atau kuliah,soalny saya takut habis waktu dan uang di pakai buat kuliah, tapi setelah keluar,malah ga dapat pekerjaan dengan gaji yang tinggi atau tidak membantu apa2 untuk berbisnis

  2. Kk,boleh nanya sekarang kk kerja sebagai apa? Apakah hasil kuliahnya membantu pada pekerjaan nya , apakah sekarang mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi? Saya ini calon mahasiswa, saya masih ragu, apakah seharusnya saya kuliah atau lansung mencoba berbisnis, sebab saya takut kalau udah kuliah, udah habis uang habis waktu 4-6tahun ,terus tidak membantu apa2 dan tidak mendapat pekerjaan yang bagus dengan gaji tinggi, jika ada yang menyinggung saya minta maaf, saya hanya ingin meminta saran ya. Terima kasih

    1. Halo Felix
      Pertanyaannya sangat bagus.
      1. Saya saat ini bekerja di sebuah perusahaan asuransi di Jakarta Selatan.
      2. Latar pendidikan saya sangat membantu untuk pekerjaan. Khususnya saat melakukan korespondensi dengan klien yang umumnya menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar.
      3. Baiknya kuliah atau langsung bisnis ya? Menurut saya lebih baik kuliah. Ambil jurusan yang felix suka dan minati. Sembari kuliah Felix juga bisa memulai bisnis. Orang mungkin masih terkesima dengan Mark Zuckerberg yang menjadi milyuner di usia muda dengan facebooknya, atau dengan Bill Gates dan Microsofnya. Tapi selain mereka top 100 orang terkaya menurut forbes memiliki gelar sarjana. Bahkan sampai mendapatkan gelar master (S-2).
      4. Kalau bahas gaji relatif lah ya. Orang yang gaji 20 juta rupiah pun di perusahaan minyak nasional masih merasa kurang karena banyak pengeluaran. Gaji 4 juta rupiah di perusahaan kecil akan terasa besar jika pandai mengelolanya.
      Jadi jangan ragu Felix, kalau bisa kuliahlah di bisnis yang akan digeluti. Semoga saran saya bisa diterima yah.

  3. Artikel ini sangat bermanfaat sekali terima kasih banyak atas informasi, sarannya. Habis dikasih pencerahan sama mama tentang kuliah, dunia pekerjaan terus search di google tentang kuliah2 trs nemu blog ini. Jadi makin paham dan uda mulai menyiapkan sejak skrg. Meskipun aku baru masuk kls 10. Tapi mama blg sm aku “kalo sebaiknya dipersiapkan mulai dr skrg”. Aku masih labil ttg jurusan kuliah, pekerjaan, dll. Hrs byk2in baca artikel dan hrs sering2 dpt pencerahan☺

    1. Halo yolanda,
      Kenapa kamu ragu mau kuliah / enggak?
      Kalau kamu ragu untuk kuliah, saya ga bisa jawab apakah jurusan bisnis/manajemen itu bagus

    1. Halo Rizka
      Kalau skripsi dan KKN biasanya bakal dapat di semester 7 atau 8. Kalau materi kuliah sama praktikumnya tiap semester karena bagian dari kuliah di jurusan.

  4. Kak , sya bingung mau kuliah atau enggak. Kalok kuliah bingung mau ambil jurusan apa, sedang kalok enggak kuliah saya kurang banyak kenalan yang membuat saya menjadi kendala.tolong dong kak saran nya?
    Terimakasih

    1. Halo Bowo
      Mulailah dari minat dan cita-cita kamu untuk memilih jurusan. Saran saya kuliahlah, sebab di masa depan orang yang tidak kuliah akan sulit mendapatkan pekerjaan. Saya sendiri sedih liat teman-teman di kantor yang tidak kuliah. Karir mereka mentok di level non-staf.
      Kalau pilihannya harus bekerja, jangan menyerah hanya karena kurang banyak kenalan. Kalau harus mencari kenalan atau bangun jaringan, cobalah jadi sales. Bukan MLM ya, tapi sales motor/property/agen asuransi dan lain-lain. Paksa diri untuk selalu punya kenalan baru setiap hari, jangan pikirkan dulu soal target penjualan. Setelah dapat kenalan baru, buat hubungan itu erat, jaga silaturahim. InsyaAllah nanti pintu rejeki terbuka.
      Semoga membantu saran saya

  5. Hallo Ka Saya Anastasia
    Saya mau Tanya, kalau kulia di Kampus yg Masih Terakreditasi C, apa Nanti nyari Kerja itu Susah dapatnya ya ka?
    Trima Kasih.

  6. Halo kak! Saya Muh. Aldy Syahbannur
    Sebelumnya saya mau minta saran.
    Saya bingung, lebih baik saya melanjutkan kuliah di STKIP atau Universitas karena Ibu saya menyarankan saya untuk kuliah di STIKP karena lokasinya yang dekat dengan lingkungan. Tetapi saya ragu karena kuliah di STKIP merupakan kampus Swasta dan saya lebih tertarik kuliah Universitas dimana kampus tsb memiliki mata kuliah yang saya minati tetapi lokasinya cukup jauh dan memerlukan biaya yang cukup mahal (20.000.000 sangat berat) dan untuk kuliah di STKIP biaya akan ditangani ibu saya meskipun agak meragukan. Jadi, apakah saya harus melanjutkan kuliah di STKIP/Universitas atau Kerja dulu untuk biaya kuliah?

  7. Saya masih kelas 1 smk bisnis management jurusan pemasaran. Kuliah s1 ada mnyusun skripsi kah?kalau ada susun skripsi susah atau gampang ya ?soalnya masalah nya di skripsi bnyak yg blg skripsi ga boleh salah nantii dosen suruh ngulang benerkah kak?
    Saya mau kuliah karena mau kerja lebih gampang utk masa depan juga 🙂

    1. Halo,
      1. skripsi untuk menyelesaikan pendidikan s1 itu ada dan umumnya untuk semua perguruan tinggi menulis skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana.
      2. betul. ada skripsi yang diulang dan ada yang tidak. banyak faktor yang mempengaruhinya. salah satunya adalah permasalahan atau topik penelitian yang kita angkat.

  8. Terima kasih artikelnya sangat membantu..

    saya lulusan SMK saat ini saya sudah berkerja disalah satu perusahaan sebagai staff purchasing.. yang saya tanyakan apakah saya masih bisa melanjutkan kuliah mengingat saya libur kerja hanya dihari minggu saja..jika saya mengambil S1 berapa lama waktu yang harus saya tempuh…

    sebenernya saya sudah tidak memerlukan kuliah lagi karena saat ini saya sudah mendapatkan pekerjaan yang layak/ cukuplah menurut pribadi saya
    dan saya masih bisa bersaing dengan teman sekantor saya yang rata2 lulusan kuliahan dan untuk gaji tidak jauh beda…
    hanya hati kecil saya sering berkecamuk .. saudara2 saya rata2 kuliah semua saya suka minder dengan mereka bukan dalam segi materi ya tapi dalam segi ilmu dan pengabdian ke masyarakat luas saya merasa tidak punya itu saya merasa terlalu instant untuk mendapatkan apa yang saya dapat sekarang ini .. dilain sisi saya ingin juga memanfaatkan sisa2 hidup saya untuk bisa terus belajar dan meraih pendidikan setinggi mungkin sama yang telalh dilakuakn almarhum ayah saya …minta masukan dan bimbinganya pak kandra.

    terima kasih

  9. Assalamu’alaikum
    Jadi begini ditahun ini 2018 saya tamat SMA dan saya ingin kuliah, tapi saya telah mengikuti jalur SNMPTN(undangan/ berdasarkan nilai rapot SMA dari semester 1-5) dan saya juga telah mengikuti jalur SBMPTN(Tertulis) tetapi keduanya saya tidak lulus.dan saya tidak mengikuti jalur Mandiri karena biaya yang cukup besar sehingga kebutuhan ekonomi keluarga saya kurang. saya masih mengharapkan bisa kuliah tahun depan nanti dan saya akan mengikuti bimbel selama 1 tahun ini, tapi sebagian kelurga saya ada yang menyarankan saya bekerja dan ada juga yang menyarankan saya untuk mengikuti lagi tes kuliah ditahun depan nanti. Kali ini saya ingin sekali berusaha dan lulus diterimah disalah satu fakultas di indonesia ini dan saya juga ingin mengambil beasiswa saat saya kuliah nanti, tapi terjadi penghalang faktor yang membuat saya menjadi pata semangat karena kurangnya dukungan keluarga saya.
    Jadi bagaimana agar saya semangat belaja tidak pata semangat belajar??karena saya mempunyai niat untuk kuliah,tapi sebagian keluarga saya menyarankan bekerja, saya tidak mau. Jadi bagaimana ini saya bingung, kalau kita melakukan sesuatukan juga harus ada restu orang tua. Dan bagaimana agar saya bisa meyakini keluarga bahwa saya bisa kuliah??
    Mohon dijawab pertanyaan saya kak

    1. Halo aprina,

      Saya sangat prihatin dengan keadaan kamu. Kalau niat untuk kuliah kamu kuat sebaiknya kamu jalani bekerja sembari kuliah. Teman saya waktu SMA pun pernah seperti kamu, tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi lalu memilih bekerja selama setahun sembari berdagang. Tahun depannya ia coba lagi dan akhirnya lulus di jurusan bahasa dan sastra Indonesia.
      Beberapa tulisan saya tentang bagaimana perjuangan TKI yang mengejar sarjana semoga bisa jadi inspirasi. Silahkan gunakan form pencarian yang ada dibawah artikel. Bekerja menjadi asisten rumah tangga di negeri orang tak membuat TKI tersebut patah semangat. Universitas Terbuka memungkinkan para TKI itu mencapai cita-cita akademiknya.
      Baru-baru ini saya baca di detik ada mahasiswi Filipina yang memiliki 8 pekerjaan sambil menyelesaikan kuliahnya. Coba cek deh portal berita itu. Semoga kisah-kisah mereka menjadi pembangkit semangat kamu untuk kembali kuliah

    2. Cari kerja sambil nabung buat kuliah cari aja hari yang bisa buat kamu kuliah dek, dan berdoa sama Tuhan semoga dapat jodoh yang kaya raya,dermawan jadi bisa dikuliahin sama suami

  10. kak aku boleh minta sarannya?
    gini kak aku baru kemarin udah pake jalur snmptn, sbmptn tapi aku gak lulus aku bingung kak.. pengen banget masuk ptn ..apakah aku harus pake jalur mandiri .. aku sebenernya pengen sedikit meringankan beban keluargaku,,
    atau apakah aku mencoba di tahun berikutnya sbmptn ???..

    1. Kalau keluarga kamu mampu membiayai sampai km lulus ,maka lakukan tapi jika tidak carilah jalan lain Contohnya kamu bisa mengasah ketrampilan yang kamu punya.
      Kalo ingin mencoba sbm tahun depan gapapa asal kamu giat,semangat, dan jangan mudah goyah dan jika kamu taun depan gak lulus jangan putus asa masih ada jalan yang lebih baik buat kamu,ada takdir mu yang harus kamu jalani meski sebelumnya tidak kau ingini dan amini.

  11. Sampe sekarang saya masih bingung,saya siapkan dari jauh2 hari.. saya kls 2 SMK jurusan RPL.. lagi cari2 yg sesuai jurusan + ada beasiswa susah ..

  12. Hi..kak..
    Saya ria.. Saya butuh saran kk kali aja bermanfaat buat saya..
    Saya lulusn smk di thn 2011 tp saya mau lnjut kuliah di thn ini apa masih bisa kak??
    Mungkin kawan2 saya sdh pd merid tp saya masih merintih untuk masa dpn kak..
    Krn keluarga saya org tak mampu dn saya anak yatim tp saya tak putus aja kak..
    Apa bisa saya melanjutkan kuliah lagi??
    Niat saya mau ambil jurusan desain-kesenian menurut kk gmna??
    Terimakasih

    1. Halo Tiur.

      Setau saya untuk lanjut kuliah bisa saja. Coba daftar di Universitas Terbuka. Jadwalnya fleksibel untuk orang bekerja. Tante saya menyelesaikan S1 nya di UT sembari bekerja sebagai seorang guru SD di kampung.
      Jurusan desain saat ini sangat dibutuhkan. Pilihan kamu sudah tepat. Digital marketing atau industri 4.0 butuh desainer kreatif

    1. Makanya gan. Kita kudu wajib menyelesaikan kuliah tepat waktu. Kalau bisa jika perguruan tinggi mematok standar 8 semester, kita selesai cukup di 7 semester.

  13. Maaf kak mau nanya kalo ngambil jurusan sastra arab bgs enggak…??
    Dan kalau kita punya hafalan Al Qur’an apakah saya mendapatkan beasiswa???

    1. Jika agan bisa bahasa Arab baiknya ambil sastra Arab. Untuk beasiswa khusus penghafal Alquran ada beberapa kampus dan lembaga yang menyediakannya. Googling saja. Semoga barakah ilmunya. Saya sendiri dididik dengan bahasa inggris waktu kecil. Jadi waktu mau kuliah ambil yang sastra Inggris. Udah gede dan punya anak baru sadar kalau bahasa Arab itu penting. Jadi belajar otodidak dari sumber-sumber di internet.

