About these ads

Komputer dan Fungsi Multitasking Karyawan

Halo sahabat pencaricerah.com, Apa kabarnya? Masih semangat?

Kali ini saya ingin bercerita tentang kejadian lucu di kantor yang diberikan oleh badut-badut yang sedang berkuasa. Badut-badut berkuasa itu sekarang membuat sebuah lelucon yang membuat saya dan teman-teman lain tertawa terpingkal-pingkal. Pasalnya badut-badut tersebut menarik semua komputer yang berada di bawah divisi Marketing (Pemasaran) di perusahaan saya bekerja sekarang.

Jadi dalam beberapa hari mendatang saya akan berbagi komputer dengan teman-teman yang lain. Padahal di unit saya, Asuransi Syariah, ada sebuah sistem dimana tidak sembarangan orang dengan yang diberi kemampuan untuk mengakses.

Keputusan badut berkuasa terbaru ini selain akan mengubah budaya kerja dari saya dan teman-teman juga akan mempengaruhi bagaimana saya memperbaharui tulisan-tulisan di blog ini. Karena sebelumnya saya mampu melakukan postingan dengan menggunakan email kantor (kalau anda ingin tau caranya silahkan baca yang saya berikan tadi). Padahal menulis telah menjadi sebuah kebutuhan bagi saya, seperti rokok oleh seorang perokok.

Latar belakang kelesuan ekonomi di Indonesia saat ini membuat para badut memberikan instruksi agar setiap orang di divisi pemasaran untuk bergerak dengan aktif dalam mencari proyek agar target yang telah dicanangkan sendiri oleh badut itu bisa tercapai.

kondisi perekonomian indonesia saat ini 2016
berita dari detikfinance, retrieved 13 Juni 2016

Dalam berita yang diturunkan detik tersebut ada beberapa indikator yang menurut SBY kondisi perekonomian belum normal

  1. adanya Pemutusan Hubungan Kerja yang tidak terlalu diekspos oleh media
  2. bahan bakar minyak yang harganya kadang naik kadang turun tetapi tidak berimbas pada harga kebutuhan yang sudah terlanjut naik
  3. nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif

Anda dapat membaca kelanjutan berita tersebut diatas di link detik finance berikut ini

http://finance.detik.com/read/2016/03/03/182547/3156993/4/begini-pandangan-sby-tentang-kondisi-ekonomi-ri-saat-ini

Maka terjunlah pejuang-pejuang dari divisi pemasaran ke jalanan ibukota dan pelosoknya untuk mencari percikan-percikan pendapatan untuk perusahaan. Itu kalau marketing beneran, lah kalau marketing support? Kebijakan menarik komputer karyawan di divisi marketing pun kemudian ditafsirkan dengan baik oleh staf IT dengan mendata dan menarik semua komputer yang dimiliki oleh karyawan di divisi marketing.

Saya sempat bertanya apakah untuk marketing support yang notabene posisinya berada di back office juga terkena imbas kebijakan badut? Ternyata jawabannya iya. Dan kemudian saya harus berpamitan dengan komputer yang telah menemani saya selama dua tahun lebih mengisi artikel di pencaricerah.com.

Meskipun saya sudah mengantisipasi untuk tetap mengisi konten blog ini dengan menggunakan smartphone xiomi dan memasang beberapa aplikasi yang cukup berguna dari Google Play, tetap saja saya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Aplikasi yang saya gunakan saat ini untuk tetap aktif memberikan tulisan-tulisan baru adalah

  • wordpress for android
  • google docs
  • google sheets
  • google drive
  • evernote

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menulis dengan menggunakan hape xiomi.

Untuk pekerjaan saya dikantor efek dari keputusan penarikan komputer karyawan membuat beberapa orang harus antri dan berbagi dalam menggunakan komputer dengan rekan-rekan yang lain. Sayang sistem database asuransi syariah berbeda dengan sistem database asuransi konvensional jadi saya dan tim kecil asuransi syariah tidak terlalu gontok-gontokan.

Bagi saya saya sendiri kebijakan perusahaan baru ini tidak saya persoalkan. Awal saya masuk di perusahaan ini pun saya tidak mendapatkan komputer untuk bekerja. Tidak mendapat komputer disini maksudnya tidak diberikan fasilitas komputer untuk menjalankan fungsi dan tugas yang telah diberikan oleh karyawan dan saya sudah terbiasa untuk melakukan peminjaman komputer kepada rekan-rekan yang memang sedang tidak menggunakan komputer yang dimiliki untuk melakukan tugas yang diberikan pada saya.

Hambatan yang paling kerasa cuma update artikel, tapi karena blog pencaricerah merupakan proyek pribadi tentu tak masalah jika harus menggunakan aset pribadi.

Masukan saya bagi manajemen hanya satu yaitu diberikan solusi yang menyentuh akar masalah yang akan timbul.

Saya sendiri berposisi sebagai marketing support jadi menurut saya diberikan komputer untuk menunjang kinerja saya akan lebih baik kecuali jika marketing support yang terkena imbas kebijakan penarikan komputer diberi tanggung jawab yang baru yaitu sebagai marketing.

Lebih pas disebut sales representatif malah karena tugas marketing dan sales dirangkap.

Menjadi karyawan multitasking sudah menjadi budaya di perusahaan ini.

Saya pernah merasakan bagaimana posisi seorang marketing yang dikejar target penjualan sekaligus sebagai support untuk memberikan dokumen-dokumen pendukung jika marketing membutuhkan.

Selain dua fungsi yang sudah saya sebutkan diatas saya juga bertindak, mungkin berlakon kata yang lebih tepat, sebagai seorang admin dan customer service klaim yang bertugas menghadapi komplain dari konsumen baik via telpon maupun tatap muka.

Intinya saya siap untuk bertugas di posisi manapun selama perusahaan membutuhkan.

Saya mengatakan hal ini karena perusahaan atau manajemen sepertinya menganggap bahwa tugas saya tanpa komputer jadi akan lebih mudah.

Padahal sebaliknya…

Dalam menjalankan sebuah peran yang multitasking komputer dibutuhkan agar peranan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Seorang admin atau support seperti saya harus kuat dengan data, dan kekurangan manusia adalah ada sifat lupa.

Data yang saya pegang sebagai support tanpa komputer saya khawatirkan tidak akan valid, dan tentunya saat ada review (jika dibutuhkan oleh manajemen) data tidak valid akan membuat keputusan yang tidak tepat.

Sekarang saya hanya menunggu apa solusi yang diberikan oleh perusahaan kepada rekan-rekan saya yang komputer diambil.

Isu yang beredar kami akan diberi tanggung jawab baru untuk menjadi sales representatif.

Bagi saya hal ini merupakan sebuah tantangan ditengah kejenuhan dalam menjalankan fungsi sebagai marketing support.

Saya sendiri sudah mempunyai rencana untuk banyak belajar mengenai industri asuransi yang digabungkan dengan hobi saya menjalankan internet marketing.

Dari riset saya pribadi channel pemasaran produk asuransi masih kecil karena itu saya optimis dapat mencapai tujuan yang diberikan perusahaan seandainya saya diberi kesempatan untum menjalankan posisi baru itu.

Sahabat-sahabat semua tolong bantu doa ya, dan mungkin saya akan memberikan kabar tentang produk-produk perusahaan saya kepada anda dalam waktu dekat.

Jika minat beli produk saya jika tidak tolong informasikan kepada kerabat yang membutuhkan.

About these ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: