Kontroversi Susi Pudjiastuti si Menteri Kelautan dan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan
Susi Pudjiastuti


Berbicara mengenai Kabinet Kerja saat ini maka nama menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti adalah tokoh yang paling banyak dibicarakan. Banyak yang berkomentar pada karakter mantan CEO maskapai penerbangan Susi Air ini mulai dari sikapnya yang nyeleneh ketika pengumuman kabinet (dimana beliau merokok ketika diwawancara), tato di kakinya, hingga pendidikannya yang tidak lulus sekolah menjadi topik yang menarik untuk didiskusikan.
Republika mencatat setelah pengumuman Kabinet Kerja, nama Susi Pudjiastuti menjadi trending topik di media sosial twitter selain menteri komunikasi dan informasi Rudy Antara. Tugas seorang Susi Pudjiastuti tentu sangat berat karena Presiden Joko Widodo berjanji untuk membuat Indonesia menjadi negera maritim yang disegani dunia. 
Ada yang bilang kalau terpilihnya Susi Pudjiastuti menjadi salah satu pembantu presiden di Kabinet Kerja adalah karena balas budi. Tempo sempat menurunkan berita di portal beritanya bahwa pesawat carteran yang digunakan sang presiden ketika kampanye adalah milik Susi Pudjiastuti. Oleh karena itu banyak yang kecewa dengan susunan Kabinet Kerja Joko Widodo. Sebelum terpilih mantan walikota Solo ini berjanji untuk membentuk kabinet zaken atau kabinet yang terdiri dari para ahli bukan kabinet balas budi. Berita yang berkembang bahwa Susi diangkat menjadi menteri adalah sebagai balas budi dari peminjaman pesawat pribadi ketika kampanye Presiden yang lalu. 
Bukan hanya saat kampanye  Presiden Joko Widodo saat Susi meminjamkan pesawat pribadi yang ia miliki. Konon ketika Nangroe Aceh Darusalam ditimpa musibah tsunami, Susi meminjamkan salah satu pesawat yang dimilikinya untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan. Diyakini karena bantuan inilah Susi Air kemudian menjadi salah satu maskapai penerbangan yang diperhitungkan.
Saat saya mencoba untuk mengetahui lebih lanjut mengenai maskapai yang dimiliki oleh Susi Pudjiastuti saya merasa kagum dengan strategi yang ia pakai. Susi Air lebih fokus pada penerbangan perintis dari pada penerbangan komersial. Ceruk pasar yang digarap oleh Susi Air membuat perusahaan mendapatkan keuntungan sebesar 49 Milyar di tahun 2013, naik dua milyar dari tahun sebelumnya. Saya jadi teringat bab pertama buku Strategi Samudera Biru yang mengajarkan untuk mencari ceruk pasar yang tidak banyak persaingan hingga perusahaan/sebuah usaha bisa menentukan harga yang berujung dapat mengontrol keuntungan yang dikehendaki. 
Jika kita menilai seseorang dari apa yang tampak dari dirinya tentu ada beragam pendapat. Tapi saya pribadi menyarankan jika menyangkut posisinya sebagai pejabat publik (baca: menteri) lebih baik kita berkomentar mengenai kinerjanya. Tugas seorang Susi Pudjiastuti tentu sangat berat mengingat hasil laut kita belum dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat. Kita masih menunggu gebrakan seorang Susi Pudjiastuti dalam mencapai tujuan tersebut. Namun sekali lagi sebagai pejabat publik yang tentunya berada dibawah lampu dan terus disorot dan dilihat oleh orang banyak (baca: masyarakat) tindak tanduk Susi Pudjiastui harus dapat menyesuaikan diri. Merokok di ruang publik dan dihadapan media tentu sangat tidak pantas dan tidak mengajarkan hal yang baik terlebih kepada para pemuda dan pemudi yang menonton acara tersebut.  
Ada beberapa komentar miring mengenai kerahasiaan negara yang menerpa sosok Susi Pudjiastuti. Hal ini disebabkan riwayat pernikahannya dengan pria kewarganegaraan asing. Konon pemilik Susi Air ini mempunyai perusahaan maskapai penerbangan setelah menikah dengan pria berkewarganegaraan Jerman. Dikhawatirkan kalau Susi akan membocorkan rahasia negara kepada pihak-pihak tertentu dan banyak yang meminta Presiden baru jika membahas hal-hal yang bersifat rahasia dengan menteri kelautan dan perikanan ini harus diyakinkan dulu jika Susi tetap menjadi patriot dengan menyimpan rahasia tersebut dalam-dalam. 
Adalah tugas berat bagi menteri kelautan dan perikanan yang baru untuk mendapatkan kepercayaan publik kedepannya jika penilaian hanya berkisar pada karakter bukan pada kerja. Mari kita dukung sambil mengawasi kinerja Susi Pudjiastuti sebagai menteri kelautan dan perikanan yang baru.

Baca Juga:

About these ads

Leave a Reply