      Untuk beasiswa bagi penghafal Qur’an saya dapat info kalau ustadz Adi Hidayat di situs akhyar.tv memberikannya. Silahkan cek website tersebut. Selain Akhyar banyak lagi lembaga yang menyediakan beasiswa untuk para penghafal Qur’an. InsyaAllah saya akan coba rangkum di tulisan berikutnya

  14. kasih saran dong kak , aku skrg lg kuliah di jurusan t.informatika , sampe skrg smstr 10 blm selesai juga , karena kemalasan dan teman2 di kampus sudah pada lulus , dalam lingkungan rumah selalu ditanya kapan lulus , itu memang buat beban bgt , apalagi pas orang tua tanyaa , rasanyaa pengen lari keluar kehidupan ajaaa T_T , aku harus gmn ya buat bisa ngatasi kemalasan ini

  15. Assalamu’alaikum ka…saya taun ini mau kuliah …tapiii saya mikir untuk biaya bapak syaa pernah ngomong kalo syaa suruh kuliah aja soalnya banyak keluaran untuk adik dan kakak syaa juga….jadi saya mikir kedepannya gimana !?!?
    Semoga bisa di bls Ama kakak

    1. Waalaikumsalam farhah.

      Untuk biaya kuliah coba ajuin beasiswa ke lembaga-lembaga santunan seperti ACT, Dompet Dhuafa, dan lainnya. Kalau farhah hapal Qur’an coba hubungi ustadz Adi Hidayat di situs akhyar.net biasanya untuk menghapal Qur’an ustadz Adi mau bantu apalagi bagi yang hapal Qur’an.

      Atau farhah juga bisa menunda kuliah dan bekerja lebih dulu. Uangnya bisa disimpan untuk bayaran kuliah nanti. Ini dilakukan teman SMA saya saat beliau kuliah. Selepas sekolah beliau berdagang untuk mengumpulkan uang selama setahun. Di tahun berikutnya beliau tes dalam masuk jurusan bahasa dan sastra Indonesia.

      Kebanyakan teman-teman saya yang kesulitan ekonomi mengambil langkah ketiga yaitu kuliah sembari kerja. Bisa dengan mengajar privat atau menjadi tenaga pengajar di lembaga kursus.

  16. Ka ak udh kls 3 smk dan mau kuliah tpi ak blm mengerti bnget tentang perkuliahan,dan juga kk tau lah masa ak ini masa labil masih bingung mau masuk jurusan ap takutnya salah masuk kan jdi rugi,,jadi intinya ak mau nanya atau kk bisa beri tips cara untuk mengenalisi jurusan yg cocok

  17. kak nama saya elvy .mw tnya dong kak .sekarang ini saya sdah klas 12 dan saat ini jga sya sdah mmikirkan jurusan apa yg akan sya ambil .dan saya msih bingung.saya jurusan bhasa ,suka membaca .kira kira jurusan yg cocok apa yah kak? pls help.me

  18. Waktu aku SMK, niat buat kuliah itu benar-benar nihil. Aku nekat cari kerja. Pas udah dapat pekerjaan, nyatanya itu tidak mudah. Aku resign, terus lamar kerja lagi. Waktu itu, aku nyari kerjaan yang mudah, dan gajinya besar. Lucu sekali. Padahal, itu jarang, atau mungkin memang langka untuk lulusan SMK. Ortu sedih lihat anaknya luntang-lantung. Akhirnya aku dikulaihkan di Politeknik Swasta, kelas regular. Sebenarnya, aku masih enggak nyangka ternyata aku bakalan kuliah kayak sekarang. Waktu itu, hatiku masih belum menerima untuk kuliah. Entah, rasanya berat. Yang ada dipikiran aku itu “kerja, kerja, kerja.” Bukan sekadar ingin banyak uang, tapi buat bantu orang tua. Dan, sekarang biaya kuliahku lumayan mahal. Aku pengin bantu buat meringankan biaya, tapi susah cari kerja freelance ditengah kesibukan kuliah. Bagaimana, ya Kak? Apa Kakak bisa kasih solusi? Terus, minta tips biar mengusir sifat malas hehe. Terima kasih.

  19. Assalamualaikum.
    Saya berencana mau kuliah. Saya sangat tertarik seputar bahasa terutama inggris
    Saat ini saya sedang menjalani kejar paket b dan c.
    Bagaimana peluang kerja bagi seorang yg seperti saya.
    Kalau dihitung saya akan kerja mungkin di umur 27 apakah peluangnya sedikit.
    Bagaimana dgn profesi guru
    Umur saya sekarang 20
    1 tahun untuk paket b
    1 tahun untuk paket c
    Selebihnya untuk kuliah.
    Apakah saya terlalu tua untuk memulai bekerja di usia sekitar 27 an?
    Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